Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

AI dan Kearifan Lokal, Kunci Pendidikan Tanggap Bencana

Strategi mitigasi bencana nasional soroti sinergi teknologi dan kearifan lokal pasca gempa Bengkulu.
Lina MarlinaLina Marlina24 Mei 2025 Pendidikan
Muhamad Hidayat, Kepala Pusat Studi Krisis dan Ketahanan LSPR
Muhamad Hidayat, Kepala Pusat Studi Krisis dan Ketahanan LSPR.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tanggerang – Guncangan bumi bermagnitudo 6,3 yang memporak-porandakan 197 rumah di Bengkulu pada Jumat (23/5/2025) dini hari menjadi peringatan keras akan pentingnya kesiapsiagaan.

Dalam konferensi bertajuk Edukasi dan Teknologi Penanggulangan Bencana di Hotel Santika, Kamis (23/5/2025), pakar kebencanaan Muhamad Hidayat menegaskan pentingnya integrasi antara kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan kearifan lokal dalam sistem mitigasi bencana Indonesia.

Hidayat, selaku Kepala Pusat Studi Krisis dan Ketahanan LSPR, menyoroti bahwa AI telah mulai diadopsi oleh BMKG untuk prediksi cuaca dan gempa. Namun, penerapannya belum optimal untuk tanggap darurat secara holistik.

“AI bukan hanya prediksi, tapi juga alat evakuasi, logistik, dan respon cepat,” ujarnya menekankan.

Ia menambahkan pentingnya Pusat Data Nasional AI yang mampu mengalirkan informasi hingga ke pelosok desa. Menurutnya, desa tangguh bencana tak boleh sekadar menjadi slogan.

Baca Juga:
  • Kemah Ramadhan Kwaran Bataguh 2025 Siap Digelar
  • Siap Panen Cuan Ramadan, Politri Gembleng UMKM Cisayong Lewat Live Commerce
  • Prabowo Targetkan 200 Sekolah Rakyat Terealisasi Tahun Ini
  • Maraknya Child Grooming, Kurikulum Pendidikan Disorot

“Teknologinya harus nyampe. Investasi awal mitigasi cuma $5 per orang, jauh lebih murah dari kerugian pasca bencana,” kutipnya merujuk pada data World Bank.

Konferensi itu juga menekankan kekuatan kearifan lokal sebagai pelengkap teknologi. Rumah Gadang di Sumatera Barat dan rumah panggung di Jawa Barat, menurut Hidayat, adalah contoh desain arsitektur adaptif terhadap bencana. Ia juga menyinggung kebiasaan masyarakat tradisional yang memperhatikan perilaku hewan sebagai sinyal alamiah bahaya.

Model sinergi lima unsur – pemerintah, akademisi, masyarakat, media, dan bisnis – atau dikenal sebagai model pentahelix, turut dipaparkan Hidayat.

“Edukasi bencana gak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Harus barengan, harus masif,” tegasnya.

Program SPAB (Sekolah Aman Bencana) dan PAB (Pendidikan Aman Bencana) disebutnya sangat vital. Sekolah menurutnya bukan hanya tempat belajar, tapi juga pusat evakuasi komunitas.

Artikel Terkait:
  • Antropologi Kampus Bekal Berharga Meniti Perjalanan Pendidikan Tinggi
  • Workshop Jurnalistik QSBS Al-Kautsar 561, Latih Siswa Kembangkan Keterampilan Menulis
  • Milad ke-18, Himpaudi Jatim Gelar Corat-Coret Bermakna di Gedek Mojokerto
  • Jota Joti Meriah, Kak Syamsuddin Himbau Peran Orang Dewasa

“Sekolah itu pusat gempa, bukan cuma kurikulum. Humas dan PR sekolah harus aktif kampanye kesiapsiagaan,” katanya.

Hidayat juga menyarankan edukasi berbasis rumah tangga seperti penerapan sumur resapan dan biopori. Ia menegaskan bahwa banjir bisa dicegah, bukan dianggap takdir. Namun, ia mengkritik lemahnya komunikasi publik soal gempa besar yang berpotensi melanda.

“Banyak informasi penting ketahan di elite, padahal warga yang harusnya siap. Ini soal kepercayaan,” pungkasnya, sambil menyarankan peran influencer sebagai agen penyebar informasi mitigasi.

Jangan Lewatkan:
  • Santri SMA QSBS Al-Kautsar 561 Ciptakan Solusi Limbah, Tembus Final KREASI
  • Unisba Gelar Pelatihan Desain Eksperimen untuk Dosen Tekstil
  • Guru Madrasah Tasikmalaya Tuntut Keadilan dalam Pengangkatan PPPK
  • Pentingnya Gaya Hidup Berkelanjutan, Munaqib Berikan Edukasi Kepada Pelajar SMAN 2 Sidoarjo

Peristiwa gempa di Bengkulu menambah urgensi dari pesan-pesan tersebut. Dengan 197 rumah rusak, termasuk delapan unit rusak berat, kesiapsiagaan tak bisa ditunda. Sinergi antara teknologi canggih dan kearifan lokal kini bukan pilihan, melainkan kebutuhan.

AI dalam kebencanaan Kearifan Lokal mitigasi bencana Pendidikan Aman Bencana SPAB
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKementan Tegaskan Sapi Aman dari PMK Jelang Idul Adha
Next Article UKW Banten Tekankan Profesionalisme Jurnalis sebagai Pilar Demokrasi

Informasi lainnya

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

12 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

5 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026
Paling Sering Dibaca

Bukan Vasektomi Solusinya

Editorial Udex Mundzir

Negeri Pungli dan Pajak Tinggi

Editorial Udex Mundzir

Bahlil Membuat Gaduh, Lalu Berlagak Penyelamat

Editorial Udex Mundzir

e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir

Rakyat Jabar Dijadikan Figuran “Bapak Aing”

Perspektif Lina Marlina
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi