Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Semeru Erupsi, Abu Capai 1 Km dari Puncak

Banjir Genangi Jakarta Barat,12 RT dan Jalan Terendam

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 6 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Menebus Dosa Ghibah Menurut Islam

Lidah yang tak terjaga bisa menjadi beban di akhirat, tetapi rahmat Allah selalu terbuka bagi yang ingin bertaubat.
ErickaEricka16 Maret 2025 Islami
Cara menebus dosa ghibah
Ilustrasi berdo'a (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ghibah atau menggunjing merupakan dosa lisan yang sering dianggap remeh, padahal dampaknya sangat besar. Dalam Islam, ghibah didefinisikan sebagai menyebut keburukan seseorang yang jika ia mendengarnya, akan merasa tersinggung, meskipun apa yang dikatakan itu benar. Rasulullah ﷺ bersabda:

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ

“Engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci.” (HR. Muslim)

Banyak orang terjatuh dalam dosa ghibah tanpa menyadarinya. Lalu, bagaimana cara menebus dosa tersebut? Imam Hakim menyampaikan bahwa salah satu caranya adalah dengan memohonkan ampun bagi orang yang telah digunjing.

Cara Menebus Dosa Ghibah

Jika ghibah tidak sampai kepada orang yang digunjing, cukup dengan memohonkan ampun untuknya. Tidak perlu mendatanginya untuk meminta maaf, karena justru bisa menimbulkan masalah baru.Sebagian ulama menganjurkan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

“Ya Allah, ampunilah kami dan dia.”

Jika ghibah sudah sampai kepada orang yang digunjing, maka wajib meminta maaf kepadanya. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ

“Siapa yang pernah berbuat zalim kepada saudaranya, baik dalam hal kehormatan maupun lainnya, maka hendaknya ia meminta maaf sebelum datangnya hari (kiamat) yang tidak ada dinar dan dirham.” (HR. Al-Bukhari)

Namun, jika tidak memungkinkan untuk meminta maaf secara langsung—misalnya karena orang yang digunjing telah meninggal dunia atau sulit ditemukan—cukup dengan memohonkan ampunan untuknya serta mendoakan kebaikan baginya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّعَاءُ لِلْمُسْلِمِ أَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابٌ

“Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang tidak diketahui olehnya adalah doa yang mustajab.” (HR. Muslim)

Jika orang yang digunjing sudah wafat, tidak wajib meminta maaf kepada ahli warisnya. Sebagai ganti, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan melakukan amal kebaikan atas namanya.

Salah satu bentuk penebusan yang disarankan ulama adalah bersedekah atas nama orang tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah

ﷺ:الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

“Sedekah itu menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi)

Menghindari Ghibah Sebelum Menyesal

Menjaga lisan lebih mudah daripada harus menanggung konsekuensi ghibah di dunia maupun akhirat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًۭا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌۭ رَّحِيمٌ

“Janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kalian merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Ghibah tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga menjadi dosa yang sulit ditebus. Oleh karena itu, lebih baik menjaga lisan dan memperbanyak dzikir, agar hati dan perkataan tetap bersih dari hal-hal yang dapat menyakiti orang lain.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Dosa Ghibah Islam dan Akhlak Menebus Dosa Muhasabah Taubat Nasuha
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBupati Kukar Resmikan PLTS Komunal di Desa Tani Baru
Next Article Data Rekam Medis Kini Terintegrasi di Aplikasi Satu Sehat

Informasi lainnya

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

20 Maret 2026

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026

Senyum di Tengah Derita

12 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Akar Rasa Nusantara yang Terlupakan di Dapur Modern

Food Alfi Salamah

Dapur Rapi, Pikiran Tertata

Opini Alfi Salamah

Menembus Gelap

Travel Udex Mundzir

Valentina Vassilyeva: Ibu dengan Anak Terbanyak dalam Sejarah

Biografi Silva

Mengapa Orang Kaya Rajin Berdonasi?

Bisnis Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa5 April 2026

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi