Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 15 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kisruh penyelundupan sampel mineral menyeret dua kawasan industri nikel raksasa ke pusat perhatian publik.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati8 Desember 2025 Ekonomi
Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali
PT IWIP (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Weda – Di tengah riuh isu dugaan penyelundupan nikel yang menyeruak bak “asap di balik tungku”, sorotan publik tertuju pada PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Kasus yang menyeret seorang warga negara China berinisial MY itu membuat berbagai pihak bertanya: siapa sebenarnya pengendali IWIP, dan apa benang merah perusahaan ini dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)?

Peristiwa bermula ketika Satgas Bandara Khusus IWIP mengamankan MY yang membawa material yang diduga nikel pada Senin (8/12/2025). Penangkapan itu terjadi di wilayah operasional perusahaan di Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Namun, pihak IWIP membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa barang yang dibawa bukan nikel, melainkan sampel alumina untuk keperluan laboratorium. Polemik inilah yang kemudian memicu publik menelusuri kepemilikan IWIP beserta jaringan usaha di baliknya.

“Material yang diamankan bukan barang ilegal dan tidak terkait aktivitas penyelundupan,” ujar perwakilan manajemen IWIP dalam keterangan resminya, menegaskan posisi perusahaan menghadapi isu tersebut.

Baca Juga:
  • Prabowo Umumkan THR PNS, TNI-Polri, hingga Pensiunan Cair 17 Maret
  • OJK Tegaskan Tak Campur Tangan Distribusi Dividen BUMN ke Danantara
  • DPR Kritik Harga Beras Lokal Naik Saat Pasar Dunia Turun
  • ‘No Buy Challenge 2025’: Gerakan Minimalisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Informasi mengenai pemilik IWIP menunjukkan bahwa kawasan industri itu dikendalikan oleh Tsingshan Group, raksasa baja asal China. Sebanyak 40 persen kepemilikan berada pada perusahaan tersebut, sementara porsi sisanya dimiliki Huayou Holding Group dan Zhenshi Holding Group Co. Ltd.

Di bawah payung IWIP beroperasi sejumlah perusahaan penting seperti PT Weda Bay Nickel (WBN), PT Yashi Indonesia Investment, dan PT Yousan Nickel Indonesia. WBN sendiri merupakan hasil patungan Tsingshan, Eramet asal Prancis, dan PT Antam Tbk, dengan Tsingshan menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51,3 persen.

Keterkaitan IWIP dengan IMIP pun akhirnya mencuat ke permukaan. IMIP yang berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah, juga dinaungi Tsingshan melalui anak perusahaannya, Shanghai Decent Investment, dengan porsi kepemilikan 49,69 persen.

Di kawasan industri terintegrasi itu, Tsingshan mengoperasikan PT Tsingshan Steel Indonesia (TSI) dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), termasuk sejumlah smelter yang didukung pembangkit listrik besar. IMIP sendiri lahir melalui kolaborasi Tsingshan dengan PT Bintang Delapan Investama serta PT Sulawesi Mining Investment sejak 2009.

Artikel Terkait:
  • Surplus Perdagangan Indonesia Anjlok, Imbas Tarif Impor AS
  • PPN Indonesia Tertinggi di ASEAN, Kenaikan Gaji Tertinggal dari Malaysia
  • PKS Ingatkan Dampak PHK Massal: Ekonomi Bisa Lesu
  • Aturan Kopdes Merah Putih Akan Masuk UU Koperasi 2025

Figur sentral di balik ekspansi industri nikel ini adalah Xiang Guangda, pendiri Tsingshan Group. Konglomerat China tersebut dikenal agresif membangun rantai pasok nikel global, termasuk investasi besar di Indonesia dan Amerika Selatan.

Forbes mencatat kekayaan Xiang mencapai sekitar USD 4,1 miliar hingga awal Desember 2025, menunjukkan skala pengaruh finansial yang menopang ekspansi perusahaannya. Dengan kepemilikan yang saling terkait antara IWIP dan IMIP, dinamika industri nikel Indonesia semakin kompleks.

Sorotan atas kasus terbaru di IWIP memantik diskusi lebih luas mengenai tata kelola, transparansi, serta peran investor asing dalam rantai pasok mineral strategis nasional. Dalam suasana yang terus memanas, publik menantikan kejelasan fakta dan langkah penyelesaian dari otoritas terkait.

Jangan Lewatkan:
  • Turun Tajam! Produksi Industri Jerman Anjlok pada Maret
  • Prabowo Resmikan Industri Baterai Listrik Terintegrasi Nasional
  • BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan Jemaah Haji di Arab Saudi
  • SouthCity Luncurkan Cluster Eksklusif Fortunia Cove

Industri Nikel Investasi Tambang PT IMIP Morowali PT IWIP Tsingshan Group
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrabowo Nilai Anggaran Pemulihan Sumatera Realistis dan Terukur
Next Article Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

Informasi lainnya

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026

Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan

11 April 2026

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

11 April 2026

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

1 April 2026
Paling Sering Dibaca

6 Alasan Mengapa Suami Harus Memeluk Istri Setiap Hari

Happy Alfi Salamah

ASEAN di Tengah Preseden Maduro

Editorial Udex Mundzir

Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers

Biografi Alfi Salamah

Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?

Opini Udex Mundzir

Saatnya Gen Z Pimpin Ekonomi Kreatif Digital

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi