Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 16 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal pertama 2026 disebut menandai berakhirnya stagnasi di level lima persen.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati6 Mei 2026 Ekonomi
Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bersyukur atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berhasil menyentuh angka 5,61 persen (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 menjadi kabar yang disambut lega pemerintah. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih bergejolak, capaian 5,61 persen secara tahunan seperti menjadi “napas panjang” setelah bertahun-tahun ekonomi nasional berkutat di kisaran lima persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut capaian tersebut sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia mulai keluar dari fase stagnasi pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan usai pengumuman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi nasional pada Selasa (5/5/2026) di Jakarta. Menurutnya, realisasi tersebut melampaui ekspektasi pemerintah sekaligus menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

“Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” ujar Purbaya.

Ia mengaku sempat merasa cemas menjelang pengumuman data resmi dari BPS. Namun, setelah angka pertumbuhan diumumkan lebih tinggi dari perkiraan, ketegangan tersebut berubah menjadi rasa syukur. Purbaya menilai pencapaian ini merupakan momentum penting untuk memperkuat optimisme pasar serta menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Baca Juga:
  • Zulhas Usul Kewenangan Lartas Impor Pangan Pindah ke Kemenko Pangan
  • Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil
  • Efisiensi APBN Fokus pada Program Gizi dan Swasembada Pangan
  • Avanza Kuasai Puncak Penjualan Mobil Indonesia, Brio Tersingkir

“Kabar gembira ternyata, jadi kalau target tercapai santailah, saya nggak stres lagi,” katanya.

Berdasarkan laporan BPS, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini ditopang oleh meningkatnya belanja pemerintah dan penguatan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan sumbangan mencapai 54,36 persen. Meski demikian, sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi pemerintah.

Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti menjelaskan bahwa konsumsi pemerintah tumbuh signifikan hingga 21,81 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut dipengaruhi oleh realisasi pembayaran gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR), peningkatan belanja barang dan jasa, serta berbagai program bantuan sosial yang digulirkan pemerintah.

“Komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi konsumsi pemerintah 21,81 persen karena realisasi gaji ke-14 atau THR, belanja barang, dan jasa yang diserahkan ke masyarakat,” ujar Amalia.

Artikel Terkait:
  • OJK Siapkan Regulasi Baru untuk Lembaga Keuangan Mikro 
  • Proyek IKN Telan Rp 147,41 Triliun, Mayoritas dari APBN
  • Daftar 10 Terkaya Pejabat RI: Menteri dan Bupati Termasuk
  • Ancaman Selat Hormuz, Indef Usul Antisipasi Lonjakan Harga Minyak

Ia menambahkan, sejumlah program prioritas pemerintah ikut mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di berbagai daerah. Program tersebut dinilai meningkatkan perputaran ekonomi di sektor pangan, distribusi, hingga usaha mikro lokal.

Pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen ini juga dipandang sebagai sinyal positif bagi dunia usaha. Sejumlah ekonom menilai peningkatan konsumsi dan investasi dapat menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi hingga akhir tahun. Namun demikian, tantangan eksternal seperti perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas masih perlu diwaspadai pemerintah.

Selain itu, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi juga dinilai sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan konsistensi belanja negara. Pemerintah diharapkan mampu menjaga momentum ini dengan memperkuat sektor produktif, memperluas lapangan kerja, serta menjaga inflasi tetap terkendali.

Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada awal 2026 menjadi catatan penting bagi pemerintah sekaligus memberi optimisme baru bagi pelaku usaha dan masyarakat. Angka tersebut dianggap sebagai tanda bahwa ekonomi Indonesia mulai bergerak lebih cepat setelah lama tertahan di level pertumbuhan moderat.

Jangan Lewatkan:
  • Penghapusan Kuota Impor: Antara Efisiensi dan Ancaman bagi Petani
  • 100 Negara Buka 1,7 Juta Lowongan Kerja untuk WNI
  • Ternyata, Kenaikan UMP 6,5% Masih Gunakan Rumus Jokowi
  • Prabowo Tegaskan Indonesia Bebas Impor Beras Tahun 2025

BPS Ekonomi Indonesia 2026 Konsumsi Pemerintah Pertumbuhan Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleUsai Insiden Bekasi, Argo Bromo Anggrek Berganti Nama
Next Article ASN Tasikmalaya Naik Kuda Saat Hari Bebas BBM

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Evaluasi Smart City Kabupaten Sidoarjo, Sekda Minta Kolaborasi Hexahelix

Techno Silva

Memahami Etika Tak Tertulis di Masyarakat

Daily Tips Alfi Salamah

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Daily Tips Assyifa

7 Kunci Sukses ala Bill Gates yang Bisa Kamu Terapkan

Bisnis Ericka

Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?

Opini Lina Marlina
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi