Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal pertama 2026 disebut menandai berakhirnya stagnasi di level lima persen.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati6 Mei 2026 Ekonomi
Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bersyukur atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berhasil menyentuh angka 5,61 persen (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 menjadi kabar yang disambut lega pemerintah. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih bergejolak, capaian 5,61 persen secara tahunan seperti menjadi “napas panjang” setelah bertahun-tahun ekonomi nasional berkutat di kisaran lima persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut capaian tersebut sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia mulai keluar dari fase stagnasi pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan usai pengumuman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi nasional pada Selasa (5/5/2026) di Jakarta. Menurutnya, realisasi tersebut melampaui ekspektasi pemerintah sekaligus menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

“Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” ujar Purbaya.

Ia mengaku sempat merasa cemas menjelang pengumuman data resmi dari BPS. Namun, setelah angka pertumbuhan diumumkan lebih tinggi dari perkiraan, ketegangan tersebut berubah menjadi rasa syukur. Purbaya menilai pencapaian ini merupakan momentum penting untuk memperkuat optimisme pasar serta menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Baca Juga:
  • Ribuan Ojol Tuntut Turunkan Potongan Aplikasi
  • Pajak THR 2026: Aturan, Besaran, dan Cara Menghitungnya
  • Diskon 70% untuk 6 Bahan Pokok Selama Nataru
  • Bahlil Sebut Legalitas Hanya untuk Sumur Minyak Rakyat yang Sudah Jalan

“Kabar gembira ternyata, jadi kalau target tercapai santailah, saya nggak stres lagi,” katanya.

Berdasarkan laporan BPS, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini ditopang oleh meningkatnya belanja pemerintah dan penguatan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan sumbangan mencapai 54,36 persen. Meski demikian, sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi pemerintah.

Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti menjelaskan bahwa konsumsi pemerintah tumbuh signifikan hingga 21,81 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut dipengaruhi oleh realisasi pembayaran gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR), peningkatan belanja barang dan jasa, serta berbagai program bantuan sosial yang digulirkan pemerintah.

“Komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi konsumsi pemerintah 21,81 persen karena realisasi gaji ke-14 atau THR, belanja barang, dan jasa yang diserahkan ke masyarakat,” ujar Amalia.

Artikel Terkait:
  • BEI Targetkan Tambahan 10 Ribu Investor Syariah di 2025
  • Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun
  • Cek Fakta: China Kuasai Ekonomi RI, Benarkah?
  • PKS Ingatkan Dampak PHK Massal: Ekonomi Bisa Lesu

Ia menambahkan, sejumlah program prioritas pemerintah ikut mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di berbagai daerah. Program tersebut dinilai meningkatkan perputaran ekonomi di sektor pangan, distribusi, hingga usaha mikro lokal.

Pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen ini juga dipandang sebagai sinyal positif bagi dunia usaha. Sejumlah ekonom menilai peningkatan konsumsi dan investasi dapat menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi hingga akhir tahun. Namun demikian, tantangan eksternal seperti perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas masih perlu diwaspadai pemerintah.

Selain itu, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi juga dinilai sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan konsistensi belanja negara. Pemerintah diharapkan mampu menjaga momentum ini dengan memperkuat sektor produktif, memperluas lapangan kerja, serta menjaga inflasi tetap terkendali.

Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada awal 2026 menjadi catatan penting bagi pemerintah sekaligus memberi optimisme baru bagi pelaku usaha dan masyarakat. Angka tersebut dianggap sebagai tanda bahwa ekonomi Indonesia mulai bergerak lebih cepat setelah lama tertahan di level pertumbuhan moderat.

Jangan Lewatkan:
  • Karawang Tergeser! Kota Bekasi Jadi Pemimpin UMK Tertinggi di Jawa Barat
  • Turun Tajam! Produksi Industri Jerman Anjlok pada Maret
  • Ekspor Indonesia Naik 6,65 Persen, Sawit Jadi Penopang Utama
  • Pinjaman Paylater Bank Tembus Rp22,78 T per Maret 2025

BPS Ekonomi Indonesia 2026 Konsumsi Pemerintah Pertumbuhan Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleUsai Insiden Bekasi, Argo Bromo Anggrek Berganti Nama
Next Article ASN Tasikmalaya Naik Kuda Saat Hari Bebas BBM

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?

Perspektif Udex Mundzir

Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Editorial Udex Mundzir

Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan

Perspektif Udex Mundzir

Pabrik Semen Gresik Menjadi Objek Vital Nasional

Bisnis Alfi Salamah

Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi