Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

Raksasa teknologi memanfaatkan Piala Dunia 2026 untuk menguji kecerdasan buatan di level global.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati14 Juni 2026 Saintek
Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global
Piala Dunia 2026 Jadi Arena Besar Adu Kecanggihan AI Global (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Piala Dunia 2026 bukan hanya panggung terbesar sepak bola dunia. Turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga menjadi arena pertarungan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang melibatkan sejumlah perusahaan teknologi global. Dari analisis pertandingan hingga pengalaman penonton, AI kini menjadi pemain baru yang ikut menentukan jalannya kompetisi.

FIFA menyiapkan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen paling modern dalam sejarah. Untuk pertama kalinya, 48 negara akan bertanding dalam 104 pertandingan yang tersebar di 16 kota tuan rumah. Skala yang jauh lebih besar dibanding edisi sebelumnya membuat FIFA membutuhkan dukungan teknologi yang mampu mengelola data, operasional, hingga pengalaman penonton secara real time.

Di tengah kebutuhan tersebut, Lenovo tampil sebagai mitra teknologi resmi FIFA. Perusahaan asal Tiongkok itu mendapat mandat menyediakan berbagai solusi berbasis AI untuk mendukung operasional turnamen, mulai dari pengelolaan infrastruktur digital, analisis performa pemain, hingga pemrosesan data pertandingan dalam jumlah sangat besar.

“Lenovo adalah mitra teknologi pertama FIFA di tingkat global. Kami harus membangun kepercayaan menggunakan keunggulan teknologi kecerdasan buatan,” ujar Chief Technology and Delivery Officer Lenovo, Art Hu, dalam acara Lenovo Tech World 2026 di Hong Kong, Selasa (10/3/26).

Baca Juga:
  • Celios: AI Dongkrak Ekonomi RI, 97 Juta Pekerjaan Baru Menanti
  • Kemenkes Tegaskan ChatGPT Tak Bisa Gantikan Diagnosis Dokter
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya
  • Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir

Salah satu inovasi yang mulai diperkenalkan adalah Football AI Pro. Teknologi ini memungkinkan tim peserta memperoleh analisis pertandingan secara lebih mendalam melalui pemanfaatan big data, visualisasi tiga dimensi, dan pemetaan taktik berbasis AI. FIFA berharap akses terhadap analisis modern tidak hanya dinikmati negara-negara besar, tetapi juga tersedia bagi seluruh peserta turnamen.

AI juga akan digunakan untuk membantu perangkat pertandingan. Teknologi seperti Referee View memungkinkan wasit memperoleh sudut pandang tambahan berbasis data dan simulasi digital. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan akurasi pengambilan keputusan sekaligus memperkuat transparansi dalam pertandingan.

Bagi penonton, dampak AI akan terasa lebih nyata. Penggemar sepak bola nantinya dapat menikmati statistik pertandingan secara instan, avatar digital pemain, tayangan interaktif, hingga visualisasi data yang lebih kaya selama siaran langsung berlangsung. Pengalaman menonton tidak lagi sekadar menyaksikan pertandingan, tetapi juga memahami setiap pergerakan pemain melalui bantuan analisis mesin.

Persaingan ini memperlihatkan bagaimana olahraga kini menjadi laboratorium besar bagi pengembangan AI. Perusahaan teknologi tidak hanya mempromosikan produk mereka, tetapi juga menguji kemampuan sistem dalam menangani miliaran data yang bergerak dalam waktu bersamaan. Turnamen dengan jutaan penonton global menjadi panggung ideal untuk menunjukkan keunggulan teknologi masing-masing.

Artikel Terkait:
  • Era Facebook dan Instagram Telah Berakhir
  • Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
  • Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI
  • Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

Fenomena tersebut menandai perubahan penting dalam dunia olahraga modern. Jika pada masa lalu inovasi terbesar adalah tayangan televisi berwarna, teknologi goal-line, atau Video Assistant Referee (VAR), maka kini kecerdasan buatan menjadi fondasi baru yang menghubungkan atlet, pelatih, penyelenggara, dan penonton dalam satu ekosistem digital.

Bagi masyarakat, perkembangan ini menunjukkan bahwa AI tidak lagi terbatas pada industri teknologi atau pusat penelitian. Teknologi tersebut mulai hadir dalam aktivitas sehari-hari, termasuk hiburan dan olahraga yang dinikmati miliaran orang di seluruh dunia. Piala Dunia 2026 menjadi contoh bagaimana kompetisi olahraga dapat sekaligus menjadi etalase kemajuan teknologi global.

Ketika peluit pertama dibunyikan pada Juni 2026, perhatian dunia memang akan tertuju pada gol, strategi, dan para bintang lapangan. Namun di balik layar, akan berlangsung pertandingan lain yang tak kalah menarik: adu kecerdasan buatan para raksasa teknologi dalam membentuk masa depan sepak bola modern.

Jangan Lewatkan:
  • PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • ChatGPT di WhatsApp Kini Bisa Proses Perintah Gambar dan Suara
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
Artificial Intelligence FIFA Lenovo Piala Dunia 2026 Teknologi Olahraga
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKetika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)
Next Article Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

Perspektif Alfi Salamah

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Travel Alfi Salamah

Tarif Trump: Senjata Makan Tuan

Editorial Udex Mundzir

Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Travel Alfi Salamah

Hakim Mana yang Berani Vonis Ijazah Palsu?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi