Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ilmuwan Temukan Warna “Olo”, Hanya Lima Orang yang Pernah Melihatnya

Dikembangkan lewat eksperimen laser retina, warna “Olo” disebut lebih jenuh dari warna alami.
ErickaEricka29 April 2025 Saintek
Temuan Warna Baru Ilmuwan Olo 2025
Ilustrasi Temuan Warna Baru "Olo" (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Dalam eksperimen menakjubkan yang memicu perdebatan di kalangan ilmuwan, sekelompok peneliti dari Amerika Serikat mengklaim telah menemukan sebuah warna baru yang belum pernah terlihat sebelumnya oleh mata manusia. Warna itu mereka sebut sebagai “Olo”, hasil dari manipulasi sinyal visual pada retina melalui teknologi laser presisi tinggi.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances dan dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prof Ren Ng dari Universitas California.

Dalam wawancara dengan BBC Radio 4, Prof Ng menjelaskan bahwa “Olo” muncul sebagai hasil dari stimulasi eksklusif sel kerucut M di retina, tanpa menstimulasi kerucut L atau S sebagaimana lazimnya terjadi dalam persepsi warna alami.

“Olo lebih jenuh daripada warna apa pun yang dapat Anda lihat di dunia nyata,” kata Prof Ng, yang juga menjadi salah satu dari lima orang pertama di dunia yang pernah melihat warna ini.

Baca Juga:
  • AI Geser Google, Facebook, dan iPhone dari Puncak Dominasi
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia
  • Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram

Eksperimen dilakukan menggunakan perangkat bernama “Oz” yang terdiri dari cermin, laser, dan alat optik khusus untuk menargetkan sel kerucut tertentu di retina. Hasilnya adalah pengalaman visual yang tidak bisa direplikasi melalui kombinasi warna biasa atau ditampilkan di layar digital.

Sel kerucut M, L, dan S masing-masing peka terhadap panjang gelombang hijau, merah, dan biru. Dalam kondisi alami, aktivasi salah satu biasanya akan memicu aktivasi sebagian lainnya.

Namun dalam eksperimen ini, hanya kerucut M yang distimulasi, menciptakan sinyal unik ke otak—menghasilkan warna yang secara teoritis tidak bisa dilihat secara alami.

Artikel Terkait:
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya
  • Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat

Namun, sebagian ilmuwan menyatakan skeptis terhadap klaim ini. Prof John Barbur dari City St George, University of London, menyebut temuan ini sebagai “masalah interpretasi,” dan menekankan bahwa persepsi warna sangat bergantung pada sensitivitas sel dan faktor otak lainnya.

Meski masih menuai debat, penelitian ini diyakini membuka peluang baru dalam studi persepsi warna, terutama bagi mereka yang mengalami buta warna. Tim peneliti berharap temuan ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk membantu pengembangan teknologi penglihatan atau bahkan alat bantu visual di masa depan.

Jangan Lewatkan:
  • Google Tolak Aturan Blokir Akun Anak di Indonesia
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • ChatGPT di WhatsApp Kini Bisa Proses Perintah Gambar dan Suara
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025
Ilmuwan Amerika Olo Penelitian Retina Saintek 2025 Warna Baru
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePramono Tunjuk Cak Lontong Jadi Komisaris Ancol
Next Article Mundur dari PCO, Hasan Nasbi Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo

Informasi lainnya

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

14 Juni 2026

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ujian Jabatan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak

Opini Silva

Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar

Opini Udex Mundzir

Resep Puding Karamel Kukus Hanya dengan 1 Telur

Food Alfi Salamah

Mengukir Adab Haji dan Sunnah Wasiat Sebelum Berangkat

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi