Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 8 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ilmuwan Temukan Warna “Olo”, Hanya Lima Orang yang Pernah Melihatnya

Dikembangkan lewat eksperimen laser retina, warna “Olo” disebut lebih jenuh dari warna alami.
ErickaEricka29 April 2025 Saintek
Temuan Warna Baru Ilmuwan Olo 2025
Ilustrasi Temuan Warna Baru "Olo" (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Dalam eksperimen menakjubkan yang memicu perdebatan di kalangan ilmuwan, sekelompok peneliti dari Amerika Serikat mengklaim telah menemukan sebuah warna baru yang belum pernah terlihat sebelumnya oleh mata manusia. Warna itu mereka sebut sebagai “Olo”, hasil dari manipulasi sinyal visual pada retina melalui teknologi laser presisi tinggi.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances dan dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prof Ren Ng dari Universitas California.

Dalam wawancara dengan BBC Radio 4, Prof Ng menjelaskan bahwa “Olo” muncul sebagai hasil dari stimulasi eksklusif sel kerucut M di retina, tanpa menstimulasi kerucut L atau S sebagaimana lazimnya terjadi dalam persepsi warna alami.

“Olo lebih jenuh daripada warna apa pun yang dapat Anda lihat di dunia nyata,” kata Prof Ng, yang juga menjadi salah satu dari lima orang pertama di dunia yang pernah melihat warna ini.

Baca Juga:
  • Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025

Eksperimen dilakukan menggunakan perangkat bernama “Oz” yang terdiri dari cermin, laser, dan alat optik khusus untuk menargetkan sel kerucut tertentu di retina. Hasilnya adalah pengalaman visual yang tidak bisa direplikasi melalui kombinasi warna biasa atau ditampilkan di layar digital.

Sel kerucut M, L, dan S masing-masing peka terhadap panjang gelombang hijau, merah, dan biru. Dalam kondisi alami, aktivasi salah satu biasanya akan memicu aktivasi sebagian lainnya.

Namun dalam eksperimen ini, hanya kerucut M yang distimulasi, menciptakan sinyal unik ke otak—menghasilkan warna yang secara teoritis tidak bisa dilihat secara alami.

Artikel Terkait:
  • Resonansi Orbit dan Gerhana Total
  • Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?
  • Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025

Namun, sebagian ilmuwan menyatakan skeptis terhadap klaim ini. Prof John Barbur dari City St George, University of London, menyebut temuan ini sebagai “masalah interpretasi,” dan menekankan bahwa persepsi warna sangat bergantung pada sensitivitas sel dan faktor otak lainnya.

Meski masih menuai debat, penelitian ini diyakini membuka peluang baru dalam studi persepsi warna, terutama bagi mereka yang mengalami buta warna. Tim peneliti berharap temuan ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk membantu pengembangan teknologi penglihatan atau bahkan alat bantu visual di masa depan.

Jangan Lewatkan:
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
  • Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang
  • Chat GPT Akses Informasi Terkini dengan Cepat dan Efektif
  • Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya
Ilmuwan Amerika Olo Penelitian Retina Saintek 2025 Warna Baru
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePramono Tunjuk Cak Lontong Jadi Komisaris Ancol
Next Article Mundur dari PCO, Hasan Nasbi Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Film Korea Komedi Pilihan untuk Malam Tahun Baru 2026

Daily Tips Lisda Lisdiawati

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan dalam Islam

Islami Alfi Salamah

Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta Bebas Pajak

Bisnis Assyifa

Haji Idi dan Situasi Simalakama di Pilkada Sampang

Perspektif Udex Mundzir

Nikah Anti Ribet: Cara Mudah Daftar di KUA

Islami Assyifa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi