Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 26 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ilmuwan Temukan Warna “Olo”, Hanya Lima Orang yang Pernah Melihatnya

Dikembangkan lewat eksperimen laser retina, warna “Olo” disebut lebih jenuh dari warna alami.
ErickaEricka29 April 2025 Saintek
Temuan Warna Baru Ilmuwan Olo 2025
Ilustrasi Temuan Warna Baru "Olo" (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Dalam eksperimen menakjubkan yang memicu perdebatan di kalangan ilmuwan, sekelompok peneliti dari Amerika Serikat mengklaim telah menemukan sebuah warna baru yang belum pernah terlihat sebelumnya oleh mata manusia. Warna itu mereka sebut sebagai “Olo”, hasil dari manipulasi sinyal visual pada retina melalui teknologi laser presisi tinggi.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances dan dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prof Ren Ng dari Universitas California.

Dalam wawancara dengan BBC Radio 4, Prof Ng menjelaskan bahwa “Olo” muncul sebagai hasil dari stimulasi eksklusif sel kerucut M di retina, tanpa menstimulasi kerucut L atau S sebagaimana lazimnya terjadi dalam persepsi warna alami.

“Olo lebih jenuh daripada warna apa pun yang dapat Anda lihat di dunia nyata,” kata Prof Ng, yang juga menjadi salah satu dari lima orang pertama di dunia yang pernah melihat warna ini.

Baca Juga:
  • BRIN Kembangkan Robot Lunak untuk Medis dan SAR
  • Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia
  • Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang
  • Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

Eksperimen dilakukan menggunakan perangkat bernama “Oz” yang terdiri dari cermin, laser, dan alat optik khusus untuk menargetkan sel kerucut tertentu di retina. Hasilnya adalah pengalaman visual yang tidak bisa direplikasi melalui kombinasi warna biasa atau ditampilkan di layar digital.

Sel kerucut M, L, dan S masing-masing peka terhadap panjang gelombang hijau, merah, dan biru. Dalam kondisi alami, aktivasi salah satu biasanya akan memicu aktivasi sebagian lainnya.

Namun dalam eksperimen ini, hanya kerucut M yang distimulasi, menciptakan sinyal unik ke otak—menghasilkan warna yang secara teoritis tidak bisa dilihat secara alami.

Artikel Terkait:
  • Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global
  • AI Geser Google, Facebook, dan iPhone dari Puncak Dominasi
  • Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram

Namun, sebagian ilmuwan menyatakan skeptis terhadap klaim ini. Prof John Barbur dari City St George, University of London, menyebut temuan ini sebagai “masalah interpretasi,” dan menekankan bahwa persepsi warna sangat bergantung pada sensitivitas sel dan faktor otak lainnya.

Meski masih menuai debat, penelitian ini diyakini membuka peluang baru dalam studi persepsi warna, terutama bagi mereka yang mengalami buta warna. Tim peneliti berharap temuan ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk membantu pengembangan teknologi penglihatan atau bahkan alat bantu visual di masa depan.

Jangan Lewatkan:
  • Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?
  • Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
Ilmuwan Amerika Olo Penelitian Retina Saintek 2025 Warna Baru
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePramono Tunjuk Cak Lontong Jadi Komisaris Ancol
Next Article Mundur dari PCO, Hasan Nasbi Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Hukum Mencium Tangan dan Berdiri untuk Menghormati dalam Islam

Islami Ericka

Jamnas Bukan Ajang Si Punya Uang

Editorial Udex Mundzir

Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Perspektif Alfi Salamah

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Travel Alfi Salamah

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi