Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 8 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Persona AI kian canggih meniru manusia dan berpotensi memanipulasi opini publik dalam sistem demokrasi modern.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati25 April 2026 Saintek
AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital
Ilustrasi kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Riuh percakapan di media sosial kini tak selalu mencerminkan suara manusia. Di balik layar, kecerdasan buatan diam-diam menyusun “keramaian” yang tampak nyata, seolah publik sepakat pada satu pandangan tertentu.

Fenomena ini menjadi sorotan para peneliti lintas negara yang memperingatkan bahwa persona berbasis AI dapat memainkan peran besar dalam membentuk opini publik. Dalam kajian terbaru yang dimuat di jurnal Science, mereka mengungkap bagaimana sistem ini mampu meniru perilaku manusia secara daring dan masuk ke berbagai komunitas digital.

Persona AI tidak sekadar menyebar pesan, tetapi juga aktif berdiskusi, merespons komentar, dan membangun narasi yang konsisten. Dengan dukungan model bahasa besar dan sistem multi-agen, satu operator bahkan bisa mengendalikan ribuan “identitas digital” sekaligus.

“Kita tidak seharusnya membayangkan bahwa masyarakat akan tetap tidak berubah seiring munculnya sistem-sistem ini. Kemungkinan hasilnya adalah menurunnya kepercayaan terhadap suara-suara yang tidak dikenal di media sosial, yang dapat memberdayakan para selebritas dan mempersulit pesan-pesan dari akar rumput untuk menembusnya,” ujar Kevin Leyton-Brown, ilmuwan komputer dari University of British Columbia.

Baca Juga:
  • Robot Humanoid Beratribut Polisi Hadir di Gladi HUT Bhayangkara
  • Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB
  • Ilmuwan Temukan Warna “Olo”, Hanya Lima Orang yang Pernah Melihatnya
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat

Kemampuan AI untuk menyesuaikan bahasa, memahami konteks lokal, dan bereaksi secara real-time membuatnya sulit dibedakan dari pengguna manusia. Bahkan, sistem ini mampu menguji berbagai pendekatan komunikasi dalam skala besar untuk menemukan pesan paling persuasif.

Akibatnya, apa yang terlihat sebagai kesepakatan publik sebenarnya bisa jadi hasil rekayasa algoritma. Konsensus semu ini berpotensi mengarahkan opini masyarakat, terutama dalam isu politik dan momentum penting seperti pemilihan umum.

Tanda-tanda ancaman ini sudah mulai terlihat melalui maraknya deepfake dan situs berita palsu berbasis AI. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa teknologi tersebut telah memengaruhi percakapan publik di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Selain memengaruhi opini saat ini, aktivitas jaringan AI juga diduga berdampak jangka panjang. Konten yang disebarkan secara masif dapat menjadi bahan pelatihan sistem AI berikutnya, sehingga membentuk pola informasi yang terus berulang dan bias.

Artikel Terkait:
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • Google Tolak Aturan Blokir Akun Anak di Indonesia
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
  • Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

Para ahli menilai, tantangan terbesar ke depan adalah mendeteksi serta mengendalikan kampanye pengaruh berbasis AI sebelum berkembang luas. Tanpa langkah antisipatif, demokrasi digital berisiko terdistorsi oleh suara-suara buatan yang sulit dikenali.

Pada akhirnya, masyarakat dihadapkan pada pertanyaan mendasar: apakah yang kita lihat di ruang digital benar-benar cerminan opini publik, atau sekadar ilusi yang dibangun mesin?

Jangan Lewatkan:
  • Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir
  • Belerang Murni di Mars: Temuan Mengejutkan Curiosity
  • Kemenkes Tegaskan ChatGPT Tak Bisa Gantikan Diagnosis Dokter
  • Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?
AI Deepfake demokrasi digital Opini Publik Teknologi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleUji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026
Next Article Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

Informasi lainnya

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

11 April 2026

Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir

10 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bulu Kucing Rontok, Najis atau Tidak?

Islami Udex Mundzir

Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

Editorial Lisda Lisdiawati

Rahasia Minyak Zaitun untuk Kulit dan Rambut Sehat

Daily Tips Ericka

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

Profil Alfi Salamah

Tukin Dosen: Antara Janji dan Realita

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi