Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Persona AI kian canggih meniru manusia dan berpotensi memanipulasi opini publik dalam sistem demokrasi modern.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati25 April 2026 Saintek
AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital
Ilustrasi kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Riuh percakapan di media sosial kini tak selalu mencerminkan suara manusia. Di balik layar, kecerdasan buatan diam-diam menyusun “keramaian” yang tampak nyata, seolah publik sepakat pada satu pandangan tertentu.

Fenomena ini menjadi sorotan para peneliti lintas negara yang memperingatkan bahwa persona berbasis AI dapat memainkan peran besar dalam membentuk opini publik. Dalam kajian terbaru yang dimuat di jurnal Science, mereka mengungkap bagaimana sistem ini mampu meniru perilaku manusia secara daring dan masuk ke berbagai komunitas digital.

Persona AI tidak sekadar menyebar pesan, tetapi juga aktif berdiskusi, merespons komentar, dan membangun narasi yang konsisten. Dengan dukungan model bahasa besar dan sistem multi-agen, satu operator bahkan bisa mengendalikan ribuan “identitas digital” sekaligus.

“Kita tidak seharusnya membayangkan bahwa masyarakat akan tetap tidak berubah seiring munculnya sistem-sistem ini. Kemungkinan hasilnya adalah menurunnya kepercayaan terhadap suara-suara yang tidak dikenal di media sosial, yang dapat memberdayakan para selebritas dan mempersulit pesan-pesan dari akar rumput untuk menembusnya,” ujar Kevin Leyton-Brown, ilmuwan komputer dari University of British Columbia.

Baca Juga:
  • Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram

Kemampuan AI untuk menyesuaikan bahasa, memahami konteks lokal, dan bereaksi secara real-time membuatnya sulit dibedakan dari pengguna manusia. Bahkan, sistem ini mampu menguji berbagai pendekatan komunikasi dalam skala besar untuk menemukan pesan paling persuasif.

Akibatnya, apa yang terlihat sebagai kesepakatan publik sebenarnya bisa jadi hasil rekayasa algoritma. Konsensus semu ini berpotensi mengarahkan opini masyarakat, terutama dalam isu politik dan momentum penting seperti pemilihan umum.

Tanda-tanda ancaman ini sudah mulai terlihat melalui maraknya deepfake dan situs berita palsu berbasis AI. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa teknologi tersebut telah memengaruhi percakapan publik di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Selain memengaruhi opini saat ini, aktivitas jaringan AI juga diduga berdampak jangka panjang. Konten yang disebarkan secara masif dapat menjadi bahan pelatihan sistem AI berikutnya, sehingga membentuk pola informasi yang terus berulang dan bias.

Artikel Terkait:
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya
  • Resonansi Orbit dan Gerhana Total
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat
  • Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

Para ahli menilai, tantangan terbesar ke depan adalah mendeteksi serta mengendalikan kampanye pengaruh berbasis AI sebelum berkembang luas. Tanpa langkah antisipatif, demokrasi digital berisiko terdistorsi oleh suara-suara buatan yang sulit dikenali.

Pada akhirnya, masyarakat dihadapkan pada pertanyaan mendasar: apakah yang kita lihat di ruang digital benar-benar cerminan opini publik, atau sekadar ilusi yang dibangun mesin?

Jangan Lewatkan:
  • AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI
  • Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager
  • PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
AI Deepfake demokrasi digital Opini Publik Teknologi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleUji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026
Next Article Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?

Perspektif Udex Mundzir

Bendera Fiksi, Ketakutan Nyata

Editorial Udex Mundzir

Ijazah Pejabat Harus Diverifikasi Ulang

Editorial Udex Mundzir

Imam Lupa Baca Al-Fatihah, Apakah Sholatnya Sah?

Islami Udex Mundzir

Bank Mandiri Berkolaborasi Ciptakan Smart Financing untuk UKM

Bisnis Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi