Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

Kecerdasan buatan kini tak hanya menjawab soal teknis, tapi juga menggantikan bisikan spiritual manusia.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati23 November 2025 Saintek
Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?
Ilustrasi para pemeluk agama kini beralih pada kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk ibadah dan panduan spiritual. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

New Delhi – Di tengah gegap gempita zaman digital, kecerdasan buatan (AI) mulai merambah ranah paling personal dan sakral manusia: keimanan. Dari kuil-kuil di India hingga gereja di Amerika, AI kini digunakan sebagai perantara spiritual, menampilkan wajah baru ibadah yang menantang batas antara kode dan keyakinan.

Fenomena ini terlihat dari kisah Vijay Meel, seorang pemuda di Rajasthan, India, yang beralih dari pemuka agama ke chatbot spiritual bernama GitaGPT saat mengalami krisis hidup. Dengan menyampaikan kutipan Bhagavad Gita, chatbot ini memberinya kelegaan batin, menjelma menjadi teman refleksi yang menggantikan peran guru spiritual.

“Ada kenyamanan yang tak saya duga ketika mendengar kata-kata itu, meski keluar dari layar,” ujar Vijay.

Fenomena spiritual digital ini merepresentasikan pergeseran besar dalam praktik beragama global. AI seperti GitaGPT, Text With Jesus, hingga QuranGPT menjangkau jutaan pengguna, bahkan melayani konsultasi religius dalam berbagai agama. Ini menandai tren baru di mana manusia mulai berinteraksi dengan ‘nabi digital’ sebagai sumber pencerahan.

Baca Juga:
  • BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon
  • Celios: AI Dongkrak Ekonomi RI, 97 Juta Pekerjaan Baru Menanti
  • Digital Paper 2023 Lonjakan Inovasi Keluaran Terbaru
  • Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX

Menurut antropolog Holly Walters dari Wellesley College, India menjadi semacam “laboratorium iman” modern. Walters menjelaskan bahwa dalam konteks alienasi masyarakat modern, chatbot religius menawarkan ruang privat yang mudah diakses dan tidak menghakimi.

“Dalam teologi Hindu, wujud fisik seperti patung dianggap sakral. Maka, tidak mengherankan jika masyarakat mulai menerima AI sebagai medium spiritual,” katanya.

Robot Krishna, chatbot Confucius, hingga gajah robot bernama Raman yang memimpin ritual di Kerala, menjadi bagian dari lanskap religius baru ini. Bahkan, pada ajang Maha Kumbh Mela 2025, asisten AI multibahasa disiapkan untuk membimbing jutaan peziarah.

Namun, tak sedikit yang menyoroti bahaya etisnya. Lyndon Drake, peneliti dari Universitas Oxford, memperingatkan soal “halusinasi AI” ketika chatbot memberikan jawaban ngawur namun meyakinkan. Dalam kasus GitaGPT, algoritma sempat menjustifikasi kekerasan atas nama dharma. Sementara bot ‘pastor digital’ Catholic Answers sempat menyarankan baptisan dengan Gatorade, menimbulkan kegaduhan besar.

Artikel Terkait:
  • Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal
  • ChatGPT di WhatsApp Kini Bisa Proses Perintah Gambar dan Suara
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • Chat GPT Akses Informasi Terkini dengan Cepat dan Efektif

“AI bisa tahu isi kitab, tapi tidak punya konteks moral atau pengalaman spiritual,” ujar Drake.

Kekhawatiran lain muncul dari kesenjangan literasi digital. Banyak pengguna yang tidak memahami bahwa jawaban AI bukan wahyu ilahi, melainkan hasil pengolahan data buatan manusia. Ini bisa menimbulkan anggapan sesat bahwa AI adalah suara Tuhan itu sendiri.

Meski begitu, era spiritualitas digital tampaknya tak terelakkan. AI menawarkan solusi bagi generasi muda yang mencari akses spiritual cepat dan personal, di tengah keterbatasan pemuka agama yang makin sulit dijangkau.

Ketika manusia mulai mencari Tuhan dalam pantulan layar dan suara algoritma, satu pertanyaan kian mengemuka: apakah iman masih butuh jiwa manusia, atau cukup lewat cloud server?

Jangan Lewatkan:
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
  • Era Facebook dan Instagram Telah Berakhir
  • Fenomena Sturgeon Moon Hiasi Langit Agustus
  • Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?
AI dan Agama Chatbot Religius Etika AI Kecerdasan Buatan Spiritualitas Digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKH Miftachul Akhyar Desak Gus Yahya Mundur dari PBNU
Next Article MUI Serukan Evaluasi Pajak Agar Lebih Berkeadilan

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Liburan Hemat ke Jepang untuk Pemula

Travel Alfi Salamah

Menjadi Lebih Baik

Islami Syamril Al-Bugisyi

Nick Woodman dan Kisah Sukses GoPro

Profil Lina Marlina

Shin Tae Yong Beri Dampak Positif pada Sepak Bola Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

KTP dan Pajak yang Tak Sederhana

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi