Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 27 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

Kecerdasan buatan kini tak hanya menjawab soal teknis, tapi juga menggantikan bisikan spiritual manusia.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati23 November 2025 Saintek
Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?
Ilustrasi para pemeluk agama kini beralih pada kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk ibadah dan panduan spiritual. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

New Delhi – Di tengah gegap gempita zaman digital, kecerdasan buatan (AI) mulai merambah ranah paling personal dan sakral manusia: keimanan. Dari kuil-kuil di India hingga gereja di Amerika, AI kini digunakan sebagai perantara spiritual, menampilkan wajah baru ibadah yang menantang batas antara kode dan keyakinan.

Fenomena ini terlihat dari kisah Vijay Meel, seorang pemuda di Rajasthan, India, yang beralih dari pemuka agama ke chatbot spiritual bernama GitaGPT saat mengalami krisis hidup. Dengan menyampaikan kutipan Bhagavad Gita, chatbot ini memberinya kelegaan batin, menjelma menjadi teman refleksi yang menggantikan peran guru spiritual.

“Ada kenyamanan yang tak saya duga ketika mendengar kata-kata itu, meski keluar dari layar,” ujar Vijay.

Fenomena spiritual digital ini merepresentasikan pergeseran besar dalam praktik beragama global. AI seperti GitaGPT, Text With Jesus, hingga QuranGPT menjangkau jutaan pengguna, bahkan melayani konsultasi religius dalam berbagai agama. Ini menandai tren baru di mana manusia mulai berinteraksi dengan ‘nabi digital’ sebagai sumber pencerahan.

Baca Juga:
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
  • Chat GPT Akses Informasi Terkini dengan Cepat dan Efektif
  • Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

Menurut antropolog Holly Walters dari Wellesley College, India menjadi semacam “laboratorium iman” modern. Walters menjelaskan bahwa dalam konteks alienasi masyarakat modern, chatbot religius menawarkan ruang privat yang mudah diakses dan tidak menghakimi.

“Dalam teologi Hindu, wujud fisik seperti patung dianggap sakral. Maka, tidak mengherankan jika masyarakat mulai menerima AI sebagai medium spiritual,” katanya.

Robot Krishna, chatbot Confucius, hingga gajah robot bernama Raman yang memimpin ritual di Kerala, menjadi bagian dari lanskap religius baru ini. Bahkan, pada ajang Maha Kumbh Mela 2025, asisten AI multibahasa disiapkan untuk membimbing jutaan peziarah.

Namun, tak sedikit yang menyoroti bahaya etisnya. Lyndon Drake, peneliti dari Universitas Oxford, memperingatkan soal “halusinasi AI” ketika chatbot memberikan jawaban ngawur namun meyakinkan. Dalam kasus GitaGPT, algoritma sempat menjustifikasi kekerasan atas nama dharma. Sementara bot ‘pastor digital’ Catholic Answers sempat menyarankan baptisan dengan Gatorade, menimbulkan kegaduhan besar.

Artikel Terkait:
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia
  • Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026
  • AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

“AI bisa tahu isi kitab, tapi tidak punya konteks moral atau pengalaman spiritual,” ujar Drake.

Kekhawatiran lain muncul dari kesenjangan literasi digital. Banyak pengguna yang tidak memahami bahwa jawaban AI bukan wahyu ilahi, melainkan hasil pengolahan data buatan manusia. Ini bisa menimbulkan anggapan sesat bahwa AI adalah suara Tuhan itu sendiri.

Meski begitu, era spiritualitas digital tampaknya tak terelakkan. AI menawarkan solusi bagi generasi muda yang mencari akses spiritual cepat dan personal, di tengah keterbatasan pemuka agama yang makin sulit dijangkau.

Ketika manusia mulai mencari Tuhan dalam pantulan layar dan suara algoritma, satu pertanyaan kian mengemuka: apakah iman masih butuh jiwa manusia, atau cukup lewat cloud server?

Jangan Lewatkan:
  • Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
AI dan Agama Chatbot Religius Etika AI Kecerdasan Buatan Spiritualitas Digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKH Miftachul Akhyar Desak Gus Yahya Mundur dari PBNU
Next Article MUI Serukan Evaluasi Pajak Agar Lebih Berkeadilan

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Moral Publik Mati

Editorial Udex Mundzir

Tegakkan Hukum, Bukan Cari Kambing Hitam

Editorial Udex Mundzir

dr. Dara Ayu: Dari Madrasah Aliyah ke Fakultas Kedokteran

Profil Ericka

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

Perspektif Udex Mundzir

Rhenald Kasali: Merantau, Sekolah Kehidupan yang Sesungguhnya

Profil Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi