Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

Sidang Isbat Kemenag Putuskan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 19 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati19 Maret 2026 Kesehatan
Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya
Ilustrasi makanan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Euforia Lebaran kerap diibaratkan seperti “pesta balas dendam” setelah sebulan menahan lapar dan dahaga. Namun di balik hidangan lezat seperti ketupat, opor, dan kue manis, tersimpan ancaman kesehatan yang sering diabaikan banyak orang. Perubahan pola makan secara tiba-tiba justru bisa menjadi bumerang bagi tubuh jika tidak disikapi dengan bijak.

Fenomena makan berlebihan saat Idul Fitri menjadi perhatian para ahli gizi. Pada Kamis (19/03/2026), pemerhati gizi Rimbawan menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan proses adaptasi setelah menjalani puasa selama Ramadan.

Sayangnya, banyak masyarakat langsung kembali ke pola makan lama bahkan dalam jumlah berlebihan. Konsumsi makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam dalam waktu singkat dinilai berisiko memicu gangguan kesehatan, mulai dari masalah pencernaan hingga penyakit kronis seperti obesitas dan hipertensi.

“Peralihan dari berpuasa ke bersantap dapat menjadi tantangan bagi kesehatan kita. Setelah mengakhiri puasa, banyak orang segera kembali pada kebiasaan makan sebelumnya, bahkan secara berlebihan seperti makan terlalu banyak serta mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam,” ujar Rimbawan dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/3/2026).

Baca Juga:
  • Gedung Imdaad Hamid RSKD Balikpapan Siap Tangani Penyakit Infeksius dan Stroke
  • Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir
  • Burnout Diam-Diam di Anak Muda
  • Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit

Ia menambahkan bahwa sistem pencernaan yang selama sebulan bekerja lebih teratur tidak bisa langsung dipaksa memproses makanan berat dalam jumlah besar. Jika hal ini terjadi, risiko gangguan seperti diare, kembung, hingga lonjakan gula darah dapat meningkat. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan ekstrem saat libur Lebaran juga dapat meningkatkan risiko diabetes, terutama pada individu yang sebelumnya sudah memiliki faktor risiko.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat disarankan menerapkan pola makan bertahap dengan komposisi gizi seimbang. Konsumsi sayur, buah, protein, serta lemak sehat perlu diutamakan guna menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. Protein dinilai penting karena mampu membantu mengontrol nafsu makan sekaligus menjaga massa otot.

Selain pola makan, aktivitas fisik juga tidak boleh diabaikan. Meski suasana Lebaran identik dengan bersantai dan berkumpul bersama keluarga, olahraga ringan seperti berjalan kaki tetap dianjurkan agar tubuh tetap aktif. Pengendalian porsi makan juga menjadi kunci penting, termasuk membiasakan diri berhenti makan sebelum merasa terlalu kenyang.

Tantangan lain muncul saat bersilaturahmi ke rumah kerabat. Hidangan yang disajikan umumnya tinggi lemak dan gula, sehingga sulit untuk ditolak. Dalam situasi ini, masyarakat dianjurkan tetap bersikap sopan namun tegas dalam menjaga pola makan agar tidak berlebihan.

Artikel Terkait:
  • IDAI Imbau Orang Tua: Vaksinasi Anak Sebelum Mudik Lebaran
  • Menu MBG Ramadan Diganti Instan, Ahli Gizi: Berisiko Sesat Pikir
  • Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
  • Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

“Pertahankan gaya hidup sehat dan nikmati Lebaran secara seimbang untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Gaya hidup sehat juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup serta membuat kita lebih produktif,” kata Rimbawan.

Tak kalah penting, menjaga hidrasi, kualitas tidur, serta mengelola stres juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh selama perayaan Idul Fitri. Dengan langkah sederhana namun konsisten, masyarakat dapat menikmati momen Lebaran tanpa harus mengorbankan kesehatan.

Sebagai penutup, Lebaran sejatinya bukan hanya tentang kemenangan spiritual, tetapi juga momentum menjaga keseimbangan hidup. Mengontrol pola makan dan gaya hidup menjadi kunci agar kebahagiaan tidak berubah menjadi risiko kesehatan di kemudian hari.

Jangan Lewatkan:
  • Mitos dan Fakta Seputar Vape yang Perlu Kamu Tahu
  • Kemendagri Pastikan Dukung Eliminasi Malaria di Wilayah Papua
  • Jalan Kaki Sehat, Tubuh jadi Kuat
  • Dinas Kesehatan Jakarta Catat 79 Kasus Virus HMPV Selama 2025
Kesehatan Lebaran Kesehatan Masyarakat Nutrisi Seimbang Pola Makan Risiko Penyakit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHilal Dipantau di 117 Titik, Lebaran Segera Ditetapkan
Next Article Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

Informasi lainnya

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

7 Maret 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026

Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental

11 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Alibi Efisiensi, Pilkada Tetap Harus Langsung

Editorial Udex Mundzir

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

Islami Alfi Salamah

Musim Haji Penjualan Sarung Tenun Goyor di Jombang Meningkat

Islami Alfi Salamah

Paspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati

Happy Alfi Salamah

Jangan Serahkan Pendidikan ke Negara yang Tak Konsisten

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi