Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 8 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati19 Maret 2026 Kesehatan
Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya
Ilustrasi makanan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Euforia Lebaran kerap diibaratkan seperti “pesta balas dendam” setelah sebulan menahan lapar dan dahaga. Namun di balik hidangan lezat seperti ketupat, opor, dan kue manis, tersimpan ancaman kesehatan yang sering diabaikan banyak orang. Perubahan pola makan secara tiba-tiba justru bisa menjadi bumerang bagi tubuh jika tidak disikapi dengan bijak.

Fenomena makan berlebihan saat Idul Fitri menjadi perhatian para ahli gizi. Pada Kamis (19/03/2026), pemerhati gizi Rimbawan menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan proses adaptasi setelah menjalani puasa selama Ramadan.

Sayangnya, banyak masyarakat langsung kembali ke pola makan lama bahkan dalam jumlah berlebihan. Konsumsi makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam dalam waktu singkat dinilai berisiko memicu gangguan kesehatan, mulai dari masalah pencernaan hingga penyakit kronis seperti obesitas dan hipertensi.

“Peralihan dari berpuasa ke bersantap dapat menjadi tantangan bagi kesehatan kita. Setelah mengakhiri puasa, banyak orang segera kembali pada kebiasaan makan sebelumnya, bahkan secara berlebihan seperti makan terlalu banyak serta mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam,” ujar Rimbawan dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/3/2026).

Baca Juga:
  • Mitos dan Fakta Seputar Vape yang Perlu Kamu Tahu
  • Sehat dengan Konsumsi Buah-buahan, Inilah Kunci Hidup Lebih Berkualitas
  • Daun Kemangi Lebih dari Sekedar Pelengkap Hidangan
  • Tahukah Kamu Asupan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur?

Ia menambahkan bahwa sistem pencernaan yang selama sebulan bekerja lebih teratur tidak bisa langsung dipaksa memproses makanan berat dalam jumlah besar. Jika hal ini terjadi, risiko gangguan seperti diare, kembung, hingga lonjakan gula darah dapat meningkat. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan ekstrem saat libur Lebaran juga dapat meningkatkan risiko diabetes, terutama pada individu yang sebelumnya sudah memiliki faktor risiko.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat disarankan menerapkan pola makan bertahap dengan komposisi gizi seimbang. Konsumsi sayur, buah, protein, serta lemak sehat perlu diutamakan guna menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. Protein dinilai penting karena mampu membantu mengontrol nafsu makan sekaligus menjaga massa otot.

Selain pola makan, aktivitas fisik juga tidak boleh diabaikan. Meski suasana Lebaran identik dengan bersantai dan berkumpul bersama keluarga, olahraga ringan seperti berjalan kaki tetap dianjurkan agar tubuh tetap aktif. Pengendalian porsi makan juga menjadi kunci penting, termasuk membiasakan diri berhenti makan sebelum merasa terlalu kenyang.

Tantangan lain muncul saat bersilaturahmi ke rumah kerabat. Hidangan yang disajikan umumnya tinggi lemak dan gula, sehingga sulit untuk ditolak. Dalam situasi ini, masyarakat dianjurkan tetap bersikap sopan namun tegas dalam menjaga pola makan agar tidak berlebihan.

Artikel Terkait:
  • Self Love, Kunci Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Diri
  • Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan
  • 12 Manfaat Mengonsumsi Air Putih untuk Kesehatan Tubuh Manusia
  • Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

“Pertahankan gaya hidup sehat dan nikmati Lebaran secara seimbang untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Gaya hidup sehat juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup serta membuat kita lebih produktif,” kata Rimbawan.

Tak kalah penting, menjaga hidrasi, kualitas tidur, serta mengelola stres juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh selama perayaan Idul Fitri. Dengan langkah sederhana namun konsisten, masyarakat dapat menikmati momen Lebaran tanpa harus mengorbankan kesehatan.

Sebagai penutup, Lebaran sejatinya bukan hanya tentang kemenangan spiritual, tetapi juga momentum menjaga keseimbangan hidup. Mengontrol pola makan dan gaya hidup menjadi kunci agar kebahagiaan tidak berubah menjadi risiko kesehatan di kemudian hari.

Jangan Lewatkan:
  • 7 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Setelah Makan
  • Sehat Mental di Tengah Serbuan Digital
  • Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran
  • Tanda-Tanda Tubuh Butuh Bantuan yang Sering Diabaikan
Kesehatan Lebaran Kesehatan Masyarakat Nutrisi Seimbang Pola Makan Risiko Penyakit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHilal Dipantau di 117 Titik, Lebaran Segera Ditetapkan
Next Article Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

Informasi lainnya

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

7 Maret 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Siapa Saja yang Wajib Zakat Fitrah dan Bagaimana Ketentuan Waktunya?

Islami Ericka

Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi

Profil Adit Musthofa

Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?

Opini Lina Marlina

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Editorial Udex Mundzir

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

Happy Alfi Salamah
Berita Lainnya
Nasional
Ericka3 Mei 2025

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi