Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati19 Maret 2026 Kesehatan
Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya
Ilustrasi makanan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Euforia Lebaran kerap diibaratkan seperti “pesta balas dendam” setelah sebulan menahan lapar dan dahaga. Namun di balik hidangan lezat seperti ketupat, opor, dan kue manis, tersimpan ancaman kesehatan yang sering diabaikan banyak orang. Perubahan pola makan secara tiba-tiba justru bisa menjadi bumerang bagi tubuh jika tidak disikapi dengan bijak.

Fenomena makan berlebihan saat Idul Fitri menjadi perhatian para ahli gizi. Pada Kamis (19/03/2026), pemerhati gizi Rimbawan menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan proses adaptasi setelah menjalani puasa selama Ramadan.

Sayangnya, banyak masyarakat langsung kembali ke pola makan lama bahkan dalam jumlah berlebihan. Konsumsi makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam dalam waktu singkat dinilai berisiko memicu gangguan kesehatan, mulai dari masalah pencernaan hingga penyakit kronis seperti obesitas dan hipertensi.

“Peralihan dari berpuasa ke bersantap dapat menjadi tantangan bagi kesehatan kita. Setelah mengakhiri puasa, banyak orang segera kembali pada kebiasaan makan sebelumnya, bahkan secara berlebihan seperti makan terlalu banyak serta mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam,” ujar Rimbawan dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/3/2026).

Baca Juga:
  • Kemendukbangga Luncurkan Akademi Keluarga di Harganas 2025
  • Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir
  • Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?
  • Self Love, Kunci Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Diri

Ia menambahkan bahwa sistem pencernaan yang selama sebulan bekerja lebih teratur tidak bisa langsung dipaksa memproses makanan berat dalam jumlah besar. Jika hal ini terjadi, risiko gangguan seperti diare, kembung, hingga lonjakan gula darah dapat meningkat. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan ekstrem saat libur Lebaran juga dapat meningkatkan risiko diabetes, terutama pada individu yang sebelumnya sudah memiliki faktor risiko.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat disarankan menerapkan pola makan bertahap dengan komposisi gizi seimbang. Konsumsi sayur, buah, protein, serta lemak sehat perlu diutamakan guna menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. Protein dinilai penting karena mampu membantu mengontrol nafsu makan sekaligus menjaga massa otot.

Selain pola makan, aktivitas fisik juga tidak boleh diabaikan. Meski suasana Lebaran identik dengan bersantai dan berkumpul bersama keluarga, olahraga ringan seperti berjalan kaki tetap dianjurkan agar tubuh tetap aktif. Pengendalian porsi makan juga menjadi kunci penting, termasuk membiasakan diri berhenti makan sebelum merasa terlalu kenyang.

Tantangan lain muncul saat bersilaturahmi ke rumah kerabat. Hidangan yang disajikan umumnya tinggi lemak dan gula, sehingga sulit untuk ditolak. Dalam situasi ini, masyarakat dianjurkan tetap bersikap sopan namun tegas dalam menjaga pola makan agar tidak berlebihan.

Artikel Terkait:
  • Mengenali Anjing Rabies: Ciri-Ciri dan Langkah Cegah Penularannya
  • Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!
  • Waspadai Tanda Masalah Usus Sejak Dini
  • Daun Kelor, Superfood Alami dengan Beragam Manfaat Kesehatan

“Pertahankan gaya hidup sehat dan nikmati Lebaran secara seimbang untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Gaya hidup sehat juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup serta membuat kita lebih produktif,” kata Rimbawan.

Tak kalah penting, menjaga hidrasi, kualitas tidur, serta mengelola stres juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh selama perayaan Idul Fitri. Dengan langkah sederhana namun konsisten, masyarakat dapat menikmati momen Lebaran tanpa harus mengorbankan kesehatan.

Sebagai penutup, Lebaran sejatinya bukan hanya tentang kemenangan spiritual, tetapi juga momentum menjaga keseimbangan hidup. Mengontrol pola makan dan gaya hidup menjadi kunci agar kebahagiaan tidak berubah menjadi risiko kesehatan di kemudian hari.

Jangan Lewatkan:
  • Dugaan Pemotongan Anggaran MBG, Apakah Cukup untuk Gizi Anak?
  • Sehat Mental di Tengah Serbuan Digital
  • Kerja Sama Indonesia-Swedia, RS Dharmais Terima Hibah Rp15,3 Miliar
  • BPOM Terbitkan Izin Edar untuk Dua Obat Kanker Baru
Kesehatan Lebaran Kesehatan Masyarakat Nutrisi Seimbang Pola Makan Risiko Penyakit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHilal Dipantau di 117 Titik, Lebaran Segera Ditetapkan
Next Article Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

Informasi lainnya

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

25 September 2026

Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan

11 September 2026

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Meraih Berkah, Inilah Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah

Islami Alfi Salamah

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Daily Tips Assyifa

Keutamaan Puasa Arafah, Ampunan Dosa dan Keselamatan dari Neraka

Islami Alfi Salamah

5 Kota Dingin di Jawa Timur yang Cocok untuk Liburan

Travel Alfi Salamah

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi