Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 15 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

Imbauan Kemenkes agar masyarakat tidak sembarangan menyentuh bayi saat silaturahmi Lebaran karena risiko penularan campak meningkat.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Maret 2026 Kesehatan
Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran
Ilustrasi bayi gejala campak (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Tradisi menyapa bayi dengan cubitan pipi atau menggendong saat bersilaturahmi kerap dianggap wajar. Namun kebiasaan ini justru diingatkan pemerintah sebagai potensi risiko kesehatan, terutama menjelang momen Lebaran yang identik dengan pertemuan keluarga besar.

Kementerian Kesehatan meminta masyarakat lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi dan balita ketika berkumpul. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menilai kebiasaan menyentuh bayi tanpa memperhatikan kondisi kesehatan dapat meningkatkan potensi penularan campak yang tergolong penyakit sangat mudah menular.

Menurut Andi, bayi dan balita merupakan kelompok usia yang paling rentan terpapar penyakit menular. Risiko tersebut semakin tinggi saat momentum pertemuan keluarga seperti Lebaran, ketika banyak orang saling berkunjung dan berinteraksi dalam waktu lama.

“Memang kebiasaan asal sentuh anak bayi, balita begitu saat kita kumpul-kumpul, terutama Lebaran, sebaiknya memang dikurangi atau bahkan dihindari karena risiko penularan (campak) tinggi,” kata Andi dalam konferensi pers virtual, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga:
  • Dugaan Pemotongan Anggaran MBG, Apakah Cukup untuk Gizi Anak?
  • Menu MBG Ramadan Diganti Instan, Ahli Gizi: Berisiko Sesat Pikir
  • Wacana Dokter Umum Boleh Operasi Caesar Dikritik Keras
  • Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

Ia juga mengingatkan orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul gejala yang mengarah pada campak. Gejala awal biasanya berupa demam yang disertai ruam kemerahan pada kulit.

“Apabila ada anak demam dan bergejala seperti ruam, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan termasuk pemeriksaannya,” ujarnya.

Selain itu, Kemenkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa agar tidak menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit ke kelompok yang lebih rentan, terutama bayi dan balita yang sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.

“Khusus kepada individu yang memiliki gejala demam, ada tanda-tanda suspek campak, seperti ruam, kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul, kemudian tidak pergi ke tempat-tempat, termasuk tidak pergi ke tempat-tempat wisata dan juga ke tempat-tempat keramaian lainnya, sebaiknya di rumah saja seperti begitu,” kata Andi.

Artikel Terkait:
  • Samarinda Sehat: BPOM Verifikasi 11 Kantin Sekolah Aman untuk Siswa
  • Kemendukbangga Luncurkan Akademi Keluarga di Harganas 2025
  • Dinas Kesehatan Jakarta Catat 79 Kasus Virus HMPV Selama 2025
  • Sehat dengan Konsumsi Buah-buahan, Inilah Kunci Hidup Lebih Berkualitas

Ia menjelaskan, peningkatan kasus campak dalam beberapa tahun terakhir kerap terjadi setelah periode libur panjang. Aktivitas masyarakat yang lebih sering berkumpul dan bepergian dianggap menjadi faktor yang mempercepat penularan penyakit.

Kondisi ini membuat pemerintah kembali menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama menjelang hari raya yang identik dengan mobilitas dan pertemuan keluarga. Upaya pencegahan sederhana seperti menjaga jarak dengan bayi ketika sakit, tidak menyentuh anak tanpa izin orang tua, serta menunda menghadiri keramaian saat mengalami gejala penyakit dinilai dapat menekan risiko penularan.

Kemenkes berharap masyarakat dapat lebih sadar bahwa menjaga kesehatan tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga kelompok rentan di sekitar mereka. Dengan kedisiplinan tersebut, potensi penyebaran penyakit seperti campak di tengah momen kebersamaan dapat diminimalkan.

Jangan Lewatkan:
  • Kemenkes Kirim Dokter Belajar Penanganan Jantung ke Luar Negeri
  • Rahasia Tingkatkan Daya Ingat dan Kesehatan Otak Melalui Nutrisi
  • Kepesertaan Aktif JKN Jadi Syarat Pemohon SIM di Sidoarjo
  • IDAI Imbau Orang Tua: Vaksinasi Anak Sebelum Mudik Lebaran
Campak Kemenkes Kesehatan Anak Lebaran Penularan Penyakit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleResonansi Orbit dan Gerhana Total
Next Article Kemenag Rilis Panduan Takbiran di Bali Saat Nyepi

Informasi lainnya

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026

Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental

11 Februari 2026

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

10 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Al‑Biruni: Penjelajah Ilmu Tanpa Batas

Profil Alfi Salamah

Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Food Assyifa

Kehadiran Prabowo di Kongres Projo, Akan Menegaskan Dirinya “Termul”

Editorial Udex Mundzir

Bukan Sekadar Angka Kemiskinan

Editorial Udex Mundzir

Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi