Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

Imbauan Kemenkes agar masyarakat tidak sembarangan menyentuh bayi saat silaturahmi Lebaran karena risiko penularan campak meningkat.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Maret 2026 Kesehatan
Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran
Ilustrasi bayi gejala campak (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Tradisi menyapa bayi dengan cubitan pipi atau menggendong saat bersilaturahmi kerap dianggap wajar. Namun kebiasaan ini justru diingatkan pemerintah sebagai potensi risiko kesehatan, terutama menjelang momen Lebaran yang identik dengan pertemuan keluarga besar.

Kementerian Kesehatan meminta masyarakat lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi dan balita ketika berkumpul. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menilai kebiasaan menyentuh bayi tanpa memperhatikan kondisi kesehatan dapat meningkatkan potensi penularan campak yang tergolong penyakit sangat mudah menular.

Menurut Andi, bayi dan balita merupakan kelompok usia yang paling rentan terpapar penyakit menular. Risiko tersebut semakin tinggi saat momentum pertemuan keluarga seperti Lebaran, ketika banyak orang saling berkunjung dan berinteraksi dalam waktu lama.

“Memang kebiasaan asal sentuh anak bayi, balita begitu saat kita kumpul-kumpul, terutama Lebaran, sebaiknya memang dikurangi atau bahkan dihindari karena risiko penularan (campak) tinggi,” kata Andi dalam konferensi pers virtual, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga:
  • Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata
  • Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental
  • Tahukah Kamu Asupan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur?
  • IDAI Imbau Orang Tua: Vaksinasi Anak Sebelum Mudik Lebaran

Ia juga mengingatkan orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul gejala yang mengarah pada campak. Gejala awal biasanya berupa demam yang disertai ruam kemerahan pada kulit.

“Apabila ada anak demam dan bergejala seperti ruam, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan termasuk pemeriksaannya,” ujarnya.

Selain itu, Kemenkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa agar tidak menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit ke kelompok yang lebih rentan, terutama bayi dan balita yang sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.

“Khusus kepada individu yang memiliki gejala demam, ada tanda-tanda suspek campak, seperti ruam, kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul, kemudian tidak pergi ke tempat-tempat, termasuk tidak pergi ke tempat-tempat wisata dan juga ke tempat-tempat keramaian lainnya, sebaiknya di rumah saja seperti begitu,” kata Andi.

Artikel Terkait:
  • Waspadai Tanda Masalah Usus Sejak Dini
  • Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
  • Tanda-Tanda Tubuh Butuh Bantuan yang Sering Diabaikan
  • Pemerintah Pastikan Vaksin TBC Bill Gates Aman Uji Klinis di Indonesia

Ia menjelaskan, peningkatan kasus campak dalam beberapa tahun terakhir kerap terjadi setelah periode libur panjang. Aktivitas masyarakat yang lebih sering berkumpul dan bepergian dianggap menjadi faktor yang mempercepat penularan penyakit.

Kondisi ini membuat pemerintah kembali menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama menjelang hari raya yang identik dengan mobilitas dan pertemuan keluarga. Upaya pencegahan sederhana seperti menjaga jarak dengan bayi ketika sakit, tidak menyentuh anak tanpa izin orang tua, serta menunda menghadiri keramaian saat mengalami gejala penyakit dinilai dapat menekan risiko penularan.

Kemenkes berharap masyarakat dapat lebih sadar bahwa menjaga kesehatan tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga kelompok rentan di sekitar mereka. Dengan kedisiplinan tersebut, potensi penyebaran penyakit seperti campak di tengah momen kebersamaan dapat diminimalkan.

Jangan Lewatkan:
  • Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh
  • Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya
  • Waspadai Gejala Alergi, Kenali Pemicunya dan Lindungi Diri!
  • Menu MBG Ramadan Diganti Instan, Ahli Gizi: Berisiko Sesat Pikir
Campak Kemenkes Kesehatan Anak Lebaran Penularan Penyakit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleResonansi Orbit dan Gerhana Total
Next Article Kemenag Rilis Panduan Takbiran di Bali Saat Nyepi

Informasi lainnya

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

25 September 2026

Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan

11 September 2026

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Manusia Bersifat Air

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Pilkada Sampang 2024: Situasi Ketat, Mandat Diunggulkan

Editorial Udex Mundzir

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Travel Alfi Salamah

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

Islami Lisda Lisdiawati

Mengenal Kandungan Gizi Es Krim Vanila

Food Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi