Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 13 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

Imbauan Kemenkes agar masyarakat tidak sembarangan menyentuh bayi saat silaturahmi Lebaran karena risiko penularan campak meningkat.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Maret 2026 Kesehatan
Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran
Ilustrasi bayi gejala campak (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Tradisi menyapa bayi dengan cubitan pipi atau menggendong saat bersilaturahmi kerap dianggap wajar. Namun kebiasaan ini justru diingatkan pemerintah sebagai potensi risiko kesehatan, terutama menjelang momen Lebaran yang identik dengan pertemuan keluarga besar.

Kementerian Kesehatan meminta masyarakat lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi dan balita ketika berkumpul. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menilai kebiasaan menyentuh bayi tanpa memperhatikan kondisi kesehatan dapat meningkatkan potensi penularan campak yang tergolong penyakit sangat mudah menular.

Menurut Andi, bayi dan balita merupakan kelompok usia yang paling rentan terpapar penyakit menular. Risiko tersebut semakin tinggi saat momentum pertemuan keluarga seperti Lebaran, ketika banyak orang saling berkunjung dan berinteraksi dalam waktu lama.

“Memang kebiasaan asal sentuh anak bayi, balita begitu saat kita kumpul-kumpul, terutama Lebaran, sebaiknya memang dikurangi atau bahkan dihindari karena risiko penularan (campak) tinggi,” kata Andi dalam konferensi pers virtual, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga:
  • Tempe, Superfood Lokal untuk Kesehatan dan Kecantikan
  • Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?
  • Tetap Sehat saat Traveling
  • Wacana Dokter Umum Boleh Operasi Caesar Dikritik Keras

Ia juga mengingatkan orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul gejala yang mengarah pada campak. Gejala awal biasanya berupa demam yang disertai ruam kemerahan pada kulit.

“Apabila ada anak demam dan bergejala seperti ruam, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan termasuk pemeriksaannya,” ujarnya.

Selain itu, Kemenkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa agar tidak menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit ke kelompok yang lebih rentan, terutama bayi dan balita yang sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.

“Khusus kepada individu yang memiliki gejala demam, ada tanda-tanda suspek campak, seperti ruam, kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul, kemudian tidak pergi ke tempat-tempat, termasuk tidak pergi ke tempat-tempat wisata dan juga ke tempat-tempat keramaian lainnya, sebaiknya di rumah saja seperti begitu,” kata Andi.

Artikel Terkait:
  • Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis
  • Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari
  • Tanda-Tanda Tubuh Butuh Bantuan yang Sering Diabaikan
  • 12 Manfaat Mengonsumsi Air Putih untuk Kesehatan Tubuh Manusia

Ia menjelaskan, peningkatan kasus campak dalam beberapa tahun terakhir kerap terjadi setelah periode libur panjang. Aktivitas masyarakat yang lebih sering berkumpul dan bepergian dianggap menjadi faktor yang mempercepat penularan penyakit.

Kondisi ini membuat pemerintah kembali menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama menjelang hari raya yang identik dengan mobilitas dan pertemuan keluarga. Upaya pencegahan sederhana seperti menjaga jarak dengan bayi ketika sakit, tidak menyentuh anak tanpa izin orang tua, serta menunda menghadiri keramaian saat mengalami gejala penyakit dinilai dapat menekan risiko penularan.

Kemenkes berharap masyarakat dapat lebih sadar bahwa menjaga kesehatan tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga kelompok rentan di sekitar mereka. Dengan kedisiplinan tersebut, potensi penyebaran penyakit seperti campak di tengah momen kebersamaan dapat diminimalkan.

Jangan Lewatkan:
  • Mitos dan Fakta Seputar Vape yang Perlu Kamu Tahu
  • Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir
  • Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit
  • Mulai Juli 2025, Cek Kesehatan Gratis Diperluas ke Sekolah dan Pesantren
Campak Kemenkes Kesehatan Anak Lebaran Penularan Penyakit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleResonansi Orbit dan Gerhana Total
Next Article Kemenag Rilis Panduan Takbiran di Bali Saat Nyepi

Informasi lainnya

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026

Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental

11 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta Bebas Pajak

Bisnis Assyifa

Idulfitri Momen Kembali Kepada Kesucian dan Memperkuat Toleransi

Islami Alfi Salamah

Hukum Berhubungan Suami Istri Malam Idulfitri

Islami Ericka

Menemukan Jati Diri di Tengah Krisis Moral

Islami Alfi Salamah

Syarikat Islam Gelar Iftar Jama’i, Perkuat Ekonomi dan Solidaritas Umat

Islami Ericka
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi