Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 9 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Mikroplastik mudah terbawa angin, mengalir bersama air, bahkan masuk ke dalam rantai makanan.
Alfi SalamahAlfi Salamah11 Juli 2026 Kesehatan
Mikroplastik
Ilustrasi Mikroplastik Mengalir Bersama Makanan Dan Minuman
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Plastik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari botol minuman, kemasan makanan, kantong belanja, hingga pakaian berbahan sintetis, hampir semua aktivitas manusia bersentuhan dengan plastik. Namun, di balik manfaatnya, muncul pertanyaan yang semakin sering dibahas para ilmuwan: benarkah mikroplastik sudah masuk ke dalam tubuh manusia?

Jawabannya adalah ya. Berbagai penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa partikel mikroplastik telah ditemukan di berbagai organ dan jaringan tubuh manusia. Meski demikian, para peneliti masih terus mempelajari dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan.

Apa Itu Mikroplastik?

Mikroplastik adalah potongan plastik berukuran sangat kecil, umumnya kurang dari lima milimeter. Partikel ini berasal dari dua sumber utama.

Pertama, mikroplastik primer, yaitu partikel plastik yang memang dibuat dalam ukuran kecil untuk keperluan industri atau produk tertentu. Kedua, mikroplastik sekunder, yaitu serpihan yang terbentuk ketika sampah plastik berukuran besar terurai akibat sinar matahari, gesekan, ombak, atau perubahan cuaca.

Karena ukurannya sangat kecil, mikroplastik mudah terbawa angin, mengalir bersama air, bahkan masuk ke dalam rantai makanan.

Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Tubuh Manusia?

Tanpa disadari, manusia dapat terpapar mikroplastik melalui berbagai jalur setiap hari.

1. Melalui makanan

Ikan, kerang, udang, garam laut, madu, hingga beberapa jenis sayuran dilaporkan mengandung partikel mikroplastik. Hal ini terjadi karena lingkungan perairan dan tanah telah tercemar oleh limbah plastik.

Ketika hewan laut memakan mikroplastik, partikel tersebut dapat berpindah ke rantai makanan dan akhirnya dikonsumsi manusia.

2. Melalui air minum

Beberapa penelitian menemukan mikroplastik pada air kemasan maupun air keran. Partikel tersebut dapat berasal dari sumber air, proses pengolahan, atau kemasan plastik itu sendiri.

3. Melalui udara

Mikroplastik juga melayang di udara sebagai debu halus. Serat dari pakaian sintetis, karpet, ban kendaraan, hingga aktivitas industri dapat menghasilkan partikel yang kemudian terhirup manusia.

Baca Juga:
  • Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
  • Gedung Imdaad Hamid RSKD Balikpapan Siap Tangani Penyakit Infeksius dan Stroke
  • Menkes Pastikan Vaksin TBC Gates Foundation Bukan Uji Coba Sembarangan
  • Prabowo Gratiskan Pemeriksaan Kesehatan bagi yang Ulang Tahun

Penelitian bahkan menemukan mikroplastik di udara dalam ruangan maupun di kawasan pegunungan yang jauh dari permukiman.

Di Mana Saja Mikroplastik Ditemukan dalam Tubuh?

Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik telah terdeteksi pada berbagai bagian tubuh manusia.

Beberapa studi melaporkan keberadaan mikroplastik pada:

  • darah;
  • paru-paru;
  • hati;
  • ginjal;
  • plasenta ibu hamil;
  • ASI;
  • jaringan pembuluh darah;
  • serta feses manusia.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa partikel plastik berukuran sangat kecil mampu berpindah melalui sistem tubuh, meski mekanismenya masih terus diteliti.

Apakah Mikroplastik Berbahaya?

Inilah pertanyaan yang paling sering diajukan masyarakat.

Hingga saat ini, para ilmuwan belum memiliki jawaban yang benar-benar pasti mengenai seberapa besar dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia. Namun, sejumlah penelitian laboratorium memberikan sinyal bahwa paparan mikroplastik dalam jumlah tertentu berpotensi memengaruhi fungsi biologis tubuh.

Beberapa kemungkinan dampak yang sedang diteliti meliputi:

  • peradangan pada jaringan;
  • stres oksidatif pada sel;
  • gangguan sistem imun;
  • perubahan keseimbangan hormon;
  • serta potensi meningkatkan risiko penyakit kronis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa bukti ilmiah mengenai dampak kesehatan mikroplastik pada manusia masih terus berkembang. Karena itu, penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui tingkat risiko sebenarnya.

Mengapa Mikroplastik Sulit Dihindari?

Salah satu tantangan terbesar adalah mikroplastik kini telah menyebar hampir ke seluruh lingkungan.

Partikel ini ditemukan di laut terdalam, sungai, tanah pertanian, air hujan, salju di kawasan kutub, hingga udara yang kita hirup setiap hari.

Artikel Terkait:
  • Kasus COVID-19 Naik, Kemenkes Imbau Warga Hindari Bepergian ke Luar Negeri
  • Merokok Setelah Olahraga, Kenali Risiko dan Bahaya bagi Kesehatan Tubuh
  • Lanny Mulqie: Pola Hidup Sehat Kunci Kelola Hipertensi
  • Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Bahkan, penelitian terbaru menemukan mikroplastik di awan dan kawasan pegunungan yang jauh dari aktivitas manusia. Hal ini menunjukkan bahwa partikel plastik dapat terbawa angin dalam jarak yang sangat jauh.

Dengan kondisi tersebut, hampir mustahil bagi manusia untuk menghindari paparan mikroplastik sepenuhnya.

Bisakah Kita Mengurangi Paparan Mikroplastik?

Meskipun sulit dihindari, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi paparan sehari-hari.

Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan antara lain:

  • menggunakan botol minum berbahan kaca atau stainless steel;
  • mengurangi penggunaan plastik sekali pakai;
  • tidak memanaskan makanan dalam wadah plastik, terutama di microwave;
  • memilih makanan segar dibanding makanan dengan kemasan berlapis plastik;
  • menggunakan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali;
  • rutin membersihkan rumah untuk mengurangi debu mikroplastik;
  • serta mencuci pakaian sintetis dengan bijak agar serat plastik tidak mudah terlepas ke lingkungan.

Langkah-langkah tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara luas dapat membantu mengurangi pencemaran plastik sekaligus menekan paparan mikroplastik.

Mengapa Isu Mikroplastik Penting?

Mikroplastik bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga masalah lingkungan.

Ketika sampah plastik terus diproduksi dan dibuang tanpa pengelolaan yang baik, jumlah mikroplastik di alam akan terus meningkat. Dampaknya tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga satwa liar, ekosistem laut, pertanian, hingga kualitas air yang menjadi sumber kehidupan.

Karena itu, upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Jangan Lewatkan:
  • Dokter Wayan Pemilik Rumah Sampah di Karawang Tetap Melayani Pasien
  • Meluruskan Konsep Self Love, Cinta Diri yang Sehat dan Seimbang
  • Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan
  • Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Jadi, Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia?

Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, jawabannya adalah benar. Mikroplastik telah ditemukan di berbagai bagian tubuh manusia, termasuk darah, paru-paru, plasenta, dan jaringan lainnya.

Namun, para ilmuwan juga menegaskan bahwa penelitian mengenai dampak jangka panjangnya masih terus berlangsung. Artinya, keberadaan mikroplastik di dalam tubuh belum bisa langsung disimpulkan akan menyebabkan penyakit tertentu, tetapi temuan ini menjadi sinyal penting agar masyarakat dan pemerintah lebih serius mengurangi pencemaran plastik.

Pada akhirnya, persoalan mikroplastik mengingatkan bahwa sampah yang dibuang hari ini tidak benar-benar hilang. Ia dapat berubah menjadi partikel yang kembali kepada manusia melalui udara yang dihirup, air yang diminum, dan makanan yang dikonsumsi. Menjaga lingkungan dari pencemaran plastik berarti juga menjaga kesehatan generasi sekarang dan yang akan datang.

Gaya Hidup Sehat Kesehatan Lingkungan Lingkungan Mikroplastik Polusi plastik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMengenang Rachmat Gobel, Putra Bangsa yang Mendedikasikan Hidup bagi Industri dan Negeri
Next Article Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Informasi lainnya

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

21 Agustus 2026

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

4 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Lulusan Gen Z Banyak Dipecat? Kenali Masalah dan Solusinya

Happy Udex Mundzir

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Daily Tips Alfi Salamah

Ijazah Pejabat Harus Diverifikasi Ulang

Editorial Udex Mundzir

Cara Memilih Hewan Qurban, Jenis, Usia, dan Kesehatan yang Harus Diperhatikan

Islami Udex Mundzir

Provokasi di Balik Aksi Jalanan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi