Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Tradwife Kembali Ramai, Pilihan atau Romantisasi?

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 29 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

Lonjakan penyakit di tenda pengungsian ungkap rapuhnya layanan kesehatan darurat di wilayah terdampak
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Desember 2025 Kesehatan
Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir
Sejumlah warga korban banjir berada di tenda pengungsian di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Aceh Utara – Seperti asap yang naik perlahan dari bara yang belum padam, masalah kesehatan mulai menghantui para penyintas banjir di Aceh.

Di tengah tenda-tenda darurat yang berdiri di atas tanah basah, demam, flu, penyakit kulit, hingga ISPA menyelinap menjadi ancaman baru yang tak kalah menekan dibanding derasnya air yang merusak rumah mereka beberapa hari lalu.

Situasi ini muncul setelah rangkaian bencana hidrometeorologi pada akhir November lalu memukul sejumlah wilayah di Aceh. Pemerintah provinsi menyebut dampak kesehatan kini semakin terlihat di berbagai titik pengungsian, terutama di kawasan terdampak banjir dan longsor.

Minimnya fasilitas kesehatan serta tenaga medis membuat penanganan darurat di lapangan berjalan tersendat, sementara jumlah pengungsi terus bertambah dari hari ke hari.

“Kami sudah mengaktifkan HEOC sebagai pusat operasi darurat kesehatan, dan laporan awal telah masuk melalui Rapid Health Assessment. Namun kondisi di lapangan membutuhkan tambahan tenaga medis,” ujar Juru Bicara Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, pada Minggu (7/12).

Baca Juga:
  • Inilah Gaya Hidup yang Memengaruhi Kesehatan Mata
  • Kelas 1-3 Dihapus, Iuran BPJS Kesehatan Berubah Juli 2025
  • Minuman Ini Redakan Nyeri Haid
  • Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

Ia menegaskan bahwa dukungan tenaga kesehatan cadangan dari pemerintah pusat menjadi kebutuhan mendesak mengingat beban kerja petugas lokal yang kian berat.

Murthalamuddin menjelaskan bahwa permintaan kepada Kementerian Kesehatan RI untuk menurunkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) bukan sekadar langkah antisipatif, melainkan upaya menyelamatkan ribuan pengungsi yang rentan terhadap penyakit menular.

TCK sendiri merupakan sumber daya kesehatan yang dimobilisasi khusus ketika daerah terdampak bencana tak mampu lagi mengandalkan fasilitas reguler.

Di lapangan, petugas medis yang ada bekerja dalam tekanan tinggi. Kondisi tenda yang lembap, kurangnya air bersih, hingga terbatasnya pasokan obat-obatan memperburuk risiko penyebaran penyakit. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling cepat menunjukkan gejala sakit, terutama infeksi pernapasan.

“Kami berharap tenaga tambahan dari pusat dapat memperkuat layanan evakuasi medis serta meningkatkan pelayanan kesehatan di pos-pos pengungsian,” tambah Murthala, menyoroti meningkatnya kasus penyakit berisiko sejak masa tanggap darurat dimulai.

Artikel Terkait:
  • Pemerintah Diminta Waspadai Defisit BPJS Kesehatan
  • Pengetahuan Minim Hambat Pengendalian TBC Nasional
  • Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!
  • Mengenali Anjing Rabies: Ciri-Ciri dan Langkah Cegah Penularannya

Beberapa laporan dari desa-desa terdampak menyebut antrean panjang terjadi di pos kesehatan darurat, sementara sebagian pengungsi terpaksa menunggu berjam-jam untuk mendapatkan pemeriksaan sederhana. Kondisi ini dikhawatirkan memicu gelombang penyakit yang lebih luas bila tidak segera tertangani.

Dengan sistem kesehatan daerah yang berada pada titik kritis, permintaan dukungan tambahan menjadi sinyal bahwa pemulihan Aceh tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat. Pemerintah daerah berharap kehadiran TCK dapat menjadi langkah awal meredam krisis kesehatan yang mulai meruncing.

Pada akhirnya, ancaman penyakit pascabencana ini menjadi pengingat bahwa badai tidak selalu datang dari langit. Terkadang, ia hadir dari dalam tenda pengungsian diam-diam, tetapi mematikan.

Jangan Lewatkan:
  • Dokter Wayan Pemilik Rumah Sampah di Karawang Tetap Melayani Pasien
  • Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental
  • 12 Manfaat Mengonsumsi Air Putih untuk Kesehatan Tubuh Manusia
  • Waspadai Tanda Masalah Usus Sejak Dini

Bencana Aceh ISPA Pengungsian Krisis Kesehatan Pascabanjir Penanganan Darurat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePMI Lepas Kapal Bantuan, 60 Tangki Air Siap Pulihkan Tiga Provinsi
Next Article Rob Masih Rendam Jalan RE Martadinata, Warga Diminta Waspada

Informasi lainnya

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Lumbung Korupsi dalam Demokrasi yang Terganjal

Editorial Udex Mundzir

Perselisihan Jabatan dan Integritas Pilkada

Editorial Udex Mundzir

10 Situs Legal dan Terpercaya untuk Nonton Film Gratis dengan Kualitas HD

Happy Dexpert Corp

Sejarah dan Keutamaan Surah Yasin dalam Al-Qur’an: Kisah dan Pengaruhnya

Islami Dexpert Corp

Pemblokiran Rekening Tanpa Akal

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi