Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 19 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

Lonjakan penyakit di tenda pengungsian ungkap rapuhnya layanan kesehatan darurat di wilayah terdampak
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Desember 2025 Kesehatan
Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir
Sejumlah warga korban banjir berada di tenda pengungsian di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Aceh Utara – Seperti asap yang naik perlahan dari bara yang belum padam, masalah kesehatan mulai menghantui para penyintas banjir di Aceh.

Di tengah tenda-tenda darurat yang berdiri di atas tanah basah, demam, flu, penyakit kulit, hingga ISPA menyelinap menjadi ancaman baru yang tak kalah menekan dibanding derasnya air yang merusak rumah mereka beberapa hari lalu.

Situasi ini muncul setelah rangkaian bencana hidrometeorologi pada akhir November lalu memukul sejumlah wilayah di Aceh. Pemerintah provinsi menyebut dampak kesehatan kini semakin terlihat di berbagai titik pengungsian, terutama di kawasan terdampak banjir dan longsor.

Minimnya fasilitas kesehatan serta tenaga medis membuat penanganan darurat di lapangan berjalan tersendat, sementara jumlah pengungsi terus bertambah dari hari ke hari.

“Kami sudah mengaktifkan HEOC sebagai pusat operasi darurat kesehatan, dan laporan awal telah masuk melalui Rapid Health Assessment. Namun kondisi di lapangan membutuhkan tambahan tenaga medis,” ujar Juru Bicara Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, pada Minggu (7/12).

Baca Juga:
  • Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
  • Tempe, Superfood Lokal untuk Kesehatan dan Kecantikan
  • Program Cek Kesehatan Gratis Sasar 53,8 Juta Siswa Mulai 4 Agustus
  • Rahasia Tingkatkan Daya Ingat dan Kesehatan Otak Melalui Nutrisi

Ia menegaskan bahwa dukungan tenaga kesehatan cadangan dari pemerintah pusat menjadi kebutuhan mendesak mengingat beban kerja petugas lokal yang kian berat.

Murthalamuddin menjelaskan bahwa permintaan kepada Kementerian Kesehatan RI untuk menurunkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) bukan sekadar langkah antisipatif, melainkan upaya menyelamatkan ribuan pengungsi yang rentan terhadap penyakit menular.

TCK sendiri merupakan sumber daya kesehatan yang dimobilisasi khusus ketika daerah terdampak bencana tak mampu lagi mengandalkan fasilitas reguler.

Di lapangan, petugas medis yang ada bekerja dalam tekanan tinggi. Kondisi tenda yang lembap, kurangnya air bersih, hingga terbatasnya pasokan obat-obatan memperburuk risiko penyebaran penyakit. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling cepat menunjukkan gejala sakit, terutama infeksi pernapasan.

“Kami berharap tenaga tambahan dari pusat dapat memperkuat layanan evakuasi medis serta meningkatkan pelayanan kesehatan di pos-pos pengungsian,” tambah Murthala, menyoroti meningkatnya kasus penyakit berisiko sejak masa tanggap darurat dimulai.

Artikel Terkait:
  • Waspadai Gejala Alergi, Kenali Pemicunya dan Lindungi Diri!
  • Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata
  • Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya
  • Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental

Beberapa laporan dari desa-desa terdampak menyebut antrean panjang terjadi di pos kesehatan darurat, sementara sebagian pengungsi terpaksa menunggu berjam-jam untuk mendapatkan pemeriksaan sederhana. Kondisi ini dikhawatirkan memicu gelombang penyakit yang lebih luas bila tidak segera tertangani.

Dengan sistem kesehatan daerah yang berada pada titik kritis, permintaan dukungan tambahan menjadi sinyal bahwa pemulihan Aceh tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat. Pemerintah daerah berharap kehadiran TCK dapat menjadi langkah awal meredam krisis kesehatan yang mulai meruncing.

Pada akhirnya, ancaman penyakit pascabencana ini menjadi pengingat bahwa badai tidak selalu datang dari langit. Terkadang, ia hadir dari dalam tenda pengungsian diam-diam, tetapi mematikan.

Jangan Lewatkan:
  • Menkes Pastikan Vaksin TBC Gates Foundation Bukan Uji Coba Sembarangan
  • Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran
  • Mitos dan Fakta Seputar Vape yang Perlu Kamu Tahu
  • Waspadai Tanda Masalah Usus Sejak Dini

Bencana Aceh ISPA Pengungsian Krisis Kesehatan Pascabanjir Penanganan Darurat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePMI Lepas Kapal Bantuan, 60 Tangki Air Siap Pulihkan Tiga Provinsi
Next Article Rob Masih Rendam Jalan RE Martadinata, Warga Diminta Waspada

Informasi lainnya

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Kemenangan 30 Muslim melawan Ribuan Kafir Quraisy

Islami Alfi Salamah

Tren Makanan Sehat di 2024

Food Alfi Salamah

Isuzu Optimis Pangsa Pasarnya akan Naik 1,3 Persen

Bisnis Alfi Salamah

Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan

Editorial Udex Mundzir

Menjaga Keberkahan Rumah dalam Islam

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi