Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

Lonjakan penyakit di tenda pengungsian ungkap rapuhnya layanan kesehatan darurat di wilayah terdampak
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Desember 2025 Kesehatan
Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir
Sejumlah warga korban banjir berada di tenda pengungsian di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Aceh Utara – Seperti asap yang naik perlahan dari bara yang belum padam, masalah kesehatan mulai menghantui para penyintas banjir di Aceh.

Di tengah tenda-tenda darurat yang berdiri di atas tanah basah, demam, flu, penyakit kulit, hingga ISPA menyelinap menjadi ancaman baru yang tak kalah menekan dibanding derasnya air yang merusak rumah mereka beberapa hari lalu.

Situasi ini muncul setelah rangkaian bencana hidrometeorologi pada akhir November lalu memukul sejumlah wilayah di Aceh. Pemerintah provinsi menyebut dampak kesehatan kini semakin terlihat di berbagai titik pengungsian, terutama di kawasan terdampak banjir dan longsor.

Minimnya fasilitas kesehatan serta tenaga medis membuat penanganan darurat di lapangan berjalan tersendat, sementara jumlah pengungsi terus bertambah dari hari ke hari.

“Kami sudah mengaktifkan HEOC sebagai pusat operasi darurat kesehatan, dan laporan awal telah masuk melalui Rapid Health Assessment. Namun kondisi di lapangan membutuhkan tambahan tenaga medis,” ujar Juru Bicara Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, pada Minggu (7/12).

Baca Juga:
  • Sehat dengan Konsumsi Buah-buahan, Inilah Kunci Hidup Lebih Berkualitas
  • Kemendagri Pastikan Dukung Eliminasi Malaria di Wilayah Papua
  • Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental
  • Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit

Ia menegaskan bahwa dukungan tenaga kesehatan cadangan dari pemerintah pusat menjadi kebutuhan mendesak mengingat beban kerja petugas lokal yang kian berat.

Murthalamuddin menjelaskan bahwa permintaan kepada Kementerian Kesehatan RI untuk menurunkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) bukan sekadar langkah antisipatif, melainkan upaya menyelamatkan ribuan pengungsi yang rentan terhadap penyakit menular.

TCK sendiri merupakan sumber daya kesehatan yang dimobilisasi khusus ketika daerah terdampak bencana tak mampu lagi mengandalkan fasilitas reguler.

Di lapangan, petugas medis yang ada bekerja dalam tekanan tinggi. Kondisi tenda yang lembap, kurangnya air bersih, hingga terbatasnya pasokan obat-obatan memperburuk risiko penyebaran penyakit. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling cepat menunjukkan gejala sakit, terutama infeksi pernapasan.

“Kami berharap tenaga tambahan dari pusat dapat memperkuat layanan evakuasi medis serta meningkatkan pelayanan kesehatan di pos-pos pengungsian,” tambah Murthala, menyoroti meningkatnya kasus penyakit berisiko sejak masa tanggap darurat dimulai.

Artikel Terkait:
  • 12 Manfaat Mengonsumsi Air Putih untuk Kesehatan Tubuh Manusia
  • Waspadai Gejala Alergi, Kenali Pemicunya dan Lindungi Diri!
  • Mengenali Anjing Rabies: Ciri-Ciri dan Langkah Cegah Penularannya
  • Rahasia Tingkatkan Daya Ingat dan Kesehatan Otak Melalui Nutrisi

Beberapa laporan dari desa-desa terdampak menyebut antrean panjang terjadi di pos kesehatan darurat, sementara sebagian pengungsi terpaksa menunggu berjam-jam untuk mendapatkan pemeriksaan sederhana. Kondisi ini dikhawatirkan memicu gelombang penyakit yang lebih luas bila tidak segera tertangani.

Dengan sistem kesehatan daerah yang berada pada titik kritis, permintaan dukungan tambahan menjadi sinyal bahwa pemulihan Aceh tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat. Pemerintah daerah berharap kehadiran TCK dapat menjadi langkah awal meredam krisis kesehatan yang mulai meruncing.

Pada akhirnya, ancaman penyakit pascabencana ini menjadi pengingat bahwa badai tidak selalu datang dari langit. Terkadang, ia hadir dari dalam tenda pengungsian diam-diam, tetapi mematikan.

Jangan Lewatkan:
  • 7 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Setelah Makan
  • Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari
  • Cara Mudah Mengurangi Gula dan Garam untuk Hidup Sehat
  • Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

Bencana Aceh ISPA Pengungsian Krisis Kesehatan Pascabanjir Penanganan Darurat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePMI Lepas Kapal Bantuan, 60 Tangki Air Siap Pulihkan Tiga Provinsi
Next Article Rob Masih Rendam Jalan RE Martadinata, Warga Diminta Waspada

Informasi lainnya

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

7 Maret 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Hidup dari Dividen Saham? Ini Modal yang Kamu Butuhkan!

Bisnis Ericka

Menjadi Kepala Daerah

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Mei Ayam Bakso Solo Samarinda Seberang, Sensasi Kuah Kental dan Pentol yang Lezat

Food Alwi Ahmad

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka

Menguji Gelar Pahlawan Soeharto

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi