Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 17 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Advokat Muhammad Sholeh wafat setelah menjalani perawatan, meninggalkan jejak perjuangan hukum dan pembelaan warga.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Agustus 2026 Obituari
Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga
Cak Sholeh dalam unggahan terakhir di tiktok pribadi. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Surabaya – Cak Sholeh mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.00 WIB di RS Siloam Surabaya. Sebelum meninggal, advokat kelahiran Sidoarjo, 2 Oktober 1976, tersebut menjalani perawatan selama kurang lebih 20 hari setelah beberapa tahun berjuang menghadapi penyakit autoimun.

“Betul, suami saya meninggal. Mohon maaf kalau ada kesalahan dari suami saya,” kata Ana, istri Cak Sholeh, saat memberikan konfirmasi mengenai wafatnya sang suami di Surabaya, Jumat (7/8/26).

“Jam 3 pagi meninggalnya, dirawat di RS Siloam,” ujar Ana dalam keterangan mengenai kondisi terakhir Cak Sholeh selama masa perawatan di Surabaya, Jumat (7/8/26).

Ana menyebut suaminya telah sekitar lima tahun mengalami penyakit autoimun. Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi kesehatan Cak Sholeh membuatnya harus menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya meninggal pada usia 49 tahun.

Jenazah Cak Sholeh disemayamkan di rumah duka di Jalan Lebak Rejo Utara II Nomor 49-51, Surabaya. Informasi yang beredar dari keluarga dan kerabat menyebut pemakaman direncanakan berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Prigen, tempat Cak Sholeh dikenal memiliki hubungan dekat dengan lingkungan pesantren.

Kepergian Cak Sholeh menyisakan cerita panjang tentang advokasi hukum, aktivisme, dan upaya memperjuangkan masyarakat yang merasa kesulitan mendapatkan akses keadilan. Dalam beberapa tahun terakhir, namanya semakin dikenal melalui slogan “No Viral No Justice”.

Slogan itu menggambarkan kritik terhadap kondisi penegakan hukum ketika sebuah persoalan sering kali baru mendapatkan perhatian luas setelah ramai di media sosial. Dalam praktik advokasinya, Cak Sholeh kerap membantu mengangkat persoalan warga ke ruang publik agar mendapatkan perhatian aparat, pemerintah, maupun masyarakat.

Cara tersebut membuat aktivitas advokasinya dekat dengan perubahan pola komunikasi masyarakat. Media sosial tidak hanya dipakai sebagai ruang menyampaikan keluhan, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun tekanan publik terhadap persoalan yang dianggap berjalan lambat.

Gerakan “No Viral No Justice” kemudian berkembang menjadi kegiatan bantuan hukum. Pada 2025, nama tersebut juga digunakan dalam deklarasi lembaga bantuan hukum yang bertujuan memperluas pendampingan terhadap masyarakat.

Baca Juga:
  • Emilia Contessa Meninggal Dunia, Dunia Hiburan Tanah Air Berduka
  • Pangeran Al Waleed Wafat Usai 20 Tahun Koma
  • Ibu Mahfud MD, Siti Khadijah, Tutup Usia
  • Pimpinan Gontor Amal Fathullah Zarkasyi Wafat

Bagi warga yang tidak memiliki akses luas terhadap lembaga hukum, pendekatan semacam itu memiliki arti penting. Persoalan pelayanan publik, perkara pidana, sengketa, hingga konflik yang melibatkan pihak dengan kekuasaan lebih besar kerap membutuhkan pendampingan agar suara warga tidak berhenti pada laporan administratif.

Namun jejak Cak Sholeh dalam dunia hukum sebenarnya telah berlangsung jauh sebelum slogan “No Viral No Justice” dikenal luas.

Dokumen Mahkamah Konstitusi mencatat Muhammad Sholeh sebagai salah satu pemohon pengujian Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Perkara tersebut tercatat sebagai Perkara Nomor 22/PUU-VI/2008 yang kemudian diperiksa bersama Perkara Nomor 24/PUU-VI/2008.

Salah satu ketentuan yang diuji berkaitan dengan mekanisme penetapan calon legislatif terpilih. Pada masa itu, nomor urut calon masih memiliki pengaruh besar dalam menentukan kandidat yang memperoleh kursi.

Mahkamah Konstitusi kemudian membatalkan mekanisme tersebut dan menegaskan penentuan calon legislatif terpilih berdasarkan perolehan suara terbanyak. Putusan itu kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan sistem pemilu legislatif Indonesia.

“Jejaknya dapat kita lihat saat gugatan Pemilu dengan sistem proporsional terbuka,” kata Lasiono, rekan Cak Sholeh dalam gerakan Reformasi 1998, ketika mengenang kiprah Muhammad Sholeh setelah kabar wafatnya beredar, Jumat (7/8/26).

Putusan tersebut membuat suara pemilih memiliki pengaruh lebih langsung terhadap calon yang mendapatkan kursi. Kandidat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada posisi nomor urut yang ditetapkan partai, melainkan harus mendapatkan dukungan suara dari pemilih.

Perubahan itu membawa konsekuensi besar bagi budaya politik Indonesia. Para calon anggota legislatif dituntut membangun hubungan langsung dengan konstituen karena peluang memperoleh kursi sangat berkaitan dengan jumlah suara yang mereka kumpulkan.

Artikel Terkait:
  • Suara Kritis Itu Telah Diam, Indonesia Kehilangan Kwik Kian Gie
  • Paus Fransiskus Wafat di Vatikan pada Usia 88 Tahun
  • Prof. Dr. Awang Faroek Ishak Tutup Usia
  • Istri Wapres Ke-4 RI Karlinah Umar Wirahadikusumah Tutup Usia

Di luar ruang persidangan, perjalanan Cak Sholeh juga bersinggungan dengan sejarah gerakan demokrasi Indonesia. Ia dikenal sebagai mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik dan menjadi bagian dari generasi aktivis yang tumbuh menjelang serta setelah Reformasi 1998.

Latar belakang tersebut ikut membentuk gaya advokasinya yang terbuka dan dekat dengan isu masyarakat. Ia tidak hanya menggunakan jalur hukum formal, tetapi juga memanfaatkan komunikasi publik untuk mendorong penyelesaian kasus.

“Betul, meninggal dunia pada hari Jumat,” ujar Lasiono saat mengonfirmasi kabar wafat Cak Sholeh sekaligus mengenang rekannya dalam perjalanan gerakan Reformasi dan advokasi hukum, Jumat (7/8/26).

Bagi masyarakat, wafatnya Cak Sholeh tidak sekadar kehilangan seorang pengacara. Kepergiannya juga menutup satu perjalanan panjang seorang aktivis yang bergerak dari ruang demonstrasi, ruang persidangan, hingga ruang digital.

Istilah “No Viral No Justice” yang melekat pada dirinya sekaligus menyimpan kritik terhadap akses keadilan. Di satu sisi, media sosial mampu membantu warga memperluas perhatian terhadap sebuah kasus. Di sisi lain, keadilan idealnya tetap berjalan berdasarkan hukum dan pelayanan institusi, tanpa menunggu sebuah perkara menjadi viral.

Di sinilah jejak advokasi Cak Sholeh memiliki relevansi bagi masyarakat. Perjuangan hukum tidak hanya berbicara tentang menang atau kalah di pengadilan, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat memahami haknya, memperoleh pendampingan, dan memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan.

Dari gugatan mengenai sistem penentuan calon legislatif hingga pendampingan perkara warga, nama Muhammad Sholeh tercatat dalam dua ruang yang berbeda tetapi saling berkaitan: demokrasi dan akses keadilan.

Jangan Lewatkan:
  • Mengenang Rachmat Gobel, Putra Bangsa yang Mendedikasikan Hidup bagi Industri dan Negeri
  • Mengenang Enembe, Mantan Gubernur Papua Tutup Usia
  • Abah Soleh Meninggal Dunia, Gus Barra: Saya Saksi Beliau Orang Baik, Jujur dan Sayang Keluarga
  • Hamdan ATT Wafat, Sang Pelantun ‘Termiskin di Dunia’ Tinggalkan Duka

Cak Sholeh meninggal pada usia 49 tahun, beberapa bulan sebelum genap berusia 50 tahun. Ia meninggalkan keluarga, rekan seperjuangan, serta jejak advokasi yang pernah bersentuhan langsung dengan perubahan sistem pemilu dan berbagai persoalan masyarakat.

Kepergiannya menutup perjalanan seorang advokat yang terbiasa membawa perkara warga ke ruang publik. Namun persoalan yang sering ia suarakan tetap tersisa: bagaimana memastikan keadilan dapat diakses siapa pun, bahkan ketika sebuah kasus tidak pernah menjadi viral.

Advokat Surabaya Cak Sholeh Muhammad Sholeh No Viral No Justice Obituari
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleCuri Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru
Next Article Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Informasi lainnya

Diding Boneng Meninggal di Usia 76 Tahun, Dunia Lawak Berduka

3 Agustus 2026

Mengenang Rachmat Gobel, Putra Bangsa yang Mendedikasikan Hidup bagi Industri dan Negeri

10 Juli 2026

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

16 April 2026

Try Sutrisno Wafat, Bangsa Kehilangan Putra Terbaik

2 Maret 2026

Pimpinan Gontor Amal Fathullah Zarkasyi Wafat

3 Januari 2026

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Tutup Usia di Tangerang

8 November 2025
Paling Sering Dibaca

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Travel Alfi Salamah

Menuju Haji Suci: Panduan Perjalanan Sebelum Berangkat

Islami Alfi Salamah

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Daily Tips Alfi Salamah

Traveling Sendiri, Kenapa Tidak?

Travel Ericka

Diesel X: BBM Baru Pertamina yang Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Techno Assyifa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Nama Jokowi Masih Tersemat di Situs OCCRP Meski Sempat Hilang

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi