Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Aura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Harmoni sejati tercipta ketika manusia belajar dari alam, bukan melawannya.
ErickaEricka28 April 2025 Saintek
Teknik Daisugi budidaya cedar Jepang
Pohon Hasil Teknik Daisugi budidaya cedar Jepang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Teknik kuno menjadi saksi kecerdikan manusia dalam memanfaatkan alam tanpa merusaknya. Salah satunya adalah Daisugi, teknik unik dari Jepang yang memungkinkan budidaya pohon cedar Kitayama secara efisien tanpa menghabiskan banyak lahan.

Di balik keindahan lanskap Jepang yang kita kenal hari ini, terdapat kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun, mengajarkan dunia tentang keseimbangan antara kebutuhan dan pelestarian.

Daisugi, jika diterjemahkan secara harfiah, berarti “cedar platform.” Teknik ini mengandalkan metode pemangkasan presisi untuk mendorong pertumbuhan tunas-tunas lurus dari batang utama pohon cedar, layaknya cabang-cabang raksasa yang menjulang ke langit.

Dalam praktiknya, para petani memilih satu pohon induk yang sehat, kemudian memangkas cabang-cabangnya secara hati-hati agar batang baru tumbuh tegak lurus. Hasilnya adalah pohon-pohon kecil yang tetap terhubung dengan pohon induk, seperti anakan yang tumbuh harmonis dari tubuh ibu mereka.

Teknik ini dikembangkan pada periode Muromachi (1336–1573), saat permintaan akan kayu berkualitas tinggi untuk membangun rumah tradisional, kuil, dan kastil meningkat pesat.

Namun, keterbatasan lahan di daerah pegunungan mendorong masyarakat untuk mencari cara inovatif dalam memaksimalkan hasil tanpa memperluas area hutan.

Daisugi menjadi solusi brilian, menghasilkan kayu lurus sempurna dengan efisiensi tinggi tanpa perlu menebang banyak pohon.

Secara visual, pohon hasil Daisugi terlihat luar biasa. Dari satu batang besar, menjulang belasan hingga puluhan batang kecil yang lurus sempurna, seolah membentuk kanopi hijau bertingkat.

Tidak hanya mempercantik pemandangan, formasi ini juga memperkuat ekosistem lokal, mempertahankan keanekaragaman hayati, serta mencegah erosi tanah yang sering terjadi akibat deforestasi massal.

Baca Juga:
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram
  • Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya
  • Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI

Daisugi bukan sekadar metode pertanian atau kehutanan. Ia adalah manifestasi dari filosofi Jepang tentang “wa” atau harmoni.

Teknik ini mengajarkan tentang keseimbangan antara memberi dan menerima, tentang kesabaran menunggu hasil dari kerja keras bertahun-tahun.

Sebuah pohon Daisugi bisa dipanen pertama kali setelah sekitar dua puluh tahun, dan terus menghasilkan kayu berkualitas tinggi selama berabad-abad, asalkan dirawat dengan penuh dedikasi.

Dalam era modern ini, Daisugi mulai mendapat perhatian kembali. Konsep urban forestry dan sustainable development mengadopsi prinsip-prinsip serupa untuk membangun kota-kota hijau yang berkelanjutan.

Selain kayunya yang luar biasa kuat dan fleksibel, Daisugi juga menyumbangkan estetika yang menenangkan bagi lingkungan perkotaan, menjadi inspirasi desain lansekap dan arsitektur modern.

Banyak arsitek dan perancang lanskap kini melihat nilai besar dalam teknik ini. Dalam dunia yang serba cepat dan konsumtif, Daisugi mengingatkan kita pada pentingnya membangun sesuatu dengan niat baik, penuh kesabaran, dan kesadaran jangka panjang.

Bukan sekadar membangun untuk kebutuhan sesaat, melainkan menciptakan warisan yang bertahan untuk generasi mendatang.

Lebih dari itu, Daisugi juga menyimpan makna filosofis mendalam. Ia menunjukkan bahwa dari satu kehidupan, bisa lahir banyak kehidupan baru tanpa perlu mengorbankan induk asalnya.

Artikel Terkait:
  • Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX
  • Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal
  • Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global
  • Robot Humanoid Beratribut Polisi Hadir di Gladi HUT Bhayangkara

Sebuah pelajaran penting tentang regenerasi, keberlanjutan, dan rasa hormat terhadap alam yang selama ini menjadi sumber kehidupan umat manusia.

Kini, di berbagai daerah pegunungan Jepang seperti Kyoto, warisan Daisugi masih bertahan. Meski tidak sepopuler dulu, sejumlah keluarga petani kayu menjaga teknik ini tetap hidup, membuktikan bahwa tradisi kuno tetap relevan di tengah tantangan modernitas.

Mereka merawat pohon-pohon itu dengan tangan-tangan penuh kasih, seolah memahami bahwa setiap tunas baru adalah bagian dari warisan budaya mereka.

Melalui Daisugi, Jepang menunjukkan kepada dunia bahwa keharmonisan dengan alam bukan sekadar idealisme kosong. Ini adalah strategi nyata yang terbukti berhasil selama berabad-abad.

Dengan pendekatan yang sabar dan bijaksana, manusia bisa mendapatkan hasil melimpah dari alam tanpa menghancurkannya. Suatu konsep yang sangat relevan untuk diterapkan di dunia masa kini, yang menghadapi krisis lingkungan global.

Mengadopsi semangat Daisugi dalam kehidupan sehari-hari berarti belajar untuk menanamkan nilai kesabaran, penghormatan, dan keseimbangan dalam setiap tindakan.

Jangan Lewatkan:
  • Bos ChatGPT Puji DeepSeek, Microsoft dan Elon Musk Ragu
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat
  • Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?

Seperti halnya pohon yang membutuhkan waktu untuk tumbuh sempurna, begitu pula karya manusia memerlukan kesabaran dan perhatian jangka panjang.

Akhirnya, Daisugi mengajarkan bahwa kemajuan sejati tidak datang dari eksploitasi tanpa batas, melainkan dari kolaborasi bijak dengan alam.

Dalam setiap batang cedar yang tumbuh, tersembunyi pelajaran tentang bagaimana manusia bisa membangun masa depan yang lebih berkelanjutan dan harmonis, tanpa melupakan akar dan asal-usulnya.

Budidaya Cedar Jepang Inovasi Kehutanan Jepang Tradisional Pelestarian Alam Teknik Daisugi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenperin Pastikan Proyek Baterai EV Tetap Berjalan Tanpa LG
Next Article Groundsel Raksasa: Harta Prasejarah di Atap Afrika

Informasi lainnya

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026

Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?

20 Agustus 2026

Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya

19 Agustus 2026

AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI

19 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Merince Kogoya dan Batas Ekspresi

Editorial Udex Mundzir

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

Profil Alfi Salamah

Dari Sel Penjara ke Ruang Sidang

Profil Lisda Lisdiawati

Paspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati

Happy Alfi Salamah

Risiko Seks di Luar Nikah bagi Pria Muslim

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi