Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Aura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram

Perkembangan pesat kecerdasan buatan meningkatkan risiko penyalahgunaan teknologi di tengah persaingan global.
AssyifaAssyifa1 Februari 2025 Saintek
Risiko Keamanan AI DeepSeek
Risiko Keamanan AI DeepSeek (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Persaingan ketat di dunia kecerdasan buatan (AI) memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan dan etika penggunaannya. Yoshua Bengio, salah satu pionir AI yang dikenal sebagai Godfather AI, mengingatkan bahwa perkembangan pesat AI, terutama dengan kehadiran DeepSeek dari Tiongkok, dapat memperburuk situasi global jika tidak diawasi dengan ketat.

Dalam wawancara dengan The Guardian pada Jumat (31/1/2025), Bengio menyoroti bahwa persaingan agresif antara perusahaan teknologi di Amerika Serikat dan Tiongkok berisiko besar mengabaikan aspek keamanan. Ia menyebut bahwa saat satu pihak memiliki keunggulan yang signifikan, mereka masih bisa lebih berhati-hati dalam pengembangan teknologi. Namun, jika persaingan terlalu ketat, banyak perusahaan akan terpaksa mempercepat inovasi tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

“Dalam kondisi seperti ini, perusahaan-perusahaan besar mungkin mengesampingkan aspek keselamatan demi melampaui pesaing mereka,” ujar Bengio.

Bengio juga menyoroti kehadiran DeepSeek, startup AI asal Tiongkok, yang dalam waktu singkat berhasil menyaingi model AI buatan Barat. Menurutnya, perkembangan ini bisa menjadi pemicu bagi perusahaan AS untuk menurunkan standar keamanan demi mengejar ketertinggalan.

Pada KTT Keamanan AI 2023 di Bletchley Park, Inggris, Bengio bersama 96 pakar lainnya merilis laporan internasional pertama tentang keamanan AI. Laporan tersebut mengidentifikasi sejumlah ancaman yang ditimbulkan oleh AI, termasuk potensinya dalam serangan siber, pengembangan senjata biologis, hingga penyebaran disinformasi secara masif.

Baca Juga:
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
  • AI Geser Google, Facebook, dan iPhone dari Puncak Dominasi
  • Era Facebook dan Instagram Telah Berakhir

Menurut laporan itu, AI kini mampu menghasilkan instruksi rinci untuk menciptakan ancaman biologis yang lebih canggih dibandingkan kemampuan manusia biasa. Bahkan, sistem AI tingkat lanjut dapat membantu merancang strategi perang siber dan manipulasi informasi dalam skala besar.

Laporan ini juga menyoroti bahwa AI semakin dimanfaatkan dalam bidang militer dan politik global. Beberapa negara telah mulai mengembangkan sistem pertahanan berbasis AI, sementara kelompok tertentu menggunakan teknologi ini untuk propaganda dan penyebaran berita palsu.

Meski demikian, laporan ini juga menekankan manfaat besar AI dalam dunia medis, sains, dan ekonomi. AI telah terbukti mempercepat penemuan obat, mengoptimalkan rantai pasok global, serta membantu berbagai industri dalam meningkatkan efisiensi produksi.

Bengio menekankan bahwa tanpa regulasi ketat, AI bisa berkembang menjadi ancaman serius bagi kemanusiaan. Ia mendorong adanya kerja sama global untuk memastikan AI berkembang dengan aman dan bertanggung jawab.

Artikel Terkait:
  • Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
  • Fenomena Sturgeon Moon Hiasi Langit Agustus
  • Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya
  • Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

“Kita perlu memastikan bahwa AI dikembangkan dengan tanggung jawab dan tidak menjadi ancaman bagi umat manusia,” tambahnya.

Sejumlah negara telah mulai merancang kebijakan terkait pengawasan AI. Uni Eropa, misalnya, telah mengesahkan Undang-Undang AI yang mengatur penggunaan teknologi ini dalam berbagai sektor. Sementara itu, Amerika Serikat dan Tiongkok masih terus memperdebatkan batasan etika yang harus diterapkan dalam pengembangan AI mereka.

Di tengah kekhawatiran ini, KTT global berikutnya tentang keamanan AI dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang di Paris. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih ketat untuk mengatur perkembangan AI agar tetap berada dalam batas etika dan keamanan.

Jangan Lewatkan:
  • Belerang Murni di Mars: Temuan Mengejutkan Curiosity
  • Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • Digital Paper 2023 Lonjakan Inovasi Keluaran Terbaru

Namun, hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa industri AI akan memperlambat laju inovasinya. Persaingan tetap berlangsung sengit, dengan perusahaan-perusahaan raksasa berlomba-lomba menciptakan model AI yang lebih canggih.

DeepSeek Keamanan Siber Teknologi AI Yoshua Bengio
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePakar Keamanan Siber Ungkap Bahaya Kesalahan Kurs Rupiah di Google
Next Article Pramono Anung akan Rombak Gapura Batas Wilayah di Jakarta

Informasi lainnya

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026

Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?

20 Agustus 2026

Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya

19 Agustus 2026

AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI

19 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Keberangkatan Haji Diberkahi: Doa Khusus dari Rumah

Islami Alfi Salamah

Menunda Panggilan Haji: Benarkah Kehendak atau Keragu-raguan

Islami Alfi Salamah

Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik

Perspektif Udex Mundzir

Alam dan Ego Pembangunan

Perspektif Udex Mundzir

Keunikan Budaya dan Kemajuan Teknologi, Inilah Keistimewaan Jepang

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi