Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

Main Character Energy, Saat Hidup Terasa Seperti Film

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

Limbah kecil bisa membuka jalan besar bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati27 Agustus 2026 Saintek
Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat
Ilustrasi AI: Ampas kopi yang berpotensi dimanfaatkan untuk beton ramah lingkungan.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Limbah bernilai kini bukan sekadar gagasan dalam kampanye lingkungan. Ampas kopi ternyata berpotensi menjadi bahan konstruksi masa depan. Peneliti Australia menemukan cara memanfaatkannya untuk menghasilkan beton lebih kuat. Temuan tersebut sekaligus menawarkan solusi terhadap limbah organik dan kebutuhan pasir.

Setiap tahun, Australia menghasilkan sekitar 75 juta kilogram limbah ampas kopi. Sebagian besar limbah tersebut berakhir di tempat pembuangan akhir. Secara global, jumlah ampas kopi bekas mencapai sekitar 10 miliar kilogram setiap tahun.

Tim peneliti RMIT University kemudian mencari pemanfaatan baru bagi limbah tersebut. Penelitian mereka dipublikasikan dalam Journal of Cleaner Production pada 20 September 2023.

Ampas Kopi Diubah Menjadi Biochar

Ampas kopi tidak bisa langsung dicampurkan ke dalam beton. Kandungan organiknya dapat mengganggu proses hidrasi semen. Kondisi tersebut justru dapat menurunkan kekuatan beton.

Para peneliti mengatasi masalah itu melalui proses pirolisis. Ampas kopi dipanaskan tanpa oksigen pada suhu sekitar 350 derajat Celsius. Proses tersebut mengubah limbah kopi menjadi material bernama biochar.

Biochar kemudian digunakan untuk menggantikan sebagian pasir dalam campuran beton. Hasil terbaik muncul saat biochar menggantikan 15 persen volume pasir. Kekuatan tekan beton meningkat sekitar 29,3 persen. Angka itu umumnya dibulatkan menjadi peningkatan sekitar 30 persen.

“Pembuangan limbah organik menjadi tantangan lingkungan karena menghasilkan gas rumah kaca,” kata Dr Rajeev Roychand.

Baca Juga:
  • Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025

Peneliti RMIT tersebut menyoroti pelepasan metana dan karbon dioksida dari limbah organik. Kedua gas itu berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Kurangi Limbah dan Kebutuhan Pasir

Manfaat penelitian ini tidak berhenti pada peningkatan kekuatan beton. Penggunaan biochar juga dapat mengurangi kebutuhan pasir alami. Pasir menjadi salah satu bahan utama dalam produksi beton modern.

Permintaan pasir terus meningkat bersama pembangunan infrastruktur dunia. Karena itu, bahan pengganti berkelanjutan menjadi semakin penting. Limbah kopi menawarkan peluang menarik karena jumlahnya sangat besar.

Australia bahkan berpotensi memanfaatkan seluruh limbah ampas kopinya untuk beton struktural. Studi tersebut memperkirakan sekitar 75.000 ton limbah tersedia setiap tahun.

Mulai Diuji pada Proyek Nyata

Riset ini kemudian bergerak keluar dari laboratorium. RMIT bersama Macedon Ranges Shire Council menguji beton kopi pada jalur pejalan kaki. Uji coba tersebut dilakukan di Gisborne, Victoria.

Percobaan lapangan memberi kesempatan peneliti memahami daya tahan material pada kondisi nyata. Langkah tersebut penting sebelum teknologi digunakan secara lebih luas.

Artikel Terkait:
  • Chat GPT Akses Informasi Terkini dengan Cepat dan Efektif
  • Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon
  • Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

Namun, penelitian ini masih membutuhkan pengembangan lanjutan. Produksi biochar dalam jumlah besar memerlukan rantai pasokan yang stabil. Standar konstruksi juga harus dipenuhi sebelum pemakaian komersial meluas.

Pada proyek infrastruktur berikutnya, keterbatasan pasokan biochar masih menjadi tantangan. Campuran yang digunakan saat itu memiliki kekuatan menyerupai beton biasa. RMIT kemudian bekerja dengan mitra untuk mempercepat komersialisasi teknologi tersebut.

Peluang Baru bagi Konstruksi Berkelanjutan

Perkembangannya tetap menunjukkan arah yang menjanjikan. Penelitian lanjutan menemukan manfaat lingkungan tambahan dari beton berbasis biochar kopi. Penggunaan material tersebut berpotensi menurunkan jejak karbon sepanjang siklus hidup beton.

Gagasan ini memperlihatkan hubungan sederhana antara kebiasaan harian dan inovasi besar. Secangkir kopi biasanya meninggalkan ampas yang segera dibuang. Namun, ilmu pengetahuan mampu memberi limbah tersebut fungsi kedua.

Beton berbahan kopi mungkin belum menggantikan beton konvensional dalam waktu dekat. Namun, teknologi ini membuka pilihan baru bagi konstruksi berkelanjutan. Limbah dapat menjadi sumber daya ketika teknologi menemukan cara tepat memanfaatkannya.

Jangan Lewatkan:
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia
  • Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global
  • Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?
  • Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

Dari kedai kopi menuju proyek pembangunan, perjalanan ampas kopi kini semakin menarik. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi sirkular dapat dimulai dari benda paling sederhana.

Ampas Kopi Beton Ramah Lingkungan Biochar Inovasi Sains RMIT University
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMain Character Energy, Saat Hidup Terasa Seperti Film

Informasi lainnya

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026

Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?

20 Agustus 2026

Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya

19 Agustus 2026

AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI

19 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?

Perspektif Udex Mundzir

Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO

Editorial Udex Mundzir

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa

6 Alasan Mengapa Suami Harus Memeluk Istri Setiap Hari

Happy Alfi Salamah

Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia

Profil Richard Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi