Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 8 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya

Inovasi besar kadang tumbuh dari bahan sederhana yang sering terbuang.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati19 Agustus 2026 Saintek
Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya
Bawang merah dan kulitnya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pelindung panel surya dari radiasi UV. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Limbah bernilai kini muncul dari kulit bawang merah yang selama ini dianggap sisa dapur. Bahan sederhana itu ternyata berpotensi membantu melindungi sel surya. Peneliti mengolah ekstraknya bersama nanoselulosa untuk membuat lapisan pelindung berbasis hayati. Hasilnya menawarkan peluang baru bagi teknologi energi yang lebih ramah lingkungan.

Panel surya membutuhkan perlindungan karena radiasi ultraviolet dapat mempercepat kerusakan sel. Saat ini, lapisan pelindung sering memakai bahan berbasis minyak bumi. Contohnya adalah polyvinyl fluoride atau PVF dan polyethylene terephthalate atau PET. Para ilmuwan kemudian mencari bahan alternatif dengan dampak lingkungan lebih rendah.

Ekstrak Bawang Merah Mampu Menahan Radiasi UV

Penelitian tersebut melibatkan University of Turku dan Aalto University di Finlandia. Wageningen University di Belanda juga terlibat dalam riset itu. Hasil penelitian diterbitkan dalam ACS Applied Optical Materials.

Para peneliti menggunakan nanoselulosa sebagai bahan dasar film pelindung. Material ini berasal dari selulosa yang dipecah menjadi serat berukuran sangat kecil. Mereka kemudian membandingkan beberapa bahan tambahan untuk meningkatkan kemampuan menyaring sinar ultraviolet.

Bahan yang diuji mencakup ekstrak kulit bawang merah, lignin, dan ion besi. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak bawang merah memiliki performa sangat menjanjikan. Lapisan tersebut mampu menahan 99,9 persen radiasi UV hingga panjang gelombang 400 nanometer.

Film berbahan bawang merah bahkan mengungguli filter berbasis PET dalam pengujian tersebut. PET dipilih peneliti sebagai salah satu representasi bahan komersial yang banyak digunakan.

“Film nanoselulosa dengan pewarna bawang merah menjanjikan untuk aplikasi berbahan pelindung hayati,” kata Rustem Nizamov. Ia merupakan peneliti bidang material di University of Turku.

Baca Juga:
  • Era Facebook dan Instagram Telah Berakhir
  • Ilmuwan Temukan Warna “Olo”, Hanya Lima Orang yang Pernah Melihatnya
  • AI Geser Google, Facebook, dan iPhone dari Puncak Dominasi
  • Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX

Tetap Transparan untuk Menangkap Cahaya Matahari

Kemampuan menahan UV bukan satu-satunya kebutuhan bagi lapisan panel surya. Lapisan juga harus meneruskan cahaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik. Jika terlalu gelap, energi yang mencapai sel justru dapat berkurang.

Pada aspek tersebut, ekstrak kulit bawang merah kembali menunjukkan hasil menarik. Film itu mempertahankan transmisi cahaya melebihi 80 persen pada rentang 650–1.100 nanometer. Rentang cahaya tersebut penting bagi proses konversi energi pada sel surya.

Sebaliknya, penggunaan lignin menghadirkan tantangan berbeda. Lignin memang memiliki kemampuan alami menyerap radiasi ultraviolet. Namun, warnanya yang cokelat gelap dapat mengurangi transparansi material. Kondisi itu membuat penggunaannya dalam lapisan transparan lebih terbatas.

Diuji untuk Melihat Ketahanan Jangka Panjang

Peneliti juga menguji ketahanan material dalam waktu panjang. Film mendapat paparan cahaya buatan selama 1.000 jam. Durasi itu diperkirakan menyamai sekitar satu tahun paparan matahari terbuka di Eropa Tengah.

Lapisan dengan ekstrak bawang merah tetap menunjukkan performa baik selama pengujian. Sementara itu, beberapa bahan alternatif mengalami perubahan setelah proses penuaan. Film dengan ion besi, misalnya, mengalami penurunan kemampuan meneruskan cahaya.

Temuan tersebut penting karena teknologi energi bersih juga memerlukan bahan pendukung berkelanjutan. Panel surya memang menghasilkan energi tanpa pembakaran bahan bakar saat digunakan. Namun, material pendukungnya tetap menjadi bagian penting dari dampak lingkungan teknologi.

Artikel Terkait:
  • Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia
  • Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram
  • BRIN Kembangkan Robot Lunak untuk Medis dan SAR

Membuka Peluang Teknologi Energi Lebih Hijau

Kulit bawang merah menawarkan pendekatan menarik dalam konteks ekonomi sirkular. Limbah pangan berpotensi mendapatkan fungsi baru sebagai bahan teknologi. Pemanfaatannya juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap beberapa material berbasis minyak bumi.

Potensinya tidak berhenti pada sel surya konvensional. Peneliti menilai konsep serupa relevan untuk teknologi perovskit dan fotovoltaik organik. Pengembangan berikutnya bahkan dapat menyasar perangkat elektronik yang lebih mudah terurai.

Para ilmuwan membayangkan sel surya biodegradable untuk memasok energi kepada sensor kecil. Salah satu penerapannya dapat hadir pada kemasan makanan pintar. Sensor tersebut dapat bekerja dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Meski menjanjikan, penelitian ini belum berarti kulit bawang langsung dapat ditempelkan pada panel surya. Ekstraknya harus diproses dan dipadukan dengan nanoselulosa melalui metode material tertentu. Pengujian lanjutan juga diperlukan sebelum teknologi diterapkan dalam skala komersial.

Temuan ini memperlihatkan bahwa inovasi hijau dapat berangkat dari bahan yang sangat dekat. Kulit bawang merah bukan sekadar limbah dapur dalam penelitian tersebut. Material alami itu membuka kemungkinan baru bagi perlindungan panel surya yang lebih berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • Belerang Murni di Mars: Temuan Mengejutkan Curiosity
  • Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus
  • Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024

Energi terbarukan Kulit Bawang Merah Nanoselulosa Panel Surya Teknologi Hijau
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI
Next Article Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?

Informasi lainnya

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026

Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?

20 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Rencanakan Liburan: Jadwal Cuti Bersama Desember 2023

Travel Alfi Salamah

Rumah Berantakan, Ternyata Cerminkan Kepribadian

Daily Tips Alfi Salamah

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

Biografi Alfi Salamah

Juara dari Kebiasaan Kecil 

Profil Adit Musthofa

Makan Gratis, Simbol Negara Gagal

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi