Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 7 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

RK vs Lisa: Viral yang Disusun Rapi

Ketika isu pribadi dijadikan tontonan publik lewat strategi digital, yang dikorbankan adalah akal sehat dan ruang demokrasi.
Udex MundzirUdex Mundzir13 April 2025 Editorial
Strategi Digital dalam Kasus RK vs Lisa
Ilustrasi Strategi Digital dalam Kasus RK vs Lisa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Viral tidak selalu datang dari kejutan. Kadang justru lahir dari skenario yang dirancang, dipoles, lalu disebar dengan pola yang presisi. Kasus antara Ridwan Kamil dan Lisa Mariana, yang meledak di media sosial sejak akhir Maret 2025, menunjukkan bagaimana manajemen isu pribadi bisa berubah menjadi alat produksi opini publik secara masif.

Data science menelanjangi skemanya. Berdasarkan analisis tim @oyusep dan @kawaldata, grafik mentions kasus ini melonjak tajam dari 27 Maret hingga 2 April, lalu sempat turun, sebelum kembali meroket pada 11 April—persis saat Lisa Mariana menggelar konferensi pers. Fenomena ini disebut pola “Viral + Rebound”, strategi digital klasik untuk menghidupkan isu lebih lama dengan momentum yang sengaja dipilih.

Angka-angka menunjukkan tren. Puncak pertama mencapai lebih dari 19.000 mentions dalam sehari. Ketika mulai redup, klarifikasi dilempar, dan gelombang kedua membuncah hingga 12.000 lebih. Dalam jagat media sosial yang gaduh, angka sebesar itu mustahil terjadi secara spontan, apalagi untuk isu personal tanpa pengaruh struktural.

Publik tak sedang menyaksikan drama. Mereka sedang dijadikan audiens dari narasi yang dikendalikan.

Jika ini murni kasus hukum atau konflik rumah tangga, maka emosi dominan seharusnya adalah sedih, cemas, atau prihatin. Tapi data menunjukkan dominasi emosi marah dan netral. Artinya, audiens tidak bergerak karena empati, melainkan karena terpancing atau bahkan ikut bercanda.

Baca Juga:
  • Ambisi Politik Bahlil: Kursi Lebih Penting dari Kinerja
  • QR Warung dan Ketakutan Amerika
  • Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin
  • Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?

Inilah cara kerja kampanye digital hari ini: pancing reaksi, dorong massa, dan ulangi dengan narasi baru. Saat emosi terkumpul, mereka mudah digiring ke mana saja.

Kasus RK vs Lisa tak lagi bisa dilihat sebagai gosip selebritas atau skandal elite lokal. Ia telah menjelma jadi eksperimen sosial tentang bagaimana algoritma dan strategi komunikasi bisa membentuk percakapan nasional. Opini publik bukan lagi hasil refleksi sosial, tapi hasil produksi algoritma.

Dan kita semua menjadi konsumen setianya.

Yang perlu ditanyakan adalah: siapa yang bermain? Siapa yang diuntungkan? Dan apa yang sebenarnya coba dialihkan dari perhatian publik?

Apakah ini pengalihan dari isu ekonomi? Dari kegagalan program pemerintah? Atau sekadar manuver internal untuk menggoyang posisi politik?

Artikel Terkait:
  • Narasi Dizalimi, Strategi Politik
  • Pajak dan Beban Kehidupan
  • Ketika Putra Mahkota Solo ‘Menyesal’ Bergabung dengan Republik
  • Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Kita tak sedang mencari pembenaran atau menyalahkan satu pihak. Kita sedang mempersoalkan metode. Dalam negara demokrasi, strategi politik boleh dilakukan. Tapi jika dilakukan dengan mengorbankan akal sehat publik dan mempermainkan ruang digital, maka itu bukan strategi, itu manipulasi.

Apalagi jika dilakukan oleh atau demi tokoh politik aktif yang digadang-gadang naik panggung lebih tinggi.

Pola ini berbahaya jika dibiarkan. Sebab ia bisa jadi template: ambil satu isu personal, buat viral, kendalikan grafik, tunggu gelombang kedua, lalu tutupi semua isu serius dengan satu drama digital.

Jangan Lewatkan:
  • Menghapus Jerat Judi Online Pasca Pilkada
  • Jokowi Ingin Pegang Partai Anak?
  • Tom Lembong dan Kriminalisasi Kebijakan Publik
  • Kalau Mau Selamat, Jadilah Koruptor di Indonesia

RK vs Lisa hanyalah satu episode. Tapi dampaknya melampaui keduanya. Yang dipertaruhkan bukan reputasi personal, tapi ketahanan nalar publik. Jika setiap opini publik bisa digiring semudah itu, maka demokrasi hanya jadi ilusi, dan kebenaran tinggal narasi yang kalah populer.

Kampanye Digital Lisa Mariana Manipulasi Opini Ridwan Kamil Viralitas Terstruktur
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBupati Kukar Tinjau dan Salurkan Bantuan Banjir di Loa Kulu
Next Article Rakyat Jabar Dijadikan Figuran “Bapak Aing”

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

Perspektif Udex Mundzir

Rahasia Membuat Kentang Goreng Tetap Sehat

Food Alfi Salamah

6 Amalan Sunnah Malam Idulfitri

Islami Ericka

Tukin Dosen: Antara Janji dan Realita

Editorial Udex Mundzir

Kiat SDM Kawakan: Kuasai Ilmu Keberlanjutan

Bisnis Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi