Jakarta – Masjid Istiqlal kembali menjadi panggung persatuan umat Islam dunia. Di tengah persiapan jutaan jemaah menuju Tanah Suci, masjid terbesar di Asia Tenggara itu akan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional pada 23 Mei 2026 hingga 25 Mei 2026.
Agenda tersebut menghadirkan peserta dari tujuh negara serta perwakilan 26 provinsi di Indonesia dalam momentum yang disebut sebagai penguatan ukhuwah lintas bangsa menjelang puncak ibadah haji.
Kegiatan ini digagas oleh Pemuda Masjid Dunia dengan dukungan Kementerian Agama. Selain menjadi ajang tilawah Alquran, acara tersebut juga akan diisi dengan zikir bersama dan doa keselamatan bagi jemaah haji yang bersiap menuju Arafah. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan Masjid Istiqlal terbuka bagi seluruh kegiatan keumatan yang membawa semangat persaudaraan dan kemaslahatan umat.
“Bagi saya, asal tujuannya baik. Masjid ini adalah rumah Allah dan bukan rumah kita. Bahkan masjid ini adalah rumah besar untuk manusia,” ujar Nasaruddin Umar saat menerima perwakilan Pemuda Masjid Dunia di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa Masjid Istiqlal tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban Islam modern yang mampu mempertemukan umat dari berbagai latar belakang budaya dan negara. Kehadiran peserta dari tujuh negara dinilai menjadi simbol penting meningkatnya jejaring dakwah dan solidaritas pemuda masjid di tingkat global.
Presiden Pemuda Masjid Dunia, Said Aldi Al Idrus, menjelaskan bahwa kegiatan membaca Alquran selama tiga hari akan menjadi agenda rutin tahunan menjelang keberangkatan jemaah haji menuju Arafah. Menurutnya, suasana spiritual yang dibangun di Istiqlal diharapkan mampu memperkuat doa dan harapan bagi keselamatan umat Islam di seluruh dunia.
“Insya Allah, pada tanggal 23 sampai 25 Mei, kami akan membuat agenda internasional, MTQ Internasional, yang melibatkan beberapa negara. Pemuda masjid yang sudah mendaftar ada tujuh negara dan 26 provinsi,” kata Said Aldi.
“Kita akan membaca Alquran selama tiga hari dan itu menjadi agenda setiap tahun menjelang umat Islam berangkat ke Arafah. Kita akan melakukan doa setelah membaca Alquran di masjid yang kita cinta ini selama dua atau tiga hari,” tambahnya.
Tak hanya berkutat pada kegiatan dakwah, Pemuda Masjid Dunia juga aktif menjalankan aksi sosial di berbagai daerah terdampak bencana. Dalam enam bulan terakhir, organisasi tersebut terlibat dalam pembersihan puluhan masjid dan musala di wilayah Aceh serta sejumlah kawasan di Sumatra yang terdampak bencana alam. Aktivitas itu dilakukan bersama para pemuda masjid setempat secara bergotong royong.
“Dalam enam bulan terakhir ini, kami membersihkan hampir 64 masjid dan musala di kawasan bencana Sumatra. Setiap hari kami membersihkan masjid, bahkan bisa mencapai 30 masjid per hari,” ujar Said Aldi.
Gerakan dakwah organisasi itu juga diperluas hingga mancanegara. Dalam waktu dekat, sebanyak 50 guru mengaji dari Jawa Timur dijadwalkan berangkat untuk memperkuat pendidikan Alquran di Thailand Selatan dan Kamboja. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari diplomasi dakwah Indonesia yang menekankan pendidikan, moderasi, dan penguatan literasi Alquran.
“Hari Senin depan kami akan mengirimkan 50 guru mengaji dari Jawa Timur. Sebanyak 25 orang dikirim ke Thailand Selatan dan 25 orang ke Kamboja,” jelas Said Aldi.
Menanggapi program tersebut, Menteri Agama menyatakan dukungannya terhadap penguatan pembelajaran Alquran, termasuk pengembangan metode pendidikan berbasis hafalan dan pemahaman kitab suci di berbagai lembaga pendidikan Islam.
“Saya mendukung pengiriman guru membaca Alquran agar masyarakat semakin cepat menghafal dan memahami Alquran. Banyak sekali kreasi yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran Quran,” ujar Nasaruddin Umar.
Penyelenggaraan MTQ Internasional di Masjid Istiqlal diharapkan menjadi lebih dari sekadar perlombaan tilawah. Agenda ini dipandang sebagai ruang diplomasi spiritual yang mempererat hubungan antarumat Islam dunia sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan dakwah moderat dan persaudaraan global menjelang musim haji 2026.
