Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 7 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Kemerdekaan semakin bermakna ketika keluarga mampu menjaga iman, ilmu, dan akhlak generasi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati17 Agustus 2026 Islami
MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. KH. Asrorun Ni’am Sholeh. (Foto: Doc. MUI Digital)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Benteng keluarga menjadi perhatian penting dalam peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini. Majelis Ulama Indonesia mengajak masyarakat memperkuat ketahanan moral bangsa. Seruan tersebut disampaikan bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. MUI menempatkan keluarga sebagai unsur penting dalam pembentukan karakter generasi.

MUI menilai kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui kedaulatan politik dan ekonomi. Kemerdekaan juga menyangkut kemampuan masyarakat menjaga nilai serta karakter generasi. Perubahan sosial dinilai menghadirkan tantangan baru bagi kehidupan keluarga. Salah satunya berkaitan dengan perdebatan kebebasan individu dan nilai moral.

Kemerdekaan Juga Menyangkut Kekuatan Moral

Ketua Bidang Fatwa MUI, Prof. KH. Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan pandangan tersebut. Ia mengatakan pengisian kemerdekaan perlu diarahkan menuju penguatan karakter bangsa. Pernyataan itu dilansir dari MUI Digital pada Senin (17/8/2026).

“Menjaga moral keluarga sama pentingnya dengan membangun infrastruktur.”

Pesan itu memperlihatkan pentingnya keseimbangan pembangunan fisik dan pembangunan manusia. Jalan, gedung, serta fasilitas publik memang menopang kemajuan negara. Namun, manusia berkarakter tetap menjadi penggerak utama pembangunan tersebut.

Keluarga memiliki posisi penting dalam proses itu. Rumah merupakan tempat pertama anak mengenal tanggung jawab dan nilai kehidupan. Pendidikan karakter juga tumbuh melalui kebiasaan sederhana setiap hari.

Orang tua dapat memulainya dengan memberikan contoh nyata. Komunikasi yang baik juga membantu anak memahami perubahan sosial. Pendampingan tersebut semakin penting ketika informasi sangat mudah diperoleh melalui internet.

Toleransi dan Nilai Agama Perlu Dipahami

MUI turut menyoroti pemahaman mengenai toleransi dalam kehidupan masyarakat. Indonesia memiliki keberagaman agama, budaya, pandangan, dan latar belakang sosial. Keberagaman tersebut membutuhkan penghormatan serta kehidupan bersama yang damai.

Namun, MUI menilai toleransi berbeda dengan sikap membenarkan seluruh tindakan. Prof. Niam meminta masyarakat memahami perbedaan toleransi dan permisivisme. Pandangan tersebut disampaikan terkait pembahasan perilaku seksual LGBT.

Baca Juga:
  • Ilmu dan Inovasi dalam Peradaban
  • Hikmah Idul Qurban
  • Keutamaan Shalat Berjamaah 40 Hari Berturut-Turut
  • Sabar dan Doa: Kunci Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik

Dalam perspektif MUI, ajaran Islam memiliki aturan terkait hubungan seksual dan keluarga. Kebebasan individu dinilai tetap mempunyai batas berdasarkan ajaran agama. MUI juga menghubungkannya dengan norma yang berkembang dalam masyarakat.

Meski terdapat perbedaan pandangan, kehidupan sosial tetap memerlukan penghormatan terhadap martabat manusia. Dialog dapat dilakukan tanpa penghinaan atau kekerasan. Sikap santun membantu masyarakat menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Maqashid Syariah dan Perlindungan Keluarga

Prof. Niam kemudian menjelaskan persoalan tersebut melalui perspektif maqashid asy-syari’ah. Konsep itu berbicara mengenai tujuan syariat dalam menjaga kemaslahatan manusia.

Ia menyoroti perlindungan agama atau hifzh ad-din. Selain itu, terdapat perlindungan keturunan atau hifzh an-nasl. Kedua aspek tersebut berkaitan dengan pembentukan keluarga dan keberlanjutan generasi.

Dalam pandangan tersebut, keluarga tidak sekadar menjadi tempat tinggal bersama. Keluarga juga berfungsi sebagai lingkungan pembentukan iman dan perilaku.

Nilai agama dapat diperkenalkan melalui kegiatan sederhana dalam keseharian. Kebiasaan beribadah bersama bisa menjadi salah satu contohnya. Orang tua juga dapat mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian.

Pendidikan seperti ini membutuhkan keteladanan yang konsisten. Anak lebih mudah memahami nilai ketika melihat penerapannya secara langsung.

Ketahanan Keluarga Jadi Benteng Generasi

MUI memandang tantangan moral tidak selalu hadir melalui ancaman berbentuk fisik. Perubahan nilai juga dapat memengaruhi cara generasi memahami kehidupan keluarga. Karena itu, keluarga dan lingkungan disebut sebagai benteng awal pembentukan akhlak.

Artikel Terkait:
  • Kisah Hafshah: Kesetiaan, Ilmu, dan Pengamanan Alquran
  • Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud
  • Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam
  • Ciri Orang Beriman: Sujud dan Ketundukan kepada Allah

Tantangan tersebut semakin kompleks pada era digital. Anak dapat menerima beragam informasi tanpa batas geografis. Tidak semua informasi sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka.

Pendampingan keluarga karena itu menjadi semakin relevan. Larangan saja belum tentu mampu memberikan pemahaman yang utuh. Anak juga membutuhkan ruang aman untuk bertanya dan berdiskusi.

Sekolah memiliki peran penting dalam mendukung proses tersebut. Pendidikan karakter akan lebih kuat ketika keluarga dan sekolah saling mendukung. Lingkungan sosial juga dapat menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda.

HUT RI Menjadi Ruang Memperkuat Karakter

Peringatan HUT RI dapat menjadi kesempatan memperluas makna sebuah kemerdekaan. Perayaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perlombaan. Kemerdekaan juga dapat diisi melalui pembangunan kualitas manusia.

MUI menilai pembangunan fisik belum cukup menjadi ukuran kemajuan bangsa. Masyarakat juga membutuhkan iman, pengetahuan, dan akhlak yang kuat. Ketiganya dinilai menjadi fondasi bagi Indonesia yang berdaulat.

Prof. Niam turut mengajak masyarakat menjaga keluarga dan lingkungan. Ia juga menyerukan penguatan akhlak demi kemaslahatan bersama. Pesan tersebut menempatkan kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari perjuangan mengisi kemerdekaan.

Jangan Lewatkan:
  • Adab dan Sunnah Menyambut Ibadah Qurban
  • Keberkahan Terbang Bersama: Memohon Doa Jamaah Haji
  • Hukum Berhubungan Suami Istri Malam Idulfitri
  • Surah Al-Ma’un, Intisari dan Penjelasan Mendalam

Semangat kemerdekaan akhirnya dapat dimulai dari ruang paling dekat. Keluarga yang kokoh membantu melahirkan generasi berilmu dan bertanggung jawab. Karakter yang baik juga memperkuat kehidupan masyarakat secara luas.

Kemerdekaan bukan hanya warisan perjuangan generasi terdahulu. Kemerdekaan juga menjadi tanggung jawab generasi masa kini. Menjaga keluarga, pendidikan, dan akhlak dapat menjadi bagian dari ikhtiar tersebut.

Akhlak Generasi HUT RI Ke-81 Ketahanan Keluarga Moral Bangsa MUI
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMengapa Korupsi Menjadi Budaya?
Next Article AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI

Informasi lainnya

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

11 September 2026

MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

10 September 2026

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia

Profil Richard Mundzir

Refleksi Kemenangan dan Kekalahan dalam Pilkada 2024

Editorial Udex Mundzir

Bayang-Bayang Mafia di Sepak Bola Indonesia

Editorial Udex Mundzir

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

Profil Alfi Salamah

Provokator di Balik Api Jalanan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi