Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 30 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

Kejernihan informasi membantu publik menilai sebuah isu tanpa tergesa mengambil kesimpulan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati10 September 2026 Islami
MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo
Peluncuran buku Islam Ala Prabowo oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Ketua Baznas KH Noor Achmad di Jakarta, Selasa (26/8/2025. (Foto: Sukabumi Update)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Klarifikasi penting muncul di tengah polemik buku bertajuk Islam Ala Prabowo. Majelis Ulama Indonesia menegaskan tidak terlibat secara resmi dalam penerbitan buku tersebut. Penegasan ini menjadi penting setelah buku itu ramai dibicarakan masyarakat.

Perbincangan menguat setelah sampul dan isi buku beredar di media sosial. Sejumlah pihak kemudian mengaitkan penerbitan buku dengan MUI. Hal itu dipicu oleh keterlibatan beberapa tokoh dalam agenda peluncurannya.

MUI Tegaskan Buku Bukan Produk Resmi

Buku tersebut telah diluncurkan pada Selasa (26/8/2025). Peluncurannya berlangsung dalam rangkaian Rakornas Badan Amil Zakat Nasional di Jakarta. Momentum itu kemudian kembali menjadi perhatian publik pada September 2026.

Wakil Ketua Umum MUI KH M. Cholil Nafis memberikan penjelasan terkait polemik tersebut. Ia menegaskan buku itu bukan bagian dari program resmi MUI. Buku tersebut juga bukan produk kelembagaan MUI.

“Buku ‘Islam Ala Prabowo’ bukan merupakan program, kegiatan, maupun produk MUI,” ujar Cholil Nafis.

Pernyataan tersebut memperjelas posisi lembaga dalam polemik yang berkembang. Menurut penjelasan itu, proses penerbitan menjadi tanggung jawab pihak yang terlibat. Hal serupa juga berlaku terhadap isi dan narasi buku.

Kehadiran Ketua Umum MUI Jadi Sorotan

Sorotan publik turut mengarah kepada Ketua Umum MUI KH M. Anwar Iskandar. Ia diketahui hadir ketika agenda Rakornas Baznas berlangsung. Kehadirannya kemudian dianggap berkaitan dengan peluncuran buku tersebut.

Baca Juga:
  • Lelah Beribadah
  • Sabar dan Doa: Kunci Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik
  • Cara Penyembelihan atau Mematikan Hewan Menurut Syariat Islam, Pelaksanaan Qurban di Hari Iduladha
  • Selain 8 dan 20 Rakaat, Ini Ada Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Namun, MUI memberikan konteks berbeda mengenai kehadiran Anwar Iskandar. Ia disebut hadir dalam kapasitas sebagai pembaca doa. Kehadirannya tidak dapat langsung dianggap sebagai dukungan resmi MUI.

Konteks tersebut penting dalam memahami posisi seorang tokoh di ruang publik. Seseorang dapat hadir membawa kapasitas berbeda dalam setiap kegiatan. Kehadiran seorang pimpinan juga tidak selalu mewakili keputusan institusi.

Buku Islam Ala Prabowo dan Para Penulisnya

Buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam memiliki 368 halaman. Buku tersebut ditulis oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.

Penulisan buku disebut melibatkan inisiatif sejumlah tokoh. Nama Ahmad Muzani dan KH M. Anwar Iskandar ikut disebut dalam proses tersebut. Meski demikian, status kelembagaan MUI tetap memiliki batas yang berbeda.

Perbedaan antara peran pribadi dan posisi lembaga kerap menjadi perhatian publik. Hal ini semakin penting dalam era media sosial. Informasi dapat menyebar cepat hanya melalui gambar atau potongan video.

Pentingnya Membaca Informasi Secara Utuh

Tanpa konteks yang lengkap, publik bisa membentuk persepsi berbeda. Sebuah foto dapat memberikan kesan tertentu. Namun, foto belum tentu menjelaskan posisi resmi pihak yang terlihat di dalamnya.

Artikel Terkait:
  • Doa-doa Istimewa Keberkahan Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir
  • Salam, Rahmat dan Berkah
  • Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining
  • Musim Haji Penjualan Sarung Tenun Goyor di Jombang Meningkat

Karena itu, klarifikasi menjadi bagian penting dalam menjaga ketepatan informasi. Pernyataan langsung dari lembaga dapat membantu mengurangi kesalahpahaman. Publik juga memiliki dasar lebih kuat dalam menilai sebuah isu.

Polemik buku ini menunjukkan pentingnya literasi informasi di masyarakat. Pembaca perlu memeriksa sumber sebelum menarik kesimpulan. Informasi juga sebaiknya dipahami secara utuh, bukan hanya berdasarkan judul.

Kehadiran nama tokoh besar sering membuat suatu isu berkembang lebih luas. Situasi tersebut membutuhkan kehati-hatian dari pembaca. Terlebih ketika isu berkaitan dengan agama dan figur politik nasional.

Sikap kritis tetap dapat berjalan bersama sikap terbuka. Pembaca tidak harus langsung menerima ataupun menolak sebuah narasi. Pemeriksaan fakta dapat menjadi langkah sederhana sebelum membentuk pandangan.

Penjelasan MUI kini mempertegas batas keterlibatan lembaga tersebut. Buku Islam Ala Prabowo bukan program maupun produk resmi MUI. Kehadiran tokoh MUI juga memiliki konteks yang perlu dipahami secara tepat.

Jangan Lewatkan:
  • Ketika Makkah Padat, Jamaah Haji Disarankan Ibadah di Hotel
  • Childfree dalam Pandangan Islam
  • Panduan Lengkap Berpakaian untuk Wanita Muslimah Menurut Islam
  • Ciri Orang Beriman: Sujud dan Ketundukan kepada Allah

Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat digital. Kecepatan menerima informasi sebaiknya diimbangi ketelitian dalam memahami konteks. Dengan begitu, ruang publik dapat tetap sehat dan informatif.

Cholil Nafis Informasi Islami Islam Ala Prabowo Literasi Informasi MUI
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAnak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api
Next Article Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

Informasi lainnya

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

11 September 2026

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

17 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Refleksi Lisda Lisdiawati

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Travel Alfi Salamah

Antara Harapan dan Kekecewaan

Editorial Udex Mundzir

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Editorial Udex Mundzir

Titik Kritis Kepemimpinan Prabowo

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi