Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 26 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Childfree dalam Pandangan Islam

Sesungguhnya ada seseorang yang diangkat kedudukannya di Surga kelak
Alfi SalamahAlfi Salamah6 Juni 2024 Islami
Childfree
Childfree dalam Islam (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Childfree menjadi perbincangan hangat setelah seorang influencer secara terbuka menyatakan keputusannya untuk tidak memiliki anak.

Istilah “childfree” merujuk kepada orang atau pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak, baik secara biologis maupun melalui adopsi. Bagaimana Islam memandang hal ini? Berikut adalah penjelasannya.

Keutamaan Memiliki Anak dalam Islam

1. Punya anak atau tidak bukan merupakan pilihan kita, tetapi pilihan Allah

Hakikatnya ketika kita dikaruniai anak atau tidak itu bukan pilihan kita tetapi menjadi sebuah ketetapan Allah ta’ala. Karena Allah lah yang akan memberi atau tidak memberi. Allah ta’ala berfirman,

“Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” (QS. As-Syura: 49-50)

2. Memiliki anak adalah salah satu tujuan dalam pernikahaan

Allah menetapkan syariat nikah, bukan sekadar untuk melampiaskan hubungan biologis saja. Namun, melanjutkan keturunan juga merupakan salah satu bagian dari pernikahan.

    Allah Ta’ala berfirman mengenai halalnya hubungan intim di malam hari Ramadhan,

    فَالْآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ

    “Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu.” (QS. Al-Baqarah: 187).

    Sebagian sahabat seperti Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan Anas menafsirkan bahwa makna, “apa yang telah ditetapkan Allah untukmu” adalah dengan meraih anak (keturunan) sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya. (Lihat Tafsir Ibnu Kartsir)

    Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa tujuan dari hubungan intim adalah untuk meraih keturunan.

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

    Baca Juga:
    • Mengapa Aisyah Dinikahi di Usia Muda?
    • Keutamaan Shalat Berjamaah 40 Hari Berturut-Turut
    • Menjaga Keberkahan Rumah dalam Islam
    • 6 Karakter Muslimah High Value Masa Kini

    تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ الأُمَمَ

    “Nikahilah wanita yang pengasih dan punya banyak keturunan karena aku sangat berbangga karena sebab kalian dengan banyaknya pengikutku.” (HR. Abu Daud, An-Nasa’i dengan sanad hasan)

    3. Kehilangan satu kesempatan pahala yang mengalir saat meninggal

    Ketika kematian menimpa dan sudah tidak mungkin bagi kita untuk beramal, tentu kita menginginkan pahala yang terus mengalir menemani kita di alam kubur. Salah satunya adalah melalui doa anak yang shalih.

      Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

      إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

      “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak yang shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

      Mungkin akan ada yang menyanggah, “Kan masih ada sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat, atau amalan lainnya yang juga mengalir saat kita meninggal?” maka kita jawab, memang betul, tetapi sebagai seorang hamba yang diwajibkan beribadah, dia akan memanfaatkan segala kesempatan.

      Kalau kita balik pertanyaannya, “Yakin sedekah jariyahnya bisa mengalir pahala? Yakin ilmu kita sudah bermanfaat?” Maka kesempatan-kesempatan yang ada kita manfaatkan semuanya. Jika tidak dari sedekah, bisa dari anak shalih atau ilmu yang manfaat.

      4. Kehilangan syafaat dari anak yang meninggal dunia

      Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

        مَا مِنْ النَّاسِ مُسْلِمٌ يَمُوتُ لَهُ ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ

        “Tidaklah seorang muslim yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya yang belum baligh kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam Surga karena keutamaan rahmat-Nya kepada mereka”. (HR. Bukhari, no. 1381)

        Artikel Terkait:
        • Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan
        • Lelah Beribadah
        • Tanda-Tanda Allah Akan Menaikkan Derajatmu
        • Pergi Haji atau Umroh Dulu? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad

        5. Kehilangan salah satu cara diangkat kedudukannya di Surga

        Masuk ke dalam Surga merupakan sebuah keinginan yang besar bagi kita. Bahkan sebenarnya ketika kita mendapatkan derajat yang rendah di Surga pun sudah termasuk sebuah kenikmatan. Namun, Rasulullah mengajarkan kepada kita agar mengharapkan tingkatan Surga yang paling tinggi.

          Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

          إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

          “Sesungguhnya di Surga itu terdapat seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus, karena sungguh dia adalah Surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya ada Arsy Sang Maha Pengasih, dan darinya sumber sungai-sungai Surga.” (HR. al-Bukhari)

          Bisa jadi seseorang berada di derajat yang rendah namun dia diangkat karena sebab anak.

          Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda,

          إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ أَنَّى لِيْ هَذَا فَيُقَالُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

          Sesungguhnya ada seseorang yang diangkat kedudukannya di Surga kelak. Ia pun bertanya, “Bagaimana hal ini?” Maka dijawab: “Lantaran istighfar anakmu untukmu. (HR. Ibnu Majah)

          Jangan Lewatkan:
          • Lansia dan Buta Boleh Tidak Melaksanakan Sholat Jumat?
          • Syarikat Islam Gelar Iftar Jama’i, Perkuat Ekonomi dan Solidaritas Umat
          • Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya
          • Petualangan Haji: Masjid Quba sebagai Pintu Gerbang Pertama

          Mendapatkan Derajat yang Tinggi

          Jika melihat dari kacamata agama kita dengan banyak keutamaan memiliki anak, masih kah kita tidak mengharapkan kehadirannya?

          Lebih lanjut, Islam mengajarkan bahwa anak-anak dapat memberikan berbagai manfaat dan keutamaan bagi orang tua mereka, termasuk doa anak yang shalih yang bisa terus mengalirkan pahala, syafaat dari anak yang meninggal sebelum baligh, dan istighfar anak yang dapat mengangkat derajat orang tua di Surga.

          Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya berharap mendapatkan derajat yang tinggi di Surga, yang salah satunya melalui doa dan istighfar anak. Oleh karena itu, memiliki anak dalam Islam sebagai sebuah anugerah yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan, sehingga sangat dianjurkan bagi setiap pasangan untuk mengharapkan dan merencanakan kehadiran anak dalam keluarga mereka.

          Wallahu a’lam.

          Artikel Islami Childfree Muslimah
          Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
          Previous ArticleNafkah dalam Islam: Penjelasan, Pelanggaran, dan Kewajiban terhadap Anak Yatim
          Next Article Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan

          Informasi lainnya

          Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

          11 September 2026

          MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

          10 September 2026

          Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

          20 Agustus 2026

          MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

          17 Agustus 2026

          Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

          7 Mei 2026

          Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

          22 Maret 2026
          Paling Sering Dibaca

          Rina Sa’adah: Dapur MBG Harus Libatkan UMKM Lokal

          Bisnis Silva

          Raja Kecil di Birokrasi, Prabowo Gertak Sambal?

          Editorial Udex Mundzir

          10 Tips Penting Dalam Memilih Calon Presiden

          Daily Tips Alfi Salamah

          Obsesi IQ yang Keliru Arah

          Editorial Udex Mundzir

          Menemukan Jati Diri di Tengah Krisis Moral

          Islami Alfi Salamah
          Berita Lainnya
          Lingkungan
          Alfi Salamah21 Agustus 2026

          Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

          Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

          Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

          Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

          Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

          • Facebook 920K
          • Twitter
          • Instagram
          • YouTube
          Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
          “Landing
          © 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
          PT Opsi Nota Ideal
          • Redaksi
          • Pedoman Media Siber
          • Kode Etik Jurnalistik
          • Privacy Policy
          • Disclaimer
          • Kontak

          Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

          boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi