Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Efisiensi atau Salah Kelola?

Diding Boneng Meninggal di Usia 76 Tahun, Dunia Lawak Berduka

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mengapa Aisyah Dinikahi di Usia Muda?

Konteks sejarah harus dipahami dengan perspektif yang tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
ErickaEricka19 Maret 2025 Islami
Muslimah
Ilustrasi orang yang sedang berdo'a (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pernikahan Aisyah dengan Nabi Muhammad ﷺ sering menjadi perbincangan dari sudut pandang modern. Namun, jika melihat dari perspektif budaya Arab abad ke-7, pernikahan di usia muda bukanlah hal yang aneh. Tradisi ini juga berlaku di banyak peradaban lain pada masa itu.

Pada zaman tersebut, kedewasaan perempuan diukur bukan dari usia angka, melainkan tanda biologis seperti menstruasi yang menandakan kesiapan fisik untuk menikah dan memiliki keturunan. Jika seorang gadis sudah mengalami pubertas, ia dianggap siap menikah.

Selain itu, pernikahan sering kali digunakan sebagai cara untuk memperkuat hubungan sosial dan politik. Pernikahan Nabi dengan Aisyah juga menjadi bagian dari penguatan hubungan dengan Abu Bakar, sahabat terdekat Nabi dan salah satu pemimpin awal Islam.

Baca Juga:
  • Petualangan Haji: Masjid Quba sebagai Pintu Gerbang Pertama
  • Empat Inovasi Baru Pelayanan Haji di Arafah dan Mina
  • Asal-Usul Tradisi Memberi Takjil di Bulan Ramadan
  • Makanan Indonesia Memukau Arab Saudi dengan Bakso dan Rendang

Apakah Pernikahan Dini Wajar di Zaman Itu?

Pernikahan dini bukan hanya terjadi di dunia Islam, tetapi juga di berbagai peradaban lain:

  • Romawi & Yunani Kuno: Gadis-gadis sering menikah di usia 12-14 tahun. Kaisar Augustus bahkan menetapkan usia minimal pernikahan perempuan adalah 12 tahun.
  • Eropa Abad Pertengahan: Margaret Beaufort, ibu Raja Henry VII dari Inggris, menikah pada usia 12 tahun dan melahirkan di usia 13 tahun.
  • Asia & Timur Tengah: Dalam banyak masyarakat agraris, pernikahan dini dianggap penting untuk keberlangsungan keturunan dan ekonomi keluarga.

Tokoh Sejarah Lain yang Menikahi Perempuan Muda

Fenomena ini juga terjadi pada banyak tokoh bersejarah:

Artikel Terkait:
  • Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining
  • Bisakah Bertafakur dengan Berjalan Kaki? Ini Penjelasannya
  • Cara Penyembelihan atau Mematikan Hewan Menurut Syariat Islam, Pelaksanaan Qurban di Hari Iduladha
  • Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun
  • Raja Louis IX dari Prancis menikahi Margaret of Provence saat berusia sekitar 12 tahun.
  • Henry VIII dari Inggris bertunangan dengan Catherine of Aragon saat masih berusia 6 tahun.
  • Dinasti Ming & Qing di China menikahkan putri-putri mereka dalam usia belasan tahun demi kepentingan politik.
  • Amerika Serikat abad ke-19, pernikahan dini masih terjadi di komunitas pedesaan hingga awal abad ke-20.

Pandangan Modern tentang Pernikahan DiniSaat ini, banyak negara telah menaikkan batas usia minimum pernikahan untuk melindungi hak anak dan memastikan kesiapan mental serta fisik mereka. Organisasi seperti PBB dan UNICEF menganggap pernikahan anak sebagai bentuk eksploitasi.

Namun, dalam sejarah, pernikahan dini adalah hal yang lumrah di berbagai peradaban. Dalam kasus Aisyah, penting untuk memahami konteks zamannya, bukan menilainya dengan standar moral modern.

Jangan Lewatkan:
  • Etika Digital dalam Islam
  • Ilmu dan Inovasi dalam Peradaban
  • Diam dalam Islam, Keutamaan yang Sering Terlupakan
  • Empat Kunci Hidup Tenang dalam Islam
Arab Kuno Peradaban Dunia Pernikahan Dini Sejarah Islam Tradisi Pernikahan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAmalan Agar Bisa Berjodoh dengan Orang yang Dicintai
Next Article Andi Narogong Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus e-KTP

Informasi lainnya

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

27 April 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

20 Maret 2026

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Mewaspadai Komunisme

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Vonis Sepotong, Keadilan Cacat

Editorial Udex Mundzir

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Editorial Udex Mundzir

Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?

Perspektif Udex Mundzir

Vitamin Syukur

Refleksi Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Global
Ericka10 Mei 2023

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Gus Iqdam Mengaku Dipersekusi Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Disbun Kaltim Sambut Hangat Kontingen MTQ Nasional XXX dari Provinsi Riau

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi