Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Udex MundzirUdex Mundzir6 Desember 2024 Editorial
Timnas Putri Indonesia juara Piala AFF 2024
Tim nasional putri Indonesia menjuarai Piala AFF Putri 2024 menundukkan Kamboja 3-1 final yang digelar di Stadion Nasional New Laos, Vientiane, Kamis (5/12/2024), (.ant/pssi)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sejarah baru tercipta. Timnas Putri Indonesia sukses mengukir namanya di Piala AFF 2024 dengan meraih gelar juara untuk pertama kalinya. Kemenangan 3-1 atas Kamboja menjadi simbol kebangkitan sepak bola wanita Indonesia, meski dihadang tantangan besar, seperti ketiadaan liga profesional yang konsisten.

Dalam perjalanan menuju final, Tim Garuda Pertiwi menunjukkan performa luar biasa di bawah pelatih Satoru Mochizuki. Umpan-umpan matang dan taktik yang rapi menggambarkan kesungguhan mereka.

Tak hanya itu, mereka mencatatkan tonggak sejarah sebagai tim pertama yang mampu menjadi juara di tengah minimnya dukungan infrastruktur dan liga domestik. Namun, kemenangan ini menyisakan pertanyaan besar.

Di tengah euforia, netizen dan penggemar sepak bola wanita menuntut PSSI untuk segera merealisasikan janji mereka: menghidupkan kembali Liga 1 Putri.

Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola wanita di Indonesia menghadapi kesenjangan besar dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Absennya kompetisi reguler membuat tim putri sulit berkembang. Bahkan, sebelum Piala AFF, mereka hanya mengandalkan laga uji coba internasional untuk mempersiapkan diri.

Baca Juga:
  • Alibi Efisiensi, Pilkada Tetap Harus Langsung
  • Di Balik Pagar yang Menyandera Laut
  • Vonis Sepotong, Keadilan Cacat
  • Pelantikan Presiden di Jakarta, Jokowi Gagal Pindah Ibu Kota

Di bawah PSSI, hanya segelintir klub yang aktif mendukung pembinaan sepak bola wanita. Padahal, negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam sudah memiliki liga profesional yang berjalan secara konsisten. Kemenangan atas Kamboja membuktikan potensi besar yang dimiliki para pemain Indonesia, tetapi keberlanjutannya tetap menjadi tantangan.

PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional memikul tanggung jawab besar untuk memastikan keberlanjutan prestasi ini. Dalam beberapa kesempatan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir berjanji akan membangun fondasi yang kuat bagi sepak bola wanita. Namun, janji ini belum menunjukkan hasil nyata.

Ketiadaan liga berdampak langsung pada regenerasi pemain. Para pemain muda kehilangan wadah untuk mengasah kemampuan. Bahkan, pemain-pemain seperti Reva Octaviani dan Sydney Sari Hooper hanya mengandalkan kompetisi antar sekolah atau perguruan tinggi untuk tetap aktif.

Dari sisi sosial, sepak bola wanita masih sering dipandang sebelah mata. Minimnya pemberitaan di media arus utama hingga anggapan bahwa sepak bola bukan “dunia wanita” menjadi hambatan besar. Kondisi ini kontras dengan respons netizen yang justru menunjukkan dukungan besar pasca kemenangan Garuda Pertiwi di Piala AFF.

Untuk memastikan prestasi ini bukan hanya keberuntungan sesaat, beberapa langkah konkret perlu diambil oleh PSSI dan pemangku kepentingan lainnya. Mengaktifkan kembali Liga 1 Putri adalah langkah utama yang harus diwujudkan. Kompetisi reguler adalah kunci untuk mengembangkan bakat dan meningkatkan kualitas pemain.

Artikel Terkait:
  • Sentralisasi Berkedok Nasionalisme
  • Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda
  • Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO
  • Integritas di Balik Gelar Akademik

Liga itu, bahkan jika awalnya hanya melibatkan beberapa tim, akan memberikan peluang bagi para pemain untuk berkompetisi dan berkembang. Dukungan finansial juga menjadi elemen penting. PSSI harus menggandeng sponsor untuk memastikan keberlanjutan liga. Pendekatan kepada perusahaan-perusahaan besar, seperti yang dilakukan dalam liga pria, harus menjadi prioritas utama.

Mengubah pandangan masyarakat terhadap sepak bola wanita membutuhkan usaha jangka panjang melalui edukasi dan kampanye kesetaraan gender dalam olahraga. Selain itu, program pembinaan usia dini harus diperkuat. PSSI dapat bermitra dengan sekolah dan akademi olahraga untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang solid.

Kemenangan Garuda Pertiwi di Piala AFF 2024 adalah momentum emas untuk memperbaiki masa depan sepak bola wanita di Indonesia. Jangan biarkan kegemilangan ini menjadi sekadar cerita manis tanpa keberlanjutan.

Sepak bola wanita Indonesia telah membuktikan potensinya. Kini saatnya semua pihak, dari PSSI hingga masyarakat, bekerja bersama untuk memastikan kemenangan ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju kejayaan yang lebih besar.

Jangan Lewatkan:
  • Politik Kongkow, Rakyat Menunggu
  • Prabowo Masih Takut Bayang-Bayang Jokowi
  • Populer, Bukan Baik: Demokrasi yang Terjebak
  • Sikap PDIP: Antara Prinsip dan Kepentingan

Liga 1 Putri Piala AFF Putri 2024 Sepak Bola Wanita Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMendes PDT Yandri Susanto Apresiasi Inovasi Desa Tepian Langsat dalam Ramah Tamah di Bengalon
Next Article Kominfo Kutim Dorong Jurnalis Tingkatkan Kompetensi dan Lawan Hoaks

Informasi lainnya

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Moral Publik Mati

Editorial Udex Mundzir

Tips Anti Baper Saat Lihat Pasangan Halal Muda

Daily Tips Alfi Salamah

Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?

Opini Udex Mundzir

Tombol Motivasi

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Untuk Apa Kenaikan UMP 6,5% Itu?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi