Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 4 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Taksi Terbang IKN: Mimpi yang Terbang Terlalu Tinggi

Membangun ibu kota baru saja belum rampung, kini bicara taksi terbang. Apakah ini visi, atau sekadar ilusi?
Udex MundzirUdex Mundzir13 Februari 2025 Editorial
Taksi Terbang IKN dan Masa Depannya
Taksi Terbang IKN (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Mundurnya Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, menandai babak baru ketidakpastian proyek taksi terbang di IKN. Proyek yang digadang-gadang sebagai simbol inovasi transportasi ini kini menghadapi realitas yang lebih keras: minim kesiapan infrastruktur, regulasi belum jelas, dan kepemimpinan yang goyah.

Sejak pertama kali diumumkan, proyek ini telah menuai pertanyaan besar. Bagaimana mungkin sebuah ibu kota yang bahkan belum memiliki infrastruktur dasar justru lebih dulu berbicara tentang taksi terbang?

Dengan segala keterbatasan yang masih membayangi pembangunan IKN, wacana taksi terbang lebih terasa sebagai gimmick politik ketimbang solusi mobilitas yang konkret.

Uji coba pada 2024 memang menunjukkan bahwa teknologi ini bukan sekadar konsep di atas kertas. Taksi terbang OPPAV dari Hyundai Motors Company (HMC) dan Korean Aerospace Research Institute (KARI) telah diuji di Samarinda.

Namun, fakta bahwa uji cobanya hanya berlangsung empat menit, di ketinggian 50–80 meter, dengan kecepatan 50 km/jam, sudah cukup menggambarkan bahwa perjalanan menuju operasional masih sangat panjang.

Baca Juga:
  • Terpidana Dilindungi, Hukum Dipermalukan
  • Abolisi Tak Sama Dengan Keadilan
  • Narasi Globalis dan Politik Ketakutan
  • Eksploitasi Konsumen: Kuota Hangus, Manipulasi Digital Terstruktur

Proyek ini terkendala bukan hanya karena mundurnya sosok kunci, tetapi juga karena ketidaksiapan ekosistem yang seharusnya mendukungnya.

Hingga kini, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) belum memberikan izin, sementara Asosiasi Penerbangan Internasional (IATA) juga belum merekomendasikan penggunaannya untuk operasi komersial.

Regulasi yang belum matang membuat taksi terbang berada dalam zona abu-abu hukum, yang berisiko membuat proyek ini mangkrak tanpa kepastian arah.

Di sisi lain, kondisi IKN sendiri masih jauh dari kata siap. Pembangunan dasar seperti air bersih, listrik stabil, dan sistem transportasi darat saja masih belum rampung. Jika proyek-proyek fundamental saja belum selesai, bagaimana mungkin pemerintah sudah berencana membangun sistem transportasi udara yang jauh lebih kompleks?

Taksi terbang bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga soal komitmen anggaran, kesiapan ekosistem, dan kepastian hukum. Tanpa tiga hal tersebut, taksi terbang hanya akan menjadi proyek eksperimental yang tak pernah benar-benar lepas landas.

Artikel Terkait:
  • IKN: Jawaban atas Pesimisme
  • Politik Warisan yang Membelit
  • Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi
  • Pajak: Cermin Keberlanjutan atau Beban Tanpa Akhir?

Bukan pertama kalinya Indonesia memiliki proyek ambisius yang berakhir tanpa hasil nyata. Proyek monorel Jakarta yang mangkrak selama bertahun-tahun adalah contoh klasik bagaimana kegagalan perencanaan bisa membuat inovasi besar hanya menjadi monumen kegagalan.

Dalam proyek IKN, pemerintah harus belajar dari kesalahan masa lalu: jangan berjualan mimpi tanpa pondasi yang kokoh.

Jika pemerintah benar-benar serius dengan taksi terbang, maka yang harus diprioritaskan adalah pembangunan infrastruktur dasar dan regulasi yang jelas.

Jika tidak, proyek ini hanya akan menjadi sekadar maket indah yang dipamerkan di konferensi internasional, tetapi tak pernah benar-benar menjadi kenyataan.

Jangan Lewatkan:
  • Dulu Dipaksa-Paksa Menggunakan Gas Elpiji 3 Kg, Sekarang Malah Haram
  • Peluang Usaha di Balik Batas Medsos
  • Kegaduhan yang Disengaja
  • Batas Kuasa, Uji Demokrasi

Mundurnya Mohammed Ali Berawi seharusnya menjadi alarm bahwa proyek ini masih jauh dari matang. Tanpa kepemimpinan yang kuat dan strategi yang jelas, taksi terbang di IKN hanya akan menjadi bagian dari daftar panjang janji-janji besar yang tak pernah benar-benar terwujud.

Mohammed Ali Berawi OIKN Proyek IKN Taksi Terbang IKN Transportasi Masa Depan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDeputi Mundur, Masa Depan Taksi Terbang di IKN Tidak Jelas
Next Article Prabowo Teken Keppres Biaya Haji 2025, Ini Besarannya per Embarkasi

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Wisata Instagramable Jadi Pangsa Pasar Baru

Travel Alfi Salamah

Menghapus Jerat Judi Online Pasca Pilkada

Editorial Udex Mundzir

Keistimewaan Haji Lansia: Ihram Pengganti di Gelombang Kedua

Islami Alfi Salamah

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

Perspektif Udex Mundzir

Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi