Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Deputi Mundur, Masa Depan Taksi Terbang di IKN Tidak Jelas

Proyek inovatif taksi terbang di IKN terancam mangkrak setelah Deputi OIKN, Mohammed Ali Berawi, mengundurkan diri.
SilvaSilva12 Februari 2025 Nasional
Taksi terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur
Taksi terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (.ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Cita-cita menghadirkan moda transportasi cerdas berupa taksi terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN) tampaknya harus tertunda. Pasalnya, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN (OIKN), Mohammed Ali Berawi, yang menjadi sosok utama di balik proyek ini, resmi mengundurkan diri pada 7 Februari 2025.

Mohammed Ali Berawi, atau akrab disapa Ale, adalah Guru Besar Universitas Indonesia (UI) yang dikenal sebagai inovator di OIKN. Ia menjadi figur kunci dalam pengembangan Proof of Concept (PoC) taksi terbang, yang diharapkan menjadi solusi mobilitas modern di ibu kota baru.

“PoC taksi terbang produksi Hyundai Motors Company (HMC)-Korean Aerospace Research Institute (KARI) yang telah dilaksanakan pada 2024 di Samarinda, adalah bagian dari serangkaian keberhasilan yang telah ditorehkan Kedeputian THD,” ujar Ale dalam pernyataannya.

Pada 2024, OIKN menggandeng Hyundai Motors Company (HMC) dan Korean Aerospace Research Institute (KARI) untuk mengembangkan taksi terbang berjenis Optionally Piloted Personal atau Passenger Air Vehicle (OPPAV).

Baca Juga:
  • Index Keterbukaan Badan Publik Kaltim Diatas Rata-rata Nasional
  • Kemenkumham Tingkatkan Layanan Legalisasi Apostille di Seluruh Indonesia
  • Libur Isra Mi’raj dan Imlek, KCCI Tambah 8 Perjalanan Whoosh
  • Percepatan Pembangunan IKN: Fokus Ketersediaan Pangan dan Urban Farming

Taksi ini direncanakan menjadi moda transportasi udara yang menghubungkan IKN dengan Balikpapan, Kalimantan Timur, atau Palu, Sulawesi Tengah, tanpa perlu transit di Makassar atau Jakarta.

Pada akhir Juli 2024, uji coba taksi terbang dilakukan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, dengan hasil yang cukup baik. Taksi ini mengudara selama 4 menit, mencapai ketinggian 50–80 meter, dengan kecepatan 50 km/jam.

Namun, mundurnya Ale memunculkan kekhawatiran mengenai kelanjutan proyek ini. Rencana operasional yang dijadwalkan pada 2028 kini dipertanyakan, terlebih dengan tantangan regulasi yang masih menghadang.

Selain belum tersedianya infrastruktur pendukung di IKN, proyek ini juga terkendala perizinan. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) belum memberikan izin resmi, sementara Asosiasi Penerbangan Internasional (IATA) juga belum merekomendasikan taksi terbang untuk operasi komersial.

Artikel Terkait:
  • Rakernas JMSI: Kawal Asta Cita Menuju Indonesia Emas
  • Driver Ojol Demo Tuntut THR, Massa SPAI Geruduk Kantor Kemnaker
  • Jakarta Siapkan Taman Buka 24 Jam, DPRD Ingatkan Soal Risiko Mesum
  • Mensos Pertimbangkan Vasektomi Jadi Syarat Bansos

Menurut sejumlah pengamat, tanpa kepemimpinan yang kuat dan dukungan penuh dari pemerintah, proyek inovatif ini bisa berakhir seperti banyak megaproyek lain yang akhirnya terbengkalai.

“Taksi terbang akan beroperasi ketika IKN sudah benar-benar terwujud. Itu artinya, kita masih harus menunggu pembangunan infrastruktur yang memadai serta kepastian regulasi,” ujar seorang sumber di OIKN.

Keputusan Ale untuk mundur disebut-sebut berkaitan dengan permintaan Universitas Indonesia, tempat ia mengajar. Kepala OIKN pun membenarkan bahwa pengunduran diri ini merupakan langkah pribadi Ale untuk kembali fokus di dunia akademik.

Dengan berbagai tantangan yang ada, masa depan taksi terbang di IKN kini berada dalam ketidakpastian. Apakah proyek ini akan tetap dilanjutkan, atau hanya akan menjadi wacana semata, masih menjadi tanda tanya besar.

Jangan Lewatkan:
  • MUI Dukung Pilkada via DPRD, Sebut Lebih Maslahat dan Hemat Biaya
  • Insiden Pengeroyokan dan Penusukan Terjadi pada Dua Lansia di Kelapa Gading oleh WNA Nigeria di Dalam Apartemen
  • Sidang Isbat Idul Fitri 2025 Digelar 29 Maret, Pemantauan Hilal di 33 Titik
  • PCO Tegaskan Indonesia Gabung BRICS untuk Akses Pasar, Bukan Anti-Barat
Mohammed Ali Berawi OIKN Proyek IKN Taksi Terbang IKN Transportasi Masa Depan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKemenko PMK Dorong Peningkatan Layanan Logistik Jemaah Haji 2025
Next Article Taksi Terbang IKN: Mimpi yang Terbang Terlalu Tinggi

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026

Dandhy Laksono Soroti Dugaan Pembajakan Film

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Jangan Lempar Beban ke Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Pajak dan Beban Kehidupan

Editorial Udex Mundzir

Langkah Utang Pemerintah di Akhir 2024

Editorial Udex Mundzir

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Opini Udex Mundzir

Bersih-Bersih Kabinet Prabowo Dimulai

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi