Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Temaram di Khalifa

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gubernur Bayangan di Tambang Rakyat

Ketika pejabat formal hanya simbol, dan kuasa tambang sesungguhnya dipegang oleh mereka yang tak pernah ikut pemilu.
Udex MundzirUdex Mundzir24 Juli 2025 Editorial
Peran Gubernur Bayangan dalam Tambang Indonesia
Ilustrasi Peran Gubernur Bayangan dalam Tambang Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Indonesia adalah negeri kaya sumber daya. Emas, nikel, batu bara, hingga timah tersedia melimpah dari ujung Sumatra hingga Papua.

Tapi, rakyat di sekitar tambang tetap hidup dalam kemiskinan, tanpa akses air bersih, tanpa sekolah layak, dan jalan rusak parah.

Mengapa bisa terjadi? Karena yang paling menikmati tambang bukan rakyat. Bukan juga negara. Tapi sekelompok kecil yang disebut: mafia lokal.

Mereka bukan kriminal biasa. Mereka adalah kekuatan tak terlihat, namun sangat nyata dalam setiap kebijakan daerah.

Mereka duduk di balik meja pengambilan keputusan. Tapi tak pernah tercantum di struktur pemerintahan.

Mereka tak pernah kampanye. Tak perlu baliho. Tapi pejabat resmi—termasuk gubernur—tunduk pada mereka.

Mereka adalah “gubernur bayangan” yang memegang kuasa lebih besar dari gubernur yang terpilih secara sah.

Dalam acara peresmian tambang, mereka ada di barisan depan. Tersenyum lebar sambil memotong pita bersama pejabat formal.

Sementara masyarakat yang protes tambang karena polusi dan longsor, justru diintimidasi.

Di Konawe Utara, aktivis lingkungan dilaporkan balik ke polisi. Padahal tambang yang diprotes tak punya izin AMDAL.

Ilegal, tapi aman. Karena yang mengurus bukan rakyat, melainkan jaringan mafia yang berkoalisi dengan pemerintah daerah.

ICW mencatat, lebih dari 58 persen izin tambang daerah bermasalah secara administratif dan hukum.

Namun tetap beroperasi. Bahkan mengekspor hasil tambangnya secara lancar.

Bagaimana mungkin? Karena “pengurusnya” bukan orang biasa.

Mereka punya kedekatan dengan bupati. Dekat dengan DPRD. Bahkan disebut-sebut sebagai penyandang dana saat pilkada.

Di banyak daerah, gubernur hanyalah simbol protokoler.

Sementara mafia lokal menjadi penentu arah proyek, jalur distribusi, bahkan siapa yang dapat jatah tambang berikutnya.

Mereka punya pengaruh dalam pengangkatan kepala dinas. Dalam pengadaan alat berat. Bahkan dalam pembagian proyek CSR.

Baca Juga:
  • MBG dan Risiko Cobra Effect
  • Taman di Jakarta akan Dibuka 24 Jam, Siapa yang Jaga?
  • Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan
  • Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

Rakyat tak lagi tahu siapa yang mereka minta pertanggungjawaban. Karena yang punya kuasa sesungguhnya tak muncul di publik.

Mereka tak hadir dalam debat. Tapi mereka bisa menentukan siapa yang duduk di kursi gubernur.

Mereka tak bicara di media. Tapi mereka bisa menutup suara warga lewat telepon kepada kepala daerah.

Satu kata mereka bisa hentikan investigasi. Bisa tarik polisi dari lokasi tambang ilegal.

Lalu siapa yang melawan?

Rakyat, yang dituduh menghambat pembangunan.

Di Kalimantan Timur, lubang bekas tambang merenggut nyawa 39 anak dalam 10 tahun.

Tak ada perusahaan yang dihukum. Tak ada izin yang dicabut.

Karena yang menjaga tambang bukan hukum, melainkan perlindungan dari jaringan kekuasaan.

Di Sulawesi Tengah, tambang ilegal bisa ekspor bijih nikel ke China.

Tanpa dokumen sah. Tanpa audit lingkungan. Tapi dikawal aparat berseragam.

Apakah ini kebetulan? Tidak. Ini adalah sistem.

Sistem di mana hukum dikendalikan oleh kepentingan, bukan keadilan.

Mafia lokal adalah operator. Mereka punya instrumen lengkap: aparat, birokrat, bahkan juru bicara.

Kita sering menyalahkan asing. Tapi lupa bahwa yang membuka pintu adalah orang dalam.

Investor hanya masuk jika ada jaminan dari dalam negeri.

Dan jaminan itu sering kali datang dari mereka yang tak tercatat di struktur pemerintahan, tapi lebih berkuasa dari siapa pun.

Artikel Terkait:
  • Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi
  • Terpidana Dilindungi, Hukum Dipermalukan
  • Suara Moral yang Tersisa
  • Koperasi Desa Tanpa Arah Nyata

Karena itulah mereka disebut “gubernur bayangan”.

Mereka bisa menentukan wilayah tambang. Menentukan siapa yang boleh masuk dan siapa yang harus keluar.

Mereka lebih tahu isi tambang dari pada pejabat dinas ESDM.

Mereka lebih berpengaruh dari gubernur dalam menentukan proyek strategis daerah.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Pertama, akui bahwa mafia lokal adalah aktor utama dalam tambang.

Mereka bukan sekadar pelengkap. Mereka adalah penentu.

Kedua, pemerintah pusat harus mengambil alih sistem perizinan tambang.

Hapus perizinan manual. Wajibkan sistem digital yang transparan dan bisa dipantau publik.

Ketiga, beri wewenang pada KPK untuk menyelidiki relasi politik tambang di daerah.

Telusuri aliran dana, kontrak bayangan, dan aset yang tak bisa dijelaskan secara logis.

Keempat, lindungi masyarakat adat dan warga yang bersuara.

Mereka adalah pihak yang paling terdampak, namun paling tidak dilindungi.

Hentikan kriminalisasi terhadap warga yang menolak tambang.

Kelima, cabut izin perusahaan yang melanggar AMDAL dan merusak lingkungan.

Jangan Lewatkan:
  • Mike Tyson vs Jake Paul, Duel Fenomenal untuk Konten YouTube!
  • Mindset Penghambat Investasi
  • Sepertinya Prabowo Tak Akan Berani Pecat Bahlil
  • Lumbung Korupsi dalam Demokrasi yang Terganjal

Beri sanksi pada pejabat daerah yang memfasilitasi praktik tersebut.

Jika tidak, maka sistem ini akan terus berjalan.

Gubernur akan tetap menjadi boneka. Sementara mafia menjadi dalang yang tak tersentuh.

Dan rakyat akan terus jadi korban, di tanah mereka sendiri.

Mafia lokal bukan hanya musuh hukum, mereka adalah lawan demokrasi.

Selama mereka dibiarkan, tidak akan ada kedaulatan tambang.

Yang ada hanyalah eksploitasi sistemik, dan negara yang dikendalikan oleh tangan-tangan gelap.

Gubernur Bayangan Kedaulatan Daerah Korupsi Tambang Mafia Lokal Tambang Ilegal
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKemenkes Tegaskan ChatGPT Tak Bisa Gantikan Diagnosis Dokter
Next Article Hasto Divonis 3,5 Tahun Penjara Terkait Suap KPU

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Orde Baru Jauh Lebih Baik

Editorial Udex Mundzir

Ilmu yang Terasing di Negeri Sendiri

Editorial Udex Mundzir

Lulusan Gen Z Banyak Dipecat? Kenali Masalah dan Solusinya

Happy Udex Mundzir

Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan

Islami Udex Mundzir

Tessa Wijaya, Wanita di Balik Kesuksesan Xendit

Profil Assyifa
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Larangan 40 Hari Ke Luar Rumah Selepas Pulang Haji

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi