Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 28 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo Masih Takut Bayang-Bayang Jokowi

Stabilitas tanpa keberanian politik hanya akan memperpanjang warisan yang belum tentu sesuai dengan visi pemerintahan baru.
Udex MundzirUdex Mundzir7 Agustus 2025 Editorial
Jokowi prabowo
Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk merombak jajaran kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Penegasan itu disampaikan dengan lugas dalam pertemuan resmi di Istana pada 7 Agustus 2025. Ia menyebut bahwa para menterinya bekerja dengan baik, solid, dan produktif.

Pernyataan ini muncul di tengah menguatnya spekulasi publik bahwa reshuffle sudah mendekat, terutama karena tekanan dari sejumlah kelompok politik yang menilai beberapa pos kementerian masih diisi oleh figur yang tidak sejalan dengan visi kepemimpinan Prabowo.

Tetapi publik bukan hanya menilai performa teknis para menteri. Yang lebih mendalam adalah persoalan legitimasi arah pemerintahan. Apakah Presiden Prabowo benar-benar sudah mengambil kendali politik penuh, atau masih berada di bawah bayang-bayang warisan Jokowi?

Pernyataan Prabowo yang menyebut bahwa kinerja kabinet “mendekati sempurna” bukan hanya terasa berlebihan, tetapi juga menunjukkan bahwa ia masih enggan mengambil langkah korektif terhadap struktur kekuasaan yang dibentuk sebelum dirinya menjabat.

Tidak bisa dimungkiri bahwa banyak posisi strategis di kabinet saat ini masih diisi oleh orang-orang yang secara politis merupakan titipan kekuatan lama. Mereka bukan bagian dari koalisi yang memenangkan Prabowo dalam Pilpres 2024, tetapi masih memegang posisi penting seolah-olah tidak pernah terjadi pergantian kekuasaan.

Inilah titik persoalan yang sesungguhnya. Bukan soal reshuffle sebagai simbol, tapi soal keberanian mengambil keputusan strategis untuk memutus ketergantungan terhadap figur lama yang pengaruhnya masih membayangi pemerintahan.

Ketika Prabowo menyebut bahwa kritik adalah bagian dari demokrasi tetapi tidak cukup alasan untuk melakukan reshuffle, itu bisa dibaca sebagai sinyal bahwa dirinya lebih mengutamakan harmoni elite dibanding kemauan rakyat.

Baca Juga:
  • Haji Ilegal, Iman yang Dimanfaatkan
  • Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO
  • Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik
  • Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

Padahal, dalam konteks demokrasi, kehendak publik semestinya menjadi kompas utama. Dan kehendak itu sudah cukup jelas sejak pemilu lalu: rakyat ingin arah baru, bukan sekadar kesinambungan tanpa evaluasi.

Dengan tidak melakukan reshuffle, Prabowo memberi kesan bahwa ia memilih kenyamanan politik di atas reformasi struktural. Ia tampak belum siap mengambil risiko politik dengan menyingkirkan menteri yang tidak lagi relevan atau bahkan kontraproduktif dengan agenda pemerintahannya sendiri.

Ketegasan yang diucapkan belum tentu berarti keberanian. Dalam politik, ada kalanya ketegasan justru menjadi alat untuk menolak tanggung jawab.

Jika Presiden Prabowo benar-benar percaya bahwa kepemimpinannya harus berdiri di atas pondasi yang kokoh, maka ia tidak boleh terus bergantung pada arsitektur kekuasaan yang disusun oleh pendahulunya. Setiap pemimpin yang ingin menciptakan legacy sendiri, harus mulai dari keberanian memutus mata rantai ketergantungan itu.

Reshuffle kabinet bukan soal gonta-ganti posisi. Ini adalah soal konsolidasi arah pemerintahan. Bila menteri-menteri yang selama ini menjadi simbol kompromi politik dibiarkan tetap berada dalam kekuasaan, maka visi Prabowo—apa pun bentuknya—tidak akan pernah bisa diterjemahkan secara efektif.

Lebih dari itu, membiarkan wajah-wajah lama tetap mengisi pos kunci adalah bentuk pelemahan simbolik terhadap mandat rakyat. Rakyat tidak memilih Prabowo untuk melanjutkan kepatuhan terhadap sistem lama yang penuh kompromi, melainkan untuk melakukan koreksi dan mengambil alih kendali.

Artikel Terkait:
  • Prabowo Akan Kehilangan Kesempatan Emas
  • Bukan Lalai, Tapi Sinyal Korupsi
  • Serangan Fajar: Hari Tenang yang Tak Tenang
  • Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin

Stabilitas memang penting. Tetapi stabilitas tanpa keberanian hanya akan memperpanjang status quo. Dan status quo bukanlah hal yang diinginkan rakyat ketika mereka memilih perubahan.

Presiden Prabowo masih memiliki waktu dan kekuatan politik untuk mengoreksi arah. Tetapi waktu itu tidak selamanya tersedia. Setiap bulan tanpa perubahan, akan memperkuat kesan bahwa Prabowo hanya menjadi kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya, dengan wajah berbeda tapi isi yang sama.

Jika reshuffle ditunda terus-menerus dengan alasan kinerja yang “baik-baik saja”, maka publik akan bertanya: apakah ini benar-benar pemerintahan baru, atau hanya kelanjutan dari pemerintahan lama yang diperhalus?

Editorial ini bukan untuk mendikte langkah politik Presiden. Tetapi untuk mengingatkan bahwa kekuasaan yang tidak digunakan dengan keberanian akan segera kehilangan makna.

Prabowo adalah presiden yang dipilih secara sah oleh rakyat. Maka sudah semestinya ia menjalankan mandat itu dengan kemandirian penuh, termasuk dalam menyusun tim kerja yang benar-benar mewakili visinya.

Jangan Lewatkan:
  • Jangan Mencari Tumbal demi Kemenangan Pilkada di Sampang
  • Keadilan Dibelokkan oleh Kekuasaan
  • Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi
  • Coba Vaksin? Wakil Rakyat Dulu!

Menunda reshuffle adalah menunda kejelasan arah. Dan bangsa ini sudah cukup lama hidup dalam ketidakjelasan.

Jokowi Prabowo Kabinet Merah Putih Politik Nasional Prabowo Subianto Reshuffle Menteri
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTerpidana Dilindungi, Hukum Dipermalukan
Next Article KPK Ungkap Dugaan Keterlibatan Travel dalam Korupsi Kuota Haji

Informasi lainnya

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

27 April 2026

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

26 April 2026

e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

25 April 2026

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

23 April 2026

UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN

19 April 2026

War Ticket: Ilusi Akses Setara

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Lulusan Gen Z Banyak Dipecat? Kenali Masalah dan Solusinya

Happy Udex Mundzir

Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Travel Alfi Salamah

Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Gagasan Udex Mundzir

Tips Anti Baper Saat Lihat Pasangan Halal Muda

Daily Tips Alfi Salamah

Kemenag Pantau Hilal di 125 Lokasi, Puasa Bisa Dimulai 1 Maret

Islami Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi