Tasikmalaya – Tongkat kepemimpinan Racana Pandega di Pangkalan Pesantren Pramuka Khalifa resmi beralih. Aditya Musthofa dan Lisda Lisdiawati mendapat amanah memimpin Racana Pandega Putra 05.109 dan Racana Pandega Putri 05.110 untuk masa bakti 2026–2027.
Pelantikan dan pengesahan tersebut dilakukan oleh Ketua Gugus Depan 05.109–05.110 Pangkalan Pesantren Pramuka Khalifa, Alfi Salamah, di Tasikmalaya, Kamis, 6 Agustus 2026. Penetapan keduanya merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Racana Pandega yang dilaksanakan dalam rangkaian Musyawarah Gugus Depan tahun 2026.
Aditya Musthofa ditetapkan sebagai Ketua Dewan Racana Pandega Putra 05.109. Sementara itu, Lisda Lisdiawati dipercaya menjadi Ketua Dewan Racana Pandega Putri 05.110 bersama jajaran pengurus racana putri.
“Selamat menggemban amanah. Mari terus belajar dan jangan berhenti berkarya,” kata Alfi dalam pelantikan kepengurusan Racana Pandega Pangkalan Pesantren Pramuka Khalifa di Tasikmalaya, Kamis (6/8/2026).
Pesan tersebut menjadi bekal awal bagi kedua ketua dalam menjalankan roda organisasi. Kepemimpinan racana tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan kepramukaan, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola organisasi di kalangan anggota Pramuka Pandega.
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Gugus Depan Nomor 01/SK/05.109/VII/2026, Aditya Musthofa bertugas mengoordinasikan, merancang, dan mengevaluasi program Racana Pandega Putra 05.109. Ia juga berkewajiban melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Pembina Racana dan Musyawarah Racana Pandega.
Susunan lengkap Dewan Racana Pandega Putra belum seluruhnya ditetapkan saat surat keputusan diterbitkan. Posisi Pemangku Adat, sekretaris, dan bendahara akan disahkan melalui surat keputusan tersendiri setelah proses Musyawarah Racana Pandega Putra diselesaikan secara lengkap.
Kondisi tersebut membuat Aditya memikul tugas awal untuk membantu menyelesaikan pembentukan struktur organisasi. Struktur yang lengkap dibutuhkan agar pembagian tanggung jawab, penyusunan program, administrasi, dan pengelolaan kegiatan dapat berjalan secara tertib.
Di Racana Pandega Putri 05.110, Lisda Lisdiawati memimpin kepengurusan yang telah dilengkapi sejumlah unsur dewan. Siti Aisyah ditetapkan sebagai Pemangku Adat, Ericka Dania sebagai sekretaris, dan Sriyanti Nurfadillah sebagai bendahara.
Kepengurusan Racana Pandega Putri bertugas merancang, mengurus, dan mengevaluasi program kegiatan racana. Mereka juga mendapat tanggung jawab merekrut anggota baru, mengelola dana kegiatan, serta menyampaikan laporan pelaksanaan program kepada Pembina Gugus Depan dan Musyawarah Racana Pandega.
Aditya dan Lisda dipilih melalui musyawarah mufakat atau aklamasi oleh anggota racana masing-masing. Proses tersebut menempatkan keduanya bukan sekadar sebagai pengurus yang ditunjuk, melainkan pemimpin yang memperoleh kepercayaan dari anggota.
Pemilihan melalui musyawarah penting dalam pendidikan kepramukaan karena melatih anggota menyampaikan pendapat, mempertimbangkan kemampuan calon pemimpin, serta menerima keputusan bersama. Mekanisme ini juga memberi ruang bagi anggota racana untuk ikut menentukan arah organisasi yang akan mereka jalankan.
Racana Pandega merupakan satuan Gerakan Pramuka bagi anggota usia Pandega. Pada tahap ini, anggota tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi mulai mendapatkan ruang lebih luas untuk merancang, menjalankan, dan mengevaluasi program secara mandiri dengan pendampingan pembina.
Karena itu, jabatan ketua dewan racana membawa tanggung jawab yang cukup besar. Ketua harus mampu menggerakkan anggota, menjaga komunikasi, membagi tugas, menyusun agenda, serta memastikan kegiatan memberi manfaat bagi lingkungan pesantren dan masyarakat.
Pengesahan kepemimpinan putra dan putri juga dilaksanakan berdasarkan prinsip satuan terpisah. Racana Pandega Putra 05.109 dan Racana Pandega Putri 05.110 dikelola secara terpisah, meskipun berada dalam satu Gugus Depan Pangkalan Pesantren Pramuka Khalifa.
Prinsip tersebut memungkinkan proses pembinaan berlangsung sesuai kebutuhan masing-masing satuan. Dalam pelaksanaan tugasnya, Racana Pandega Putra didampingi Pembina Racana Putra, sedangkan Racana Pandega Putri didampingi Pembina Racana Putri yang bertindak sebagai konsultan.
Masa bakti kedua ketua berlangsung selama satu tahun sejak
keputusan ditetapkan pada 6 Agustus 2026. Setelah masa bakti berakhir, ketua dapat dipilih kembali melalui Musyawarah Racana Pandega berikutnya sesuai dengan mekanisme organisasi.
Dalam waktu satu tahun itu, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya akan dinilai dari banyaknya kegiatan yang terlaksana. Kemampuan membangun kekompakan, menumbuhkan kader baru, menjaga administrasi, dan menghadirkan program yang relevan akan menjadi ukuran penting.
Bagi lingkungan Pesantren Pramuka Khalifa, kepengurusan racana dapat menjadi ruang pendidikan kepemimpinan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Anggota belajar bahwa amanah organisasi harus diterjemahkan menjadi kerja, kedisiplinan, pelayanan, dan karya yang dapat dirasakan bersama.
Pelantikan Aditya Musthofa dan Lisda Lisdiawati menandai dimulainya masa pengabdian baru di Racana Pandega Pangkalan Pesantren Pramuka Khalifa. Amanah tersebut kini menunggu diwujudkan melalui program yang terencana, partisipatif, dan mampu menjaga semangat belajar serta berkarya di kalangan Pramuka Pandega.
