Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 14 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Bazar murah menjangkau 30 kecamatan Bandung dengan selisih harga sejumlah bahan pokok yang membantu belanja rumah tangga.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 September 2026 Ekonomi
Bazar Murah Kota Bandung
Warga membeli kebutuhan pokok di Bazar Murah Bandung
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Selisih beberapa ribu rupiah mungkin terlihat kecil saat membeli satu barang. Namun bagi keluarga yang harus mengatur beras, minyak goreng, bawang, daging, dan kebutuhan dapur sepanjang bulan, setiap penurunan harga dapat berarti ruang tambahan dalam anggaran rumah tangga.

Bazar Murah Utama atau Bazmut Kota Bandung yang berlangsung 31 Agustus hingga 11 September 2026 hadir di 30 kecamatan dengan menawarkan sejumlah kebutuhan pokok di bawah harga acuan atau harga yang biasa ditemui masyarakat. Program Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung itu digelar bertahap selama 10 hari dengan tiga kecamatan menjadi lokasi kegiatan setiap harinya.

Komoditas yang disediakan antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), MinyaKita, daging sapi, daging ayam beku, bawang merah, serta bawang putih. Pemerintah Kota Bandung menjadikan bazar murah sebagai salah satu instrumen untuk menjaga keterjangkauan pangan sekaligus menahan tekanan inflasi.

Lalu, seberapa besar warga sebenarnya dapat menghemat?

Untuk beras SPHP, Disdagin mencatat harga pada Bazmut sebesar Rp58.000 per kemasan lima kilogram. Angka tersebut Rp4.545 lebih rendah dibandingkan harga eceran tertinggi yang disebut Disdagin sebesar Rp62.545 untuk ukuran yang sama.

Dengan perbandingan itu, penghematan beras mencapai sekitar 7,3 persen untuk setiap kemasan lima kilogram. Jika sebuah rumah tangga membeli dua kemasan atau 10 kilogram, selisihnya secara matematis mencapai Rp9.090 dibandingkan membeli pada batas harga Rp62.545 per lima kilogram.

MinyaKita pada bazar tersebut dipasarkan Rp15.500 per liter. Sementara Kementerian Perdagangan hingga Juni 2026 masih mempertahankan Harga Eceran Tertinggi MinyaKita sebesar Rp15.700 per liter.

Selisihnya memang hanya Rp200 per liter jika dibandingkan HET. Namun harga bazar setidaknya memastikan masyarakat memperoleh minyak goreng pada tingkat yang tidak melampaui batas harga pemerintah.

Perbedaan lebih terasa pada beberapa komoditas lain. Disdagin mencatat bawang merah dan bawang putih dijual sekitar Rp15.000 per setengah kilogram atau setara Rp30.000 per kilogram, sementara harga di pasar pada saat program berlangsung disebut sudah bergerak di atas Rp30.000 per kilogram.

Daging sapi ditawarkan sekitar Rp72.000 per setengah kilogram atau setara Rp144.000 per kilogram. Daging ayam beku dijual sekitar Rp38.000 dengan bobot berkisar 0,8 hingga 0,9 kilogram.

Baca Juga:
  • Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru
  • Zulhas Mendag Larang TikTok Shop Jualan Revisi PMPT 50/2020
  • Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali
  • BNI Perkuat Sistem Keamanan Siber Dukung Ekonomi Digital

Harga tersebut memperlihatkan bahwa istilah “murah” tidak selalu berarti seluruh komoditas memiliki potongan yang sama besar. Nilai ekonominya bergantung pada jenis barang, harga pasar ketika pembelian dilakukan, jumlah yang dibeli, dan kebutuhan masing-masing rumah tangga.

Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, mengatakan Bazmut dirancang untuk membawa bahan kebutuhan pokok lebih dekat kepada warga sekaligus menjadi bagian dari pengendalian inflasi.

“Bazar Murah ini adalah salah satu tugas kami atau program kami dari Disdagin, yaitu bagaimana kita dalam upaya pengendalian inflasi, kemudian juga membantu warga masyarakat untuk mendapatkan berbagai macam barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dan lebih mendekatkan kepada mereka,” kata Meiwan dalam Sonata Talkshow bersama Radio Sonata dan PRFM di Bandung (1/9/26).

Bagi masyarakat, manfaat bazar tidak hanya berada pada angka di label harga. Lokasi yang dibawa ke tingkat kecamatan juga dapat mengurangi ongkos perjalanan warga untuk mencari pangan dengan harga lebih rendah.

Di Kecamatan Astanaanyar, misalnya, warga mengaku menemukan salah satu produk dengan harga sekitar Rp12.000 per kilogram. Produk serupa disebut dijual di pasar sekitar Rp14.000 hingga Rp14.600 per kilogram.

Jika menggunakan perbandingan tersebut, selisih harga mencapai Rp2.000 hingga Rp2.600 setiap kilogram. Itu setara penghematan sekitar 14 hingga 18 persen, meski besar penghematan yang diterima setiap warga tentu bergantung pada produk serta volume pembelian.

“Ya, murah, harganya terjangkau untuk masyarakat kecil seperti saya,” kata warga Astanaanyar, Ani Maryani, saat berbelanja pada Bazar Murah Utama di Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung (1/9/26) lalu.

Kesaksian warga tersebut penting karena tujuan program pangan murah pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya titik pelaksanaan. Pertanyaannya adalah apakah harga yang tersedia benar-benar memberikan perbedaan pada pengeluaran rumah tangga.

Tekanan terhadap belanja kebutuhan sehari-hari juga berkaitan dengan pergerakan inflasi. Badan Pusat Statistik Kota Bandung mencatat inflasi tahunan atau year-on-year pada Juli 2026 sebesar 2,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen berada pada angka 111,14.

Secara bulanan, Kota Bandung justru mengalami deflasi 0,06 persen pada Juli 2026. Sementara inflasi sepanjang Januari hingga Juli atau year-to-date tercatat 1,53 persen.

Artikel Terkait:
  • Pertamina dan Petronas Merger untuk Akuisisi Saham Shell di Blok Masela
  • DPR Soroti Kepailitan Sritex: Tragedi Nasional
  • Prabowo Tunjuk Rosan Roeslani Pimpin Danantara, Erick Thohir Jadi Pengawas
  • Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

Inflasi bukan berarti seluruh barang mengalami kenaikan dengan besaran yang sama. Namun perubahan harga pangan mudah dirasakan masyarakat karena beras, minyak, telur, daging, cabai, dan bawang merupakan kebutuhan yang dibeli secara berulang.

Itulah mengapa intervensi harga pangan kerap menyasar komoditas yang paling dekat dengan dapur keluarga. Penghematan Rp4.545 dari satu kemasan beras, misalnya, terlihat kecil jika berdiri sendiri, tetapi dapat bertambah ketika dikombinasikan dengan sejumlah kebutuhan lain.

Sebagai ilustrasi, dua kemasan beras SPHP lima kilogram yang dibeli pada harga Bazmut menghasilkan selisih Rp9.090 dibandingkan batas harga yang disebut Disdagin. Jika ditambah dua liter MinyaKita, selisih terhadap HET bertambah Rp400 menjadi sekitar Rp9.490.

Perhitungan itu hanya ilustrasi berdasarkan harga yang diumumkan pemerintah, bukan gambaran pasti belanja setiap pengunjung. Batas jumlah pembelian, persediaan barang, serta harga pasar yang dihadapi masing-masing warga dapat membuat nilai penghematan berbeda.

Program pangan murah juga tidak dapat berdiri sendiri sebagai jawaban terhadap persoalan harga. Bazar berlangsung dalam waktu tertentu, sementara kebutuhan keluarga harus dipenuhi setiap hari setelah tenda dan lapak program selesai dibongkar.

Kota Bandung sebenarnya memiliki mekanisme pemantauan harga pangan yang dilakukan secara berkala. Sistem informasi harga pangan milik pemerintah daerah menghimpun data dari petugas enumerator di sejumlah pasar tradisional seperti Astanaanyar, Cicadas, Sederhana, Kosambi, Andir, Kiaracondong, Moch. Toha, dan Gedebage.

Pemantauan tersebut menjadi penting karena efektivitas program pangan murah tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya warga yang datang. Pemerintah juga perlu mengetahui apakah intervensi mampu menjaga harga pasar tetap terkendali dan apakah komoditas tersedia ketika masyarakat membutuhkannya.

Bagi keluarga berpendapatan terbatas, persoalan pangan sering kali bukan mencari harga termurah untuk satu hari, melainkan menjaga agar total pengeluaran tidak melampaui pendapatan selama satu bulan. Karena itu, selisih beberapa ribu rupiah baru terasa berarti ketika akses terhadap pangan terjangkau tersedia secara konsisten.

Jangan Lewatkan:
  • Bantuan Subsidi Upah Pekerja dan Guru Honorer Cair Juni
  • Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG
  • Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil
  • BNI Salurkan KUR ke Petani Tebu untuk Dukung Swasembada Gula 2028

Basmut triwulan III 2026 telah berakhir pada 11 September. Setelah program selesai, ukuran berikutnya bukan lagi panjang antrean atau jumlah kecamatan yang dikunjungi, tetapi perkembangan harga bahan pokok di pasar-pasar Bandung dalam beberapa pekan mendatang.

Bazar murah dapat memberi jeda bagi pengeluaran keluarga, terutama ketika harga pangan bergerak naik. Namun daya beli masyarakat dalam jangka panjang tetap bergantung pada kestabilan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan kemampuan pendapatan mengikuti biaya hidup.

Bagi warga, hitungannya tetap sederhana: semakin kecil bagian pendapatan yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan dasar, semakin besar ruang untuk membayar pendidikan, transportasi, kesehatan, dan kebutuhan keluarga lainnya. Dari situlah selisih harga beberapa ribu rupiah memperoleh arti yang lebih besar daripada sekadar angka pada label belanja.

Bazar Murah Bandung Beras SPHP Ekonomi Harga Pangan Inflasi Bandung
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Informasi lainnya

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menggali Kearifan Ramadan, Meningkatkan Akhlak dan Kepedulian

Islami Alfi Salamah

Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan

Perspektif Udex Mundzir

Hoax Surat Pemanggilan Tes Pegawai BPJS Kesehatan, Ini Klarifikasi dari Munaqib

Kroscek Nugroho

Mindset Hack to Stop Overthinking

Happy Assyifa

Pemerintahan Indonesia Masih Menggunakan Manajemen Penjajah

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi