Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Tawarkan Telur Sebagai Alat Negosiasi Tarif AS

Kelebihan pasokan telur jadi peluang diplomatik di tengah ancaman tarif baru dari Trump.
ErickaEricka8 April 2025 Ekonomi
diplomasi ekspor telur Indonesia ke AS
Ilustrasi diplomasi ekspor telur Indonesia ke AS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia tak tinggal diam menghadapi kebijakan tarif impor sebesar 32 persen yang dikenakan Presiden Donald Trump terhadap produk asal Indonesia. Dalam strategi diplomatik terbaru, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyebut telur konsumsi sebagai senjata negosiasi yang efektif di tengah defisit pangan yang dialami Amerika Serikat.

Kondisi darurat pangan di Negeri Paman Sam, terutama akibat wabah flu burung HPAI yang menyerang sektor peternakan, telah memicu kelangkaan telur dan melambungkan harganya hingga USD 4,11 per lusin. Di sisi lain, Indonesia mengalami surplus produksi telur yang mencapai 288,7 ribu ton atau sekitar 5 miliar butir tiap bulannya.

“Alhamdulillah orang kurang telur, kita telurnya lebih,” ujar Zulhas pada Selasa (8/4/2025), sembari menegaskan kesiapan Indonesia memasok kebutuhan pangan global.

Baca Juga:
  • Pelabuhan Baai Dikeruk, Suplai BBM Ditargetkan Lancar Juli
  • Defisit APBN Berpotensi Bengkak Akibat Program MBG
  • Negara-Negara Ini Raih Keuntungan dengan Membeli Emas Batangan Rusia
  • Apakah Krisis Utang Mengancam RI? Anies Terpukau Saat Baca Buku Mengenai Hal Ini

Ia menambahkan bahwa kondisi surplus juga terjadi pada beras, di mana stok nasional saat ini tercatat mencapai 2,8 juta ton, sementara proyeksi produksi hingga April mencapai 13,9 juta ton. Menurut Zulhas, dua komoditas strategis ini dapat menjadi alat diplomasi yang krusial dalam meredam potensi perang dagang.

Pemerintah Indonesia pun merespons cepat dengan menggalang diplomasi ekonomi bersama negara-negara ASEAN. Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN yang dijadwalkan pekan depan akan membahas strategi bersama menghadapi tarif resiprokal dari AS, termasuk diskusi bilateral yang telah dibuka antara Menko Zulhas dengan Menko Ekonomi Airlangga Hartarto.

“Tidak ada soal balas-membalas. Ini soal saling membutuhkan. AS butuh kedelai, kita butuh pasar. Ini masih bisa dinegosiasikan,” jelas Zulhas, menyiratkan optimisme terhadap jalur diplomatik.

Artikel Terkait:
  • Pemerintah Didorong Nasionalisasi Aset LNG British Petroleum yang Tak Komitmen
  • Kementan Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Iduladha 2025
  • Bank Jatim Mojokerto Maknai Ramadan dengan Silaturahmi
  • Kemenhub: Indonesia Airlines Belum Ajukan Izin Operasi

Kebijakan tarif baru AS memicu gelombang kekhawatiran di berbagai sektor ekspor Indonesia. Namun, pemerintah menilai momentum ini sebagai ajang pembuktian kedaulatan pangan dan peluang membuka akses pasar baru dengan komoditas unggulan yang selama ini tidak diperhitungkan.

Dengan menyandingkan surplus telur dan beras sebagai solusi terhadap defisit pangan AS, Indonesia berharap dapat menyeimbangkan tekanan dagang dan membuka ruang dialog yang lebih produktif.

Jangan Lewatkan:
  • Pajak THR 2026: Aturan, Besaran, dan Cara Menghitungnya
  • BEI Bahas Tiga Opsi Perpanjangan Jam Perdagangan Saham
  • AHY Upayakan Penurunan Harga Tiket Pesawat Saat Lebaran 2025
  • Kemendes Tegaskan Dana Desa Bisa Dipakai untuk Digitalisasi
Diplomasi Ekonomi ekspor telur Indonesia perdagangan Indonesia-AS surplus pangan nasional tarif Trump 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesta Laut Pesisir Kukar 2025 Tampilkan Seni Budaya Lokal, Perkuat Daya Tarik Wisata
Next Article Warga Solo Gugat Jokowi dan Ma’ruf Amin Terkait Mobil Esemka

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Luangkan Waktu untuk Ngobrol, Bikin Istri Bahagia

Happy Silva

Elon Musk Cetak Sejarah, Kekayaan Tembus Rp 7.000 Triliun

Profil Silva

Pendidikan Tersedot Program MBG

Editorial Udex Mundzir

Pergi Haji atau Umroh Dulu? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad

Islami Alfi Salamah

KTP dan Pajak yang Tak Sederhana

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi