Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

Kenaikan tagihan listrik rumah tangga ramai dikeluhkan warganet saat cuaca panas melanda.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati5 Mei 2026 Ekonomi
Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap
Ilustrasi listrik padam (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Panas di luar, panas pula melihat tagihan.” Keluhan itu menggambarkan keresahan sejumlah pelanggan listrik yang ramai menyuarakan lonjakan tagihan April 2026 di media sosial. Sebagian warganet mengaku tagihan bulanannya naik tajam, bahkan hampir dua kali lipat, meski tidak merasa menambah perangkat elektronik atau mengubah pola pemakaian listrik di rumah.

Keluhan tersebut mencuat sejak Sabtu (2/5/2026), ketika beberapa pengguna media sosial membagikan pengalaman tagihan listrik yang meningkat signifikan.

Ada pelanggan yang biasanya membayar sekitar Rp 800.000, tetapi dalam dua bulan terakhir tagihannya naik menjadi Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta. Pengguna lain menyebut tagihan dua meteran yang biasanya berkisar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta melonjak menjadi Rp 9,6 juta.

Kondisi itu terjadi bersamaan dengan periode April-Mei 2026, saat sejumlah daerah di Indonesia mulai memasuki cuaca lebih panas pada musim kemarau.

“Terkait ramainya informasi yang beredar di media sosial mengenai keluhan kenaikan tagihan listrik bulan April 2026, kami menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, saat dihubungi pada Senin (4/5/2026).

Baca Juga:
  • Paylater Jadi Andalan Gen Z & Milenial Atur Keuangan
  • Lewat Diaspora Loan, BNI Dorong UKM Indonesia Go Global
  • Menteri P2MI Dorong Warga Manfaatkan 1,7 Juta Lowongan di Luar Negeri
  • Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi Nasional

Gregorius memastikan tarif listrik periode April-Juni 2026 tetap stabil dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya. Menurutnya, PLN menjalankan kebijakan tarif sesuai ketentuan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Karena itu, lonjakan tagihan pelanggan tidak berkaitan dengan perubahan harga listrik, melainkan lebih mungkin dipengaruhi peningkatan konsumsi harian.

“Untuk periode April-Juni 2026, tarif listrik tetap stabil dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya,” ujar Gregorius.

PLN mengimbau pelanggan memantau pemakaian listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Pelanggan pascabayar dapat mengecek riwayat penggunaan, sedangkan pelanggan prabayar bisa melihat riwayat pembelian token. Cara ini dinilai membantu masyarakat mengenali pola konsumsi, terutama ketika penggunaan perangkat pendingin ruangan meningkat akibat cuaca panas.

Manajer Komunikasi, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, menjelaskan bahwa kenaikan tagihan umumnya terjadi karena konsumsi listrik bertambah. Saat suhu meningkat, perangkat seperti AC, kipas angin, dan kulkas bekerja lebih sering atau lebih berat, sehingga energi yang terserap menjadi lebih besar.

“Pada periode cuaca panas, penggunaan peralatan seperti AC, kipas angin, dan kulkas cenderung meningkat, sehingga konsumsi listrik ikut naik,” kata Dana.

Artikel Terkait:
  • DPR Sahkan Revisi UU BUMN, Atur Danantara dan Privatisasi
  • Karawang Tergeser! Kota Bekasi Jadi Pemimpin UMK Tertinggi di Jawa Barat
  • WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut
  • Pengusaha Sambut Lega PPN 12% Hanya Berlaku untuk Barang Mewah

Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, Toto Sukisno, juga menyebut AC dapat menjadi salah satu penyebab utama kenaikan konsumsi. Ketika suhu udara tinggi, kompresor AC bekerja lebih keras untuk menjaga suhu ruangan tetap dingin. Jika perangkat kurang terawat, konsumsi listrik bisa semakin boros.

“Mengapa durasi pemakaiannya meningkat? Kalau pada AC contohnya, salah satunya disebabkan cuaca panas yang mengakibatkan kerja kompresor menjadi ekstra sehingga konsumsi energinya naik,” ujar Toto.

Untuk menekan tagihan, pelanggan disarankan menggunakan listrik sesuai kebutuhan, mematikan perangkat yang tidak dipakai, mencabut colokan elektronik, mengatur suhu AC pada kisaran 22-26 derajat Celsius, serta merawat perangkat pendingin secara rutin. Pemanfaatan ventilasi alami pada siang hari juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada AC atau kipas angin.

Di tengah keluhan warganet, PLN menegaskan bahwa kenaikan tagihan April 2026 bukan akibat perubahan tarif. Lonjakan lebih banyak dipengaruhi pola konsumsi listrik saat cuaca panas, sehingga pemantauan pemakaian dan kebiasaan hemat energi menjadi kunci agar tagihan tetap terkendali.

Jangan Lewatkan:
  • Jokowi Lepas Tangan Soal Kenaikan PPN 12 Persen
  • Pertamina Akan Pindahkan Kantor Pusat ke Balikpapan untuk Pemerataan Pembangunan
  • LPG 3 Kg Tak Lagi Dijual Pengecer, Pemerintah Pastikan Distribusi Tepat Sasaran
  • Prabowo Targetkan Pertumbuhan 8%, Sri Mulyani Beberkan Strategi

Cuaca Panas Hemat Energi PLN Mobile Tagihan Listrik Tarif listrik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMBG dan Risiko Cobra Effect
Next Article Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026
Paling Sering Dibaca

4 Ethos, 4 Jusuf

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Bayang-Bayang Dwifungsi

Editorial Udex Mundzir

Manfaat Ramadhan

Islami Syamril Al-Bugisyi

Mengenal Kandungan Gizi Es Krim Vanila

Food Alfi Salamah

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru

Profil Ericka
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi