Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 3 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

Kenaikan tagihan listrik rumah tangga ramai dikeluhkan warganet saat cuaca panas melanda.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati5 Mei 2026 Ekonomi
Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap
Ilustrasi listrik padam (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Panas di luar, panas pula melihat tagihan.” Keluhan itu menggambarkan keresahan sejumlah pelanggan listrik yang ramai menyuarakan lonjakan tagihan April 2026 di media sosial. Sebagian warganet mengaku tagihan bulanannya naik tajam, bahkan hampir dua kali lipat, meski tidak merasa menambah perangkat elektronik atau mengubah pola pemakaian listrik di rumah.

Keluhan tersebut mencuat sejak Sabtu (2/5/2026), ketika beberapa pengguna media sosial membagikan pengalaman tagihan listrik yang meningkat signifikan.

Ada pelanggan yang biasanya membayar sekitar Rp 800.000, tetapi dalam dua bulan terakhir tagihannya naik menjadi Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta. Pengguna lain menyebut tagihan dua meteran yang biasanya berkisar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta melonjak menjadi Rp 9,6 juta.

Kondisi itu terjadi bersamaan dengan periode April-Mei 2026, saat sejumlah daerah di Indonesia mulai memasuki cuaca lebih panas pada musim kemarau.

“Terkait ramainya informasi yang beredar di media sosial mengenai keluhan kenaikan tagihan listrik bulan April 2026, kami menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, saat dihubungi pada Senin (4/5/2026).

Baca Juga:
  • Pertamina dan Petronas Merger untuk Akuisisi Saham Shell di Blok Masela
  • Sri Mulyani Pangkas Pajak demi Redam Dampak Tarif Impor AS
  • Hadi Poernomo Desak PPN 12% Dibatalkan, Usul Kembali ke 10%
  • Permen Baru Batasi Gratis Ongkir Tiga Hari Sebulan untuk Kurir

Gregorius memastikan tarif listrik periode April-Juni 2026 tetap stabil dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya. Menurutnya, PLN menjalankan kebijakan tarif sesuai ketentuan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Karena itu, lonjakan tagihan pelanggan tidak berkaitan dengan perubahan harga listrik, melainkan lebih mungkin dipengaruhi peningkatan konsumsi harian.

“Untuk periode April-Juni 2026, tarif listrik tetap stabil dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya,” ujar Gregorius.

PLN mengimbau pelanggan memantau pemakaian listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Pelanggan pascabayar dapat mengecek riwayat penggunaan, sedangkan pelanggan prabayar bisa melihat riwayat pembelian token. Cara ini dinilai membantu masyarakat mengenali pola konsumsi, terutama ketika penggunaan perangkat pendingin ruangan meningkat akibat cuaca panas.

Manajer Komunikasi, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, menjelaskan bahwa kenaikan tagihan umumnya terjadi karena konsumsi listrik bertambah. Saat suhu meningkat, perangkat seperti AC, kipas angin, dan kulkas bekerja lebih sering atau lebih berat, sehingga energi yang terserap menjadi lebih besar.

“Pada periode cuaca panas, penggunaan peralatan seperti AC, kipas angin, dan kulkas cenderung meningkat, sehingga konsumsi listrik ikut naik,” kata Dana.

Artikel Terkait:
  • Kementerian Investasi Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 8% pada 2027
  • 5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan
  • Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil
  • Tupperware Tutup Operasi di Indonesia Setelah 33 Tahun

Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, Toto Sukisno, juga menyebut AC dapat menjadi salah satu penyebab utama kenaikan konsumsi. Ketika suhu udara tinggi, kompresor AC bekerja lebih keras untuk menjaga suhu ruangan tetap dingin. Jika perangkat kurang terawat, konsumsi listrik bisa semakin boros.

“Mengapa durasi pemakaiannya meningkat? Kalau pada AC contohnya, salah satunya disebabkan cuaca panas yang mengakibatkan kerja kompresor menjadi ekstra sehingga konsumsi energinya naik,” ujar Toto.

Untuk menekan tagihan, pelanggan disarankan menggunakan listrik sesuai kebutuhan, mematikan perangkat yang tidak dipakai, mencabut colokan elektronik, mengatur suhu AC pada kisaran 22-26 derajat Celsius, serta merawat perangkat pendingin secara rutin. Pemanfaatan ventilasi alami pada siang hari juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada AC atau kipas angin.

Di tengah keluhan warganet, PLN menegaskan bahwa kenaikan tagihan April 2026 bukan akibat perubahan tarif. Lonjakan lebih banyak dipengaruhi pola konsumsi listrik saat cuaca panas, sehingga pemantauan pemakaian dan kebiasaan hemat energi menjadi kunci agar tagihan tetap terkendali.

Jangan Lewatkan:
  • Brunch di Istana, Prabowo Gaet Komitmen Investasi Besar dari AS
  • Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan di 15 Provinsi
  • Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Hapus Pembebasan PPN, Ini kata Bu Sri Mulyani!
  • 10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat

Cuaca Panas Hemat Energi PLN Mobile Tagihan Listrik Tarif listrik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMBG dan Risiko Cobra Effect
Next Article Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Informasi lainnya

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

28 Oktober 2026

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Keberkahan Jamaah Haji Merasa Senang Dekat Masjid Nabawi

Islami Alfi Salamah

Ambisi Politik Bahlil: Kursi Lebih Penting dari Kinerja

Editorial Udex Mundzir

Minuman Viral, Benarkah Sehat?

Food Alfi Salamah

Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama

Travel Alfi Salamah

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati27 Oktober 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi