Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

Sidang Isbat Kemenag Putuskan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Inovasi adalah kunci untuk memimpin masa depan.
ErickaEricka18 Maret 2025 Techno
AI (Artificial Intelligence)
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jepang, yang pernah menjadi pemimpin dalam industri elektronik, kini menghadapi tantangan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) generatif dan model bahasa besar (Large Language Models atau LLM).

Keterlambatan ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya keahlian dalam pembelajaran mendalam dan pengembangan perangkat lunak yang ekstensif.

Selain itu, Jepang diperkirakan akan menghadapi kekurangan sekitar 789.000 insinyur perangkat lunak pada tahun 2030. Situasi ini semakin memperburuk posisi Jepang dalam persaingan global.

Sementara itu, Amerika Serikat dan China terus mempercepat inovasi AI mereka, meninggalkan Jepang dalam ketertinggalan teknologi.

Untuk mengejar ketertinggalan, Jepang telah mengambil langkah-langkah strategis.

Institut Teknologi Tokyo dan Universitas Tohoku, bekerja sama dengan Fujitsu dan Riken, berencana menggunakan superkomputer Fugaku untuk mengembangkan LLM berbasis data Jepang.

Pemerintah Jepang juga menginvestasikan 6,8 miliar yen untuk membangun superkomputer baru di Hokkaido. Superkomputer ini dijadwalkan mulai beroperasi pada awal tahun depan, khusus untuk pelatihan LLM.

Langkah ini menunjukkan komitmen Jepang untuk kembali menjadi pemain utama dalam teknologi AI.Di sisi lain, Indonesia mulai menunjukkan inisiatif dalam pengembangan AI dan LLM.

Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison dan perusahaan teknologi GoTo Gojek Tokopedia meluncurkan Sahabat-AI. Ini adalah ekosistem model bahasa besar dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah lainnya.

Proyek ini didukung oleh AI Singapore dan Tech Mahindra. Tujuannya adalah memungkinkan pengembangan layanan berbasis AI yang memahami konteks lokal.

Baca Juga:
  • 7 Aplikasi Jahat yang Harus Segera Anda Hapus
  • DPR AS Desak Apple dan Google Hapus TikTok Januari 2025
  • DeepSeek AI: Alternatif AI Murah dari Cina yang Saingi ChatGPT
  • PLN Targetkan 1.100 SPKLU Baru untuk Dukung Kendaraan Listrik 2025

Dengan demikian, Indonesia berupaya membangun ekosistem AI yang lebih inklusif dan dapat bersaing secara global.

Selain itu, Nvidia berencana berinvestasi di beberapa kota di Indonesia. Salah satu program utamanya adalah pembangunan sekolah yang berfokus pada AI di provinsi Jawa Tengah.

Langkah ini menunjukkan meningkatnya minat perusahaan global dalam mendukung pengembangan talenta AI di Indonesia.Namun, Indonesia juga menghadapi tantangan.

Kurangnya data yang terstruktur dan berkualitas tinggi dapat menghambat pengembangan AI yang efektif.

Meskipun ada inisiatif untuk mengembangkan LLM dalam bahasa Indonesia, jumlahnya masih terbatas.

Riset serta model pemrosesan bahasa juga perlu ditingkatkan agar dapat bersaing dengan model AI dari negara-negara lain.

Secara keseluruhan, baik Jepang maupun Indonesia menyadari pentingnya pengembangan AI dan LLM untuk masa depan.

Jepang, dengan infrastrukturnya yang kuat, berupaya mengejar ketertinggalan melalui investasi besar dalam superkomputer dan kolaborasi akademik.

Indonesia, meskipun menghadapi keterbatasan, menunjukkan potensi besar dengan dukungan dari sektor swasta dan kolaborasi internasional.

Artikel Terkait:
  • Palworld, Game Gado-Gado yang Viral
  • XL dan Smartfren Merger, Bagaimana ‘Nasib’ Pelanggan?
  • China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki
  • Diesel X: BBM Baru Pertamina yang Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Kedua negara perlu terus berinvestasi dalam pengembangan talenta dan infrastruktur agar tidak tertinggal dalam revolusi AI global.

Sementara itu, persaingan antara China dan Amerika Serikat dalam bidang AI semakin intens.

Kehadiran DeepSeek, sebuah perusahaan rintisan China, telah mengejutkan dunia teknologi. Mereka merilis model AI yang menyaingi ChatGPT dengan biaya yang jauh lebih rendah.

DeepSeek berhasil mengembangkan modelnya menggunakan chip Nvidia yang lebih tua dan daya komputasi yang lebih sedikit.

Perkembangan ini menantang dominasi perusahaan teknologi AS. Ini juga mencerminkan strategi China dalam mengganggu pasar dengan biaya lebih rendah dan dukungan negara.

Selain itu, OpenAI telah menyampaikan kekhawatirannya kepada pemerintah AS mengenai meningkatnya kemampuan AI China melalui pesaingnya, DeepSeek.

Mereka menyoroti risiko keamanan dan potensi manipulasi oleh pemerintah China.OpenAI juga merekomendasikan perubahan regulasi untuk mempertahankan kepemimpinan AI Amerika. (businessinsider.com)

Jangan Lewatkan:
  • PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase
  • Fenomena Langit 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Malam Indonesia
  • XL dan Smartfren Merger, Siapa Pimpinan Baru XLSmart?
  • Makin Canggih, Ini Alasan Warga Indonesia Pilih HP dengan Fitur AI

Persaingan ini tidak hanya berdampak pada sektor teknologi tetapi juga memiliki implikasi geopolitik yang luas.

Kedua negara berlomba untuk mendominasi AI, yang dianggap sebagai kunci pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan keamanan nasional di masa depan.

Situasi ini menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dalam penelitian dan pengembangan AI.Di saat yang sama, negara-negara lain harus bersiap menghadapi dampak persaingan global ini.

Inisiatif AI Indonesia Inovasi Jepang Pengembangan LLM Persaingan China-AS Teknologi AI
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLelah Beribadah
Next Article Tips Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

Informasi lainnya

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

21 Januari 2026

AI Geser Google, Facebook, dan iPhone dari Puncak Dominasi

17 Mei 2025

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

28 April 2025

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

27 April 2025

Peraturan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Indonesia

29 Maret 2025

Fenomena Langit 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Malam Indonesia

19 Februari 2025
Paling Sering Dibaca

Membangun Keterampilan Sosial untuk Mengurangi Insecure

Opini Alfi Salamah

Empat Kunci Hidup Tenang dalam Islam

Islami Alfi Salamah

Rahasia Membuat Kentang Goreng Tetap Sehat

Food Alfi Salamah

Ijazah Jokowi: Bukan Privasi, Tapi Legitimasi

Editorial Udex Mundzir

Bulu Kucing Rontok, Najis atau Tidak?

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
β€œLanding
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi