Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 17 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Inovasi adalah kunci untuk memimpin masa depan.
ErickaEricka18 Maret 2025 Techno
AI (Artificial Intelligence)
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jepang, yang pernah menjadi pemimpin dalam industri elektronik, kini menghadapi tantangan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) generatif dan model bahasa besar (Large Language Models atau LLM).

Keterlambatan ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya keahlian dalam pembelajaran mendalam dan pengembangan perangkat lunak yang ekstensif.

Selain itu, Jepang diperkirakan akan menghadapi kekurangan sekitar 789.000 insinyur perangkat lunak pada tahun 2030. Situasi ini semakin memperburuk posisi Jepang dalam persaingan global.

Sementara itu, Amerika Serikat dan China terus mempercepat inovasi AI mereka, meninggalkan Jepang dalam ketertinggalan teknologi.

Untuk mengejar ketertinggalan, Jepang telah mengambil langkah-langkah strategis.

Institut Teknologi Tokyo dan Universitas Tohoku, bekerja sama dengan Fujitsu dan Riken, berencana menggunakan superkomputer Fugaku untuk mengembangkan LLM berbasis data Jepang.

Pemerintah Jepang juga menginvestasikan 6,8 miliar yen untuk membangun superkomputer baru di Hokkaido. Superkomputer ini dijadwalkan mulai beroperasi pada awal tahun depan, khusus untuk pelatihan LLM.

Langkah ini menunjukkan komitmen Jepang untuk kembali menjadi pemain utama dalam teknologi AI.Di sisi lain, Indonesia mulai menunjukkan inisiatif dalam pengembangan AI dan LLM.

Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison dan perusahaan teknologi GoTo Gojek Tokopedia meluncurkan Sahabat-AI. Ini adalah ekosistem model bahasa besar dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah lainnya.

Proyek ini didukung oleh AI Singapore dan Tech Mahindra. Tujuannya adalah memungkinkan pengembangan layanan berbasis AI yang memahami konteks lokal.

Baca Juga:
  • Diesel X: BBM Baru Pertamina yang Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
  • DPR AS Desak Apple dan Google Hapus TikTok Januari 2025
  • Tiga Pekerjaan Masa Depan yang Paling Dibutuhkan Dunia
  • Evaluasi Smart City Kabupaten Sidoarjo, Sekda Minta Kolaborasi Hexahelix

Dengan demikian, Indonesia berupaya membangun ekosistem AI yang lebih inklusif dan dapat bersaing secara global.

Selain itu, Nvidia berencana berinvestasi di beberapa kota di Indonesia. Salah satu program utamanya adalah pembangunan sekolah yang berfokus pada AI di provinsi Jawa Tengah.

Langkah ini menunjukkan meningkatnya minat perusahaan global dalam mendukung pengembangan talenta AI di Indonesia.Namun, Indonesia juga menghadapi tantangan.

Kurangnya data yang terstruktur dan berkualitas tinggi dapat menghambat pengembangan AI yang efektif.

Meskipun ada inisiatif untuk mengembangkan LLM dalam bahasa Indonesia, jumlahnya masih terbatas.

Riset serta model pemrosesan bahasa juga perlu ditingkatkan agar dapat bersaing dengan model AI dari negara-negara lain.

Secara keseluruhan, baik Jepang maupun Indonesia menyadari pentingnya pengembangan AI dan LLM untuk masa depan.

Jepang, dengan infrastrukturnya yang kuat, berupaya mengejar ketertinggalan melalui investasi besar dalam superkomputer dan kolaborasi akademik.

Indonesia, meskipun menghadapi keterbatasan, menunjukkan potensi besar dengan dukungan dari sektor swasta dan kolaborasi internasional.

Artikel Terkait:
  • Bahaya Tersembunyi di Balik Jam Tangan Pintar
  • China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki
  • Waspada, Oknum FB Palsu Mengaku Wakil Ketua DPRD Kaltim
  • Survei KIC: 83,6% Masyarakat Indonesia Familiar dengan AI

Kedua negara perlu terus berinvestasi dalam pengembangan talenta dan infrastruktur agar tidak tertinggal dalam revolusi AI global.

Sementara itu, persaingan antara China dan Amerika Serikat dalam bidang AI semakin intens.

Kehadiran DeepSeek, sebuah perusahaan rintisan China, telah mengejutkan dunia teknologi. Mereka merilis model AI yang menyaingi ChatGPT dengan biaya yang jauh lebih rendah.

DeepSeek berhasil mengembangkan modelnya menggunakan chip Nvidia yang lebih tua dan daya komputasi yang lebih sedikit.

Perkembangan ini menantang dominasi perusahaan teknologi AS. Ini juga mencerminkan strategi China dalam mengganggu pasar dengan biaya lebih rendah dan dukungan negara.

Selain itu, OpenAI telah menyampaikan kekhawatirannya kepada pemerintah AS mengenai meningkatnya kemampuan AI China melalui pesaingnya, DeepSeek.

Mereka menyoroti risiko keamanan dan potensi manipulasi oleh pemerintah China.OpenAI juga merekomendasikan perubahan regulasi untuk mempertahankan kepemimpinan AI Amerika. (businessinsider.com)

Jangan Lewatkan:
  • PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase
  • XL dan Smartfren Merger, Siapa Pimpinan Baru XLSmart?
  • Modus Baru Penipuan Video Call Gunakan Wajah Baim Wong
  • Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

Persaingan ini tidak hanya berdampak pada sektor teknologi tetapi juga memiliki implikasi geopolitik yang luas.

Kedua negara berlomba untuk mendominasi AI, yang dianggap sebagai kunci pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan keamanan nasional di masa depan.

Situasi ini menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dalam penelitian dan pengembangan AI.Di saat yang sama, negara-negara lain harus bersiap menghadapi dampak persaingan global ini.

Inisiatif AI Indonesia Inovasi Jepang Pengembangan LLM Persaingan China-AS Teknologi AI
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLelah Beribadah
Next Article Tips Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

Informasi lainnya

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

21 Januari 2026

AI Geser Google, Facebook, dan iPhone dari Puncak Dominasi

17 Mei 2025

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

28 April 2025

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

27 April 2025

Peraturan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Indonesia

29 Maret 2025

Fenomena Langit 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Malam Indonesia

19 Februari 2025
Paling Sering Dibaca

Korupsi Kuota Haji Tak Boleh Dimaafkan

Editorial Udex Mundzir

Kisah Pengusaha Lokal Kalahkan Raksasa Dunia dalam Sengketa Merek

Bisnis Assyifa

Provokator di Balik Api Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Cara Membuat Kimchi Korea Autentik

Food Alfi Salamah

Ulang Tahun Google ke-25 Tahun: Perjalanan Singkat dan Inovasi Saat Ini

Gagasan Ericka
Berita Lainnya
Hukum
Ericka5 Agustus 2025

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi