Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 15 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemenag Pantau Hilal di 125 Lokasi, Puasa Bisa Dimulai 1 Maret

Penetapan awal Ramadan adalah langkah awal untuk menyambut berkah yang penuh cahaya.
AssyifaAssyifa19 Februari 2025 Islami
Penetapan Awal Ramadan 1446 H di Indonesia
Penetapan Awal Ramadan 1446 H di Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Penantian awal Ramadan tahun ini segera menemui kepastian. Kementerian Agama (Kemenag) memastikan akan menggelar rukyatulhilal atau pemantauan hilal pada Jumat, 28 Februari 2025, di 125 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa pemantauan ini akan melibatkan berbagai pihak terkait. Kanwil Kemenag, Kemenag Kabupaten/Kota, peradilan agama, organisasi masyarakat Islam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan berpartisipasi dalam pengamatan ini.

“Pemantauan hilal akan dilakukan serentak di 125 lokasi di seluruh Indonesia pada 28 Februari mendatang. Data ini menjadi bahan pertimbangan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1446 H,” ujar Abu Rokhmad saat ditemui di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Pemantauan hilal ini dilakukan untuk memastikan awal puasa Ramadan sesuai hasil rukyat dan hisab yang menjadi panduan umat Islam Indonesia.

Berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ijtimak atau konjungsi bulan diperkirakan terjadi pada 28 Februari 2025 pukul 07.44 WIB. Sore harinya, ketinggian hilal diperkirakan berada di atas ufuk, berkisar antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’. Sudut elongasi hilal juga diperkirakan berkisar 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

Dengan posisi tersebut, peluang terlihatnya hilal dinilai cukup terbuka. Namun, faktor cuaca dan kondisi langit di berbagai daerah tetap menjadi penentu hasil pemantauan. Jika hilal terlihat, awal puasa Ramadan diperkirakan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Baca Juga:
  • Barang yang Jarang Dipakai Akan Dihisab di Akhirat
  • Surat Fatir, Munculnya Uban sebagai Pemberi Peringatan
  • Nafkah dalam Islam: Penjelasan, Pelanggaran, dan Kewajiban terhadap Anak Yatim
  • Childfree dalam Pandangan Islam

Jika hilal tidak terlihat, penetapan awal Ramadan akan menggunakan metode istikmal, yaitu menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Dengan demikian, puasa akan dimulai pada Minggu, 2 Maret 2025.

“Hasil rukyat yang diperoleh akan dibahas dalam sidang isbat yang digelar pada 28 Februari 2025 di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jakarta. Keputusan ini nantinya akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama,” kata Abu Rokhmad menambahkan.

Sidang isbat akan dihadiri berbagai pihak, di antaranya perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Kami berharap hasil sidang isbat bisa menjadi pedoman bersama bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan,” tutur Abu Rokhmad.

Beberapa titik pemantauan hilal mencakup lokasi strategis, seperti Lhoknga dan Sabang di Aceh, Observatorium Ilmu Falak UMSU di Sumatra Utara, Bukit Langkisau di Sumatra Barat, Pantai Selat Baru Bengkalis di Riau, hingga Pantai Sunan Drajat Lamongan di Jawa Timur.

Lokasi lainnya tersebar di seluruh provinsi, termasuk wilayah timur Indonesia seperti Pantai Bahari Kolaka di Sulawesi dan Rooftop BMKG Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Artikel Terkait:
  • 5 Tips Efektif Mengatur Waktu Selama Ramadhan
  • Sahabat Kecil Rasulullah
  • Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan
  • Ungkap Mengapa Wanita Tidak Mencukur Rambut Setelah Haji

Pelaksanaan rukyatulhilal ini merupakan bagian dari tradisi penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia yang menggabungkan metode hisab dan rukyat.

Perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan organisasi Islam seperti Muhammadiyah kerap terjadi. Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal, yang kadang berbeda dengan hasil rukyat. Namun, pemerintah tetap mengedepankan hasil sidang isbat sebagai keputusan resmi.

Penetapan awal Ramadan tidak hanya berdampak pada ibadah puasa, tetapi juga mengatur jadwal kegiatan keagamaan lainnya seperti tarawih dan sahur. Oleh karena itu, kepastian waktu yang jelas menjadi sangat penting bagi umat Islam.

Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi hasil sidang isbat agar dapat menjalankan ibadah puasa sesuai ketetapan pemerintah.

Keputusan final mengenai awal Ramadan 1446 H akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama pada malam 28 Februari 2025 setelah sidang isbat selesai.

Jangan Lewatkan:
  • Sosok Mulia Ciptaan Allah, Inilah Peran Perempuan dalam Islam
  • Manfaat Ramadhan
  • Pergi Haji atau Umroh Dulu? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad
  • Menuju Haji Suci: Panduan Perjalanan Sebelum Berangkat

Menanti awal Ramadan adalah saat yang penuh harap bagi umat Islam. Semoga ketetapan ini membawa keberkahan bagi seluruh umat di Indonesia.

Awal Puasa Indonesia Bulan Ramadan 1446 H Penetapan Ramadan 2025 Rukyatulhilal Kemenag Sidang Isbat Ramadan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePlt Bupati Subandi Sidak SDN Sidomojo, Minta Perbaikan Sekolah Lebih Optimal
Next Article Unisba Gelar Pelatihan Desain Eksperimen untuk Dosen Tekstil

Informasi lainnya

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

11 September 2026

MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

10 September 2026

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

17 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Larangan Study Tour: Solusi atau Masalah Baru?

Editorial Udex Mundzir

Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

Perspektif Udex Mundzir

Harapan Terwujud: Jamaah Haji Tambahan Menyentuh Tanah Suci

Islami Alfi Salamah

Koneksi dengan Allah Harus Lebih Kuat

Islami Assyifa

Keindahan Alam Jepang yang Mempesona di Setiap Musim

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi