Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 12 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

Perbedaan bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk dipahami dengan bijak.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati22 Maret 2026 Islami
Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?
Ilustrasi sholat idul Fitri (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Takbir tambahan menjadi salah satu ciri khas dalam shalat Idulfitri yang membedakannya dari shalat lainnya. Ia hadir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah di hari kemenangan. Namun, bagaimana jika imam lupa melakukannya, khususnya pada rakaat kedua? Apakah shalat menjadi tidak sah? Pertanyaan ini kerap muncul di tengah masyarakat.

Fenomena ini sering terjadi saat pelaksanaan shalat Id berjamaah. Dalam praktiknya, sebagian imam terkadang tidak melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali di rakaat kedua. Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan jamaah.

Sebagian merasa ragu, bahkan ada yang mengira shalat harus diulang. Padahal, para ulama telah lama membahas persoalan ini secara mendalam dengan landasan dalil yang kuat.”Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi prinsip penting dalam shalat berjamaah. Jamaah dianjurkan tetap mengikuti imam selama tidak melakukan hal yang membatalkan shalat. Maka, ketika imam lupa takbir tambahan, makmum tetap mengikuti tanpa perlu membuat gerakan sendiri. Ini menjaga kekhusyukan dan persatuan dalam ibadah.

Baca Juga:
  • MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo
  • Isra’ Mi’raj dan Problem Solving
  • Nama-Nama Sumur Zamzam yang Tersembunyi dalam Misteri
  • MPW PP Kaltim Gelar Nuzulul Quran, Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Peduli Sesama

Mayoritas ulama dari madzhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali berpendapat bahwa takbir tambahan dalam shalat Id hukumnya sunnah. Artinya, jika ditinggalkan, baik sengaja maupun lupa, shalat tetap sah. Tidak ada kewajiban untuk melakukan sujud sahwi. Pendapat ini dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’.

Sementara itu, madzhab Hanafi memiliki pandangan berbeda. Mereka menganggap takbir tambahan sebagai wajib. Jika terlupa, maka dianjurkan melakukan sujud sahwi untuk menutup kekurangan tersebut. Meski begitu, jika sujud sahwi tidak dilakukan, shalat tetap dinilai sah dan tidak perlu diulang.

Perbedaan ini menunjukkan keluasan rahmat dalam syariat Islam. Tidak semua perbedaan harus dipertentangkan. Justru, hal ini memberi kemudahan bagi umat dalam menjalankan ibadah sesuai pemahaman yang diyakini. Terlebih di Indonesia yang mayoritas mengikuti madzhab Syafi’i, maka praktik tanpa sujud sahwi sudah sesuai dengan pendapat yang kuat.

Al-Qur’an sendiri menegaskan pentingnya mengagungkan Allah dalam momen Idulfitri. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 disebutkan anjuran untuk bertakbir sebagai bentuk syukur atas petunjuk-Nya. Namun, ayat tersebut tidak merinci jumlah takbir dalam shalat, sehingga para ulama berijtihad dalam menentukan tata caranya.

Artikel Terkait:
  • Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan
  • Asal-Usul Shalat Tarawih 20 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat
  • Ungkap Mengapa Wanita Tidak Mencukur Rambut Setelah Haji
  • MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap bijak sangat diperlukan dalam menghadapi perbedaan fiqih. Tidak perlu saling menyalahkan atau memperdebatkan hal yang bersifat khilafiyah. Fokus utama tetap pada kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah.

Sebagai pelajaran, imam sebaiknya lebih teliti dalam memimpin shalat. Persiapan yang matang dapat menghindari kekeliruan. Sementara jamaah diharapkan tetap tenang dan tidak tergesa-gesa menilai sah atau tidaknya suatu ibadah.

Pada akhirnya, shalat Id tetap sah meskipun takbir tambahan terlupa. Yang terpenting adalah menjaga niat, mengikuti imam, dan memahami bahwa Islam memberi ruang dalam perbedaan. Dengan demikian, ibadah menjadi lebih menenangkan dan penuh makna.

Jangan Lewatkan:
  • Tips Mengatasi Demam Setelah Puncak Haji untuk Jamaah
  • Meraih Berkah, Inilah Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah
  • Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining
  • Rahasia Batu Kerikil Jamaah Haji Setelah Lempar Jumrah
Fiqih Shalat Hukum Islam IdulFitri Perbedaan Ulama Takbir Tambahan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKrisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran
Next Article Erupsi Gunung Ibu, Warga Diminta Jauhi Kawah Aktif

Informasi lainnya

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

11 September 2026

MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

10 September 2026

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

17 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Travel Alfi Salamah

Fokus Berlebih yang Tak Disadari

Perspektif Alfi Salamah

Menjaga Keberkahan Rumah dalam Islam

Islami Udex Mundzir

Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025

Happy Assyifa

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi