Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 1 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

Mahasiswa UI menggelar aksi dengan lima tuntutan terkait ekonomi, anggaran, dan demokrasi.
Alfi SalamahAlfi Salamah12 Juni 2026 Nasional
BEM UI
Mahasiswa UI berkumpul di lapangan parkir Fisip UI untuk bertolak ke Jakarta malakukan aksi demontrasi di Jakarta. (Pic: L6/DAP)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memilih turun ke jalan. Ribuan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), dengan membawa lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.

Aksi yang mengusung tema “Menuju Indonesia Bangkrut” itu merupakan hasil konsolidasi mahasiswa yang dilakukan beberapa hari sebelumnya. Mahasiswa menilai berbagai kebijakan ekonomi dan tata kelola anggaran negara belum mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari mahalnya harga kebutuhan pokok hingga menyempitnya lapangan pekerjaan.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menjelaskan, terdapat lima tuntutan utama yang akan disampaikan dalam aksi tersebut. Pertama, menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Ketiga, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, menghentikan praktik militerisme di ranah sipil. Kelima, mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti menghindari kritik publik.

Mahasiswa menilai berbagai persoalan ekonomi saat ini tidak hanya tercermin dalam angka pertumbuhan nasional, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kenaikan harga pangan, biaya hidup yang meningkat, serta terbatasnya kesempatan kerja menjadi alasan utama mengapa isu ekonomi ditempatkan sebagai fokus utama aksi.

Baca Juga:
  • Kejaksaan Agung Terima Penghargaan Sebagai Pengelola Rekening Pemerintah dalam Bentuk Virtual Account
  • Indonesia dan Duta UEA Berbagi Kesamaan dalam Keragaman
  • Rapimnas PJS Matangkan Langkah ke Dewan Pers
  • Terjebak di Gedung Terra Drone, 22 Orang Kehilangan Nyawa

“Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak, dan pemerintah sibuk memoles citra,” kata Yatalathof Ma’shum Imawan dalam keterangan menjelang aksi di Jakarta, Jumat (12/6/26).

Menurut BEM UI, Indonesia memiliki sumber daya yang besar, namun kesejahteraan masyarakat dinilai belum meningkat secara merata. Mahasiswa juga menyoroti komunikasi pemerintah yang dianggap kurang responsif terhadap kritik publik serta penggunaan aparat negara yang dinilai berlebihan dalam merespons suara masyarakat.

Isu penghentian Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu tuntutan yang paling banyak menyita perhatian. Sebelumnya, BEM UI juga pernah menggelar aksi di depan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Mei 2026. Saat itu, mahasiswa menolak penggunaan anggaran pendidikan untuk mendukung program yang dianggap tidak menyentuh akar persoalan pendidikan tinggi, seperti biaya kuliah, kesejahteraan dosen, dan pemerataan kualitas pendidikan.

“Pendidikan membutuhkan perhatian serius. Kami menilai prioritas anggaran seharusnya lebih banyak diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, dan akses yang merata,” ujar pernyataan BEM UI dalam aksi pendidikan yang digelar di Jakarta pada awal Mei 2026.

Artikel Terkait:
  • Pembangunan Fasilitas Baru di IKN, dari Hunian ASN-Pusat Perbelanjaan
  • Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat
  • Kapal Feri Tenggelam di Perairan PPU, Dua Penumpang Terjebak
  • Gempa Rusia M 8,7 Picu Peringatan Tsunami di Indonesia

Selain persoalan ekonomi, mahasiswa juga mengangkat isu demokrasi dan relasi sipil-militer. Tuntutan penghentian militerisme di ranah sipil muncul karena kekhawatiran terhadap semakin luasnya keterlibatan unsur militer dalam sektor-sektor yang selama ini dikelola oleh lembaga sipil. Mahasiswa menilai prinsip demokrasi mensyaratkan pembagian peran yang jelas antara institusi sipil dan militer.

Aksi BEM UI kali ini memperlihatkan bahwa gerakan mahasiswa masih berupaya memainkan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik. Sejak era reformasi, kampus menjadi salah satu ruang yang secara konsisten menyuarakan kritik terhadap pemerintah ketika muncul persoalan yang dianggap berdampak luas bagi masyarakat.

Bagi masyarakat, substansi tuntutan mahasiswa bukan semata soal demonstrasi di jalan. Isu harga kebutuhan pokok, biaya hidup, penggunaan anggaran negara, hingga kualitas demokrasi merupakan persoalan yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Karena itu, aksi tersebut berpotensi menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah sekaligus membuka ruang diskusi publik mengenai arah kebijakan nasional.

Pada akhirnya, demonstrasi mahasiswa selalu lebih dari sekadar pengerahan massa. Di balik spanduk dan orasi, terdapat upaya menghadirkan kembali pertanyaan mendasar tentang kesejahteraan rakyat, efektivitas penggunaan anggaran negara, dan kualitas demokrasi. Jawaban atas pertanyaan itu bukan hanya penting bagi pemerintah, tetapi juga bagi masa depan masyarakat Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Gunung Semeru Erupsi 6 Kali, Abu Capai 1.000 Meter
  • Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid
  • BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026
  • Debat Cawapres, LFP dan Krisis Iklim Jadi Sorotan
APBN BEM UI Bundaran HI Demo Mahasiswa Ekonomi Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMeksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0
Next Article Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

Informasi lainnya

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

31 Oktober 2026

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

27 Oktober 2026

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

26 Oktober 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

19 Oktober 2026

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026
Paling Sering Dibaca

Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi

Editorial Udex Mundzir

Inilah Harga Baru Pembuatan Paspor Mulai 17 Desember

Travel Udex Mundzir

Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers

Biografi Alfi Salamah

Integritas di Balik Gelar Akademik

Editorial Udex Mundzir

Kenali Calon Istrimu dengan 3 Cara Ini: Panduan Islami untuk Memilih Pasangan

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi