Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Demi Maskapai Nasional, Jemaah Umrah Diminta Beralih

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Semeru Erupsi, Abu Capai 1 Km dari Puncak

Letusan pagi hari kembali mengingatkan ancaman laten Gunung Semeru bagi warga di kawasan rawan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati4 April 2026 Nasional
Semeru Erupsi, Abu Capai 1 Km dari Puncak
Erupsi Gunung Semeru pagi ini menyemburkan kolom abu setinggi 1.000 meter dengan arah sebaran ke selatan, Sabtu (4/4/2026). (Foto: PVMBG)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Lumajang – Seolah membangunkan pagi dengan dentuman sunyi, Gunung Semeru kembali memuntahkan abu vulkanik ke langit, mengingatkan bahwa alam tak pernah benar-benar tidur. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi pada Sabtu pagi dengan kolom abu yang menjulang tinggi, menyelimuti sebagian langit di wilayah selatan.

Erupsi terjadi pada Sabtu (4/4/2026) pukul 05.19 WIB di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu terpantau mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang bergerak ke arah selatan, mengikuti arah angin saat kejadian berlangsung. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru dilaporkan masih berlangsung saat data tersebut disusun.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 04 April 2026, pukul 05:19 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan,” tulis PVMBG dalam laporan resminya pada Sabtu (4/4/2026).

Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sejumlah zona berbahaya. Kawasan tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, menjadi area yang harus dihindari karena berpotensi dilalui awan panas dan aliran lahar.

Baca Juga:
  • Menggali Keabadian: Pelatihan Mendalam Manasik Haji
  • PMI Lepas Kapal Bantuan, 60 Tangki Air Siap Pulihkan Tiga Provinsi
  • WNA Nigeria Tusuk 2 Nenek Di Jakut Terancam 5 Tahun Bui
  • Prabowo Targetkan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia Nol Persen

PVMBG menetapkan radius larangan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai dalam jarak 500 meter dari tepi sungai, mengingat potensi meluasnya awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” lanjut PVMBG.

Selain ancaman awan panas dan lahar, potensi lontaran material pijar juga menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung. Area ini dinilai sangat berisiko tinggi terhadap bahaya langsung dari aktivitas erupsi.

Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas Gunung Semeru memang menunjukkan peningkatan yang fluktuatif. Erupsi yang terjadi berulang kali menjadi sinyal bahwa tekanan magma di dalam perut bumi masih aktif dan berpotensi memicu letusan susulan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi, terutama bagi warga yang tinggal di lereng gunung.

Artikel Terkait:
  • Gempa Magnitudo 5,4: BPBD Pandeglang Himbau Tetap Waspada
  • Kompolnas Layangkan Surat ke Prabowo Soal Senjata Api Polisi
  • Diatas Kapal Pinisi, Jokowi dan Pemimpin ASEAN Menikmati Senja di Labuan Bajo
  • KRL Merak Dibatasi hingga Cilegon Saat Mudik Lebaran

Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah mitigasi juga diperkuat guna meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian material jika terjadi erupsi lanjutan yang lebih besar.

Sebagai gunung api aktif, Semeru memiliki sejarah panjang aktivitas vulkanik yang kerap berdampak pada kehidupan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap rekomendasi resmi menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa hidup berdampingan dengan alam membutuhkan kesiapsiagaan dan kesadaran kolektif. Hingga kini, warga diminta tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Jangan Lewatkan:
  • Pemerintah Lelang Proyek Rp 11,2 Triliun di IKN Februari 2025
  • Andi Harun Wali Kota Samarinda Dukung Olahraga Wanita
  • Kementan Tegaskan Sapi Aman dari PMK Jelang Idul Adha
  • Siapkan Persyaratan CPNS 2023: Format Dokumen Lengkap

Bencana Alam Indonesia Erupsi Semeru Gunung Semeru Lumajang PVMBG
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBanjir Genangi Jakarta Barat,12 RT dan Jalan Terendam
Next Article Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Informasi lainnya

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

27 Oktober 2026

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

26 Oktober 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

19 Oktober 2026

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Mengulang Jejak Sejarah: Tradisi Mengantar Jamaah Haji

Islami Udex Mundzir

Kisah Hafshah: Kesetiaan, Ilmu, dan Pengamanan Alquran

Islami Ericka

dr. Dara Ayu: Dari Madrasah Aliyah ke Fakultas Kedokteran

Profil Ericka

Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara

Profil Alfi Salamah

Satpam BCA: Garda Depan Pelayanan Perbankan

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi