Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo Usulkan Napi Dilatih Jadi Petani dan Tentara Cadangan

Program inovatif ini bertujuan untuk mengurangi kelebihan kapasitas lapas dan mendukung swasembada pangan.
SilvaSilva15 Desember 2024 Nasional
Prabowo Usulkan Napi Dilatih Jadi Petani dan Tentara Cadangan
Prabowo Usulkan Napi Dilatih Jadi Petani dan Tentara Cadangan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan rencana pelatihan bagi narapidana (napi) produktif untuk menjadi petani dan anggota komponen cadangan (Komcad). Langkah ini diungkapkan oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat lalu.

“Presiden menyarankan supaya napi usia produktif diikutkan dalam kegiatan swasembada pangan dan dilatih di luar rehabilitasi,” ujar Supratman, Minggu (15/12/2024).

Selain itu, Prabowo juga menyarankan napi yang akan bebas dapat bergabung dengan Komcad untuk memperkuat pertahanan nasional.

Langkah ini menjadi bagian dari rencana amnesti atau pengampunan terhadap puluhan ribu napi. Program ini dilakukan dengan mempertimbangkan kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan (lapas) serta alasan kemanusiaan.

Baca Juga:
  • PHK Naik 30 Persen di 2025, Pemerintah Soroti 7 Faktor Utama
  • 1.084 TNI-Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Wapres
  • Bill Gates Hibahkan USD159 Juta untuk Indonesia
  • PCO Tegaskan Indonesia Gabung BRICS untuk Akses Pasar, Bukan Anti-Barat

Sebelumnya, dalam rapat terbatas di Istana Negara, Prabowo menyetujui pemberian amnesti untuk beberapa kategori napi. Menteri Hukum menjelaskan bahwa napi yang berpeluang mendapatkan pengampunan meliputi mereka yang terjerat kasus Undang-Undang ITE, napi dengan gangguan jiwa, penderita HIV, dan aktivis Papua non-kombatan.

“Amnesti ini bertujuan tidak hanya untuk mengurangi tekanan kapasitas lapas, tetapi juga memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang memenuhi kriteria,” tambah Supratman.

Langkah ini, menurut Presiden, juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional melalui swasembada. Dalam hal ini, napi akan dilibatkan secara langsung dalam sektor pertanian, di bawah pelatihan dan pengawasan yang ketat.

Artikel Terkait:
  • Muhammadiyah Serukan Hidup Hemat dan Efisien
  • Tanpa Rafaksi dan HPP Baru, Stok Beras Nasional Meningkat Tajam
  • BPPA Tetapkan Sembilan Anggota Dewan Pers 2025-2028
  • Skripsi Jokowi Dipertanyakan Alumni, UGM Dinilai Tidak Transparan

Rencana ini mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak, namun juga menimbulkan tantangan. Ketua Lembaga Kajian Pertahanan Nasional, Yusril Ihza Mahendra, menyebut bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada struktur pelatihan dan pengelolaan yang jelas.

“Sebuah ide yang baik, tetapi perlu sistem yang matang agar integrasi napi ke dalam masyarakat, khususnya sebagai petani atau Komcad, dapat berjalan efektif,” ujar Yusril.

Rencana ini sekaligus menjadi langkah Presiden Prabowo untuk merealisasikan komitmennya dalam mengoptimalkan sumber daya manusia dan meningkatkan produktivitas nasional.

Jangan Lewatkan:
  • Ngopi Bareng Nelayan Pengaradan Brebes: Atasi Kebocoran Kapal dengan C’ketZ
  • Libur Lebaran, Program MBG Hemat Rp5 Triliun
  • ESDM Siapkan Konversi PLTD ke PLTS di Daerah 3T
  • Ombudsman: Ada Maladministrasi dalam Kasus Pagar Laut Tangerang
Amnesti Napi Komponen Cadangan Prabowo Subianto Program Rehabilitasi Swasembada Pangan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemerintah Rancang Revisi Besar Catatan Sejarah Indonesia
Next Article Inilah Harga Baru Pembuatan Paspor Mulai 17 Desember

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua

Profil Alfi Salamah

Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar

Perspektif Udex Mundzir

KDM, Calon Diktator yang Terlihat Merakyat

Perspektif Udex Mundzir

Menghapus Jerat Judi Online Pasca Pilkada

Editorial Udex Mundzir

Energi Para Pahlawan

Refleksi Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi