Yogyakarta – Di tengah tekanan ekonomi yang kian terasa seperti ombak pasang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan seruan tegas: hidup hemat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui surat edaran resmi, organisasi ini mengingatkan pentingnya efisiensi dalam setiap aspek kehidupan dan pengelolaan anggaran.
Edaran bernomor 5/EDR/I.0/B/2026 tersebut diterbitkan pada Senin (21/04/2026) di Yogyakarta. Isinya menekankan perlunya langkah bijak menghadapi kondisi ekonomi nasional dan global yang dinilai tidak menentu. Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau seluruh jajaran, mulai dari pusat hingga daerah, untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan anggaran, pelaksanaan program, serta gaya hidup sehari-hari.
“Situasi perekonomian saat ini perlu disikapi dengan kebijaksanaan bersama, dengan mengimbau seluruh elemen Persyarikatan untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dan efisiensi,” demikian bunyi pernyataan dalam edaran tersebut.
Lebih lanjut, Muhammadiyah merinci sejumlah langkah konkret yang harus dilakukan. Di antaranya adalah memprioritaskan program strategis yang berdampak langsung, mengurangi kegiatan seremonial, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia secara efektif dan bertanggung jawab. Selain itu, perjalanan dinas yang tidak mendesak juga diminta untuk dibatasi, termasuk kunjungan luar negeri yang dinilai bisa digantikan dengan pertemuan daring.
Dalam edaran itu juga ditegaskan pentingnya penghematan energi di lingkungan kantor dan fasilitas organisasi. Penggunaan listrik, air, dan sumber daya lainnya diharapkan dilakukan secara bijak, bahkan didorong untuk mulai memanfaatkan energi alternatif seperti panel surya.
“Penghematan diharapkan dapat meningkatkan kemandirian serta menjaga stabilitas dan keberlangsungan Persyarikatan Muhammadiyah,” tulis pimpinan dalam dokumen tersebut.
Tidak hanya menyasar aspek organisasi, seruan ini juga menyentuh gaya hidup individu warga Muhammadiyah. Mereka diajak untuk menerapkan pola hidup sederhana, sehat, bersih, dan produktif, sejalan dengan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).
Langkah ini dinilai sebagai respons strategis terhadap dinamika ekonomi global yang berdampak hingga ke tingkat lokal. Dengan jaringan organisasi yang luas, kebijakan efisiensi ini diharapkan mampu menciptakan efek domino positif dalam pengelolaan sumber daya dan ketahanan ekonomi umat.
Sebagai penutup, edaran tersebut mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk menjalankan imbauan ini dengan penuh tanggung jawab. Kesadaran kolektif dianggap menjadi kunci agar organisasi tetap kuat dan relevan menghadapi tantangan zaman.
