Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 6 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Menjaga Lisan

Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi13 Desember 2024 Islami
Menjaga Lisan
Ilustrasi Menjaga Lisan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Senin pagi 9 Desember 2024 di Masjid Al Ukhuwah Makassar ada kajian rutin oleh Ust. dr. Faizal. Beliau membahas tentang tiga jalan keselamatan yaitu jaga lisanmu, tetaplah (merasa lapang) di rumahmu, dan tangisilah dosa-dosamu. Ini diambil dari Hadist Riwayat Tirmidzi no. 2406 yang diriwayatkan oleh Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu Tulisan ini mencoba mengulas jalan keselamatan pertama yaitu menjaga lisan.

Lisan akan menjadi jalan keselamatan jika dapat dijaga. Caranya “berkata baik atau diam”, kata Rasulullah. Perkataan yang baik menurut KH. Abdullah Gymnastiar yaitu dzikrullah yang membuat ingat kepada Allah dan amar ma’ruf yang mengajak kepada perbuatan baik. Juga nahi munkar atau mencegah pada keburukan dan kejahatan. Bisa disingkat DAN (Dzikrullah, Amar ma’ruf, Nahi munkar).

Lebih lanjut KH. Abdullah Gymnastiar menyebutkan ada tiga hal yang harus diperhatikan agar perkataan itu baik yaitu Niat, Isi dan Dampak (NIDa). Niat terkait dengan tujuan berbicara. Apakah untuk diri sendiri? Ingin pamer? Ingin disebut pintar dan hebat? Atau sekadar bicara basa basi tanpa tujuan. Atau memang ingin menyampaikan pesan kebaikan. Pastikan niatnya untuk kebaikan.

Setelah niatnya baik maka periksa isinya. Biasanya pembicaraan itu terdiri atas dua jenis yaitu ilmu dan berita. Pastikan isinya benar, akurat, lengkap (BAL). Jika ragu-ragu apalagi salah, lebih baik diam. Kalau tidak tahu, lebih baik katakan tidak tahu.

Baca Juga:
  • Asal-Usul Shalat Tarawih 20 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat
  • Asal-Usul Shalat Tarawih 8 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat
  • Bolehkah Menulis Nama di Batu Nisan Kuburan?
  • Surat Fatir, Munculnya Uban sebagai Pemberi Peringatan

Setelah isinya benar, akurat dan lengkap maka periksa juga dampaknya. Perhatikan sebelum berbicara apakah ucapan ini berpahala atau berdosa. Apakah membahagiakan atau membuat sengsara. Apakah membuat semangat atau putus asa. Apakah menyenangkan atau menyakitkan hati. Apakah menguatkan atau memutus silaturrahmi. Apakah memperbaiki atau merusak.

Jika ketiga aspek: niat, isi dan dampak memenuhi syarat maka lisan akan menjadi jalan keselamatan. Silakan berbicara. Jangan diam. Sampaikanlah kebenaran walaupun pahit. Sampaikanlah kebaikan walaupun hawa nafsu tidak menyukai. Cegahlah kemungkaran sesuai kemampuan. Tentu saja tetap dengan cara yang baik. Jika tidak memenuhi, lebih baik diam. Ingat perintah Nabi “berkata baik atau diam”.

Jika dipaksakan tetap berbicara akan menjadi jalan keburukan. “Mulutmu harimaumu”, itu ungkapan yang sering kita dengar. Hati-hati, satu kata yang menyakitkan hati bisa menghancurkan persahabatan, hubungan keluarga dan relasi pekerjaan. Juga bisa menimbulkan permusuhan. Meskipun sudah ada perdamaian dan saling memaafkan rasa sakit di hati masih tersisa. Ibarat paku di dinding. Meskipun sudah dicabut tetap ada bekasnya.

Artikel Terkait:
  • Selain 8 dan 20 Rakaat, Ini Ada Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
  • Ungkap Mengapa Wanita Tidak Mencukur Rambut Setelah Haji
  • Hukum dan Tata Cara Distribusi Kulit Hewan Qurban dalam Islam
  • Menebus Dosa Ghibah Menurut Islam

Kata-kata kasar bisa juga muncul karena marah saat merespon kejadian yang tidak diinginkan. Ada aksi – reaksi. Biasanya sangat cepat dan seolah-olah muncul dari bawah sadar. Setelah kejadian baru muncul penyesalan. Cara mengatasinya juga menahan diri dengan cara diam. Jangan reaktif. Jangan langsung merespon sesuatu. Saat ada aksi jangan langsung bereaksi.

Menurut Arvan Pradiansyah, masuklah dalam “third room” atau “ruang ketiga” selama six seconds atau enam detik saja. Di dalam “ruang ketiga” itu diamlah selama enam detik saja. Itu akan berdampak luar biasa. Otak akan kembali jernih dan bertindak secara logis dan rasional. Enam detik pertama sangat menentukan. Jika langsung bereaksi bisa muncul kata-kata kasar yang melukai hati. Bahkan juga tindakan kasar yang melukai badan.

Semoga kita bisa meraih keselamatan karena mampu menjaga lisan dengan cara berkata baik atau diam. Kata baik karena mengingatkan kepada Allah, ajakan kebaikan dan mencegah keburukan. Kata baik karena niatnya untuk kebaikan. Kata baik karena isinya benar, akurat dan lengkap (BAL). Kata baik karena dampaknya positif, memberi manfaat dan perbaikan. Jika tidak bisa berkata baik, diamlah. Selamat mencoba.

Jangan Lewatkan:
  • Persiapan Ramadhan
  • Madinah Menjadi Tempat Percetakan Alquran Terbesar di Dunia
  • Mengagumkan Kiswah Mengalami Transformasi dalam 10 Fase
  • Kemenag Pantau Hilal di 125 Lokasi, Puasa Bisa Dimulai 1 Maret
Islam KH. Abdullah Gymnastiar Menjaga Lisan Motivasi Ust. dr. Faizal
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAkhirnya RK-Suswono Terima Kekalahan, Ucapkan Selamat ke Pramono-Rano
Next Article Pengamat Vietnam Kritik Timnas Indonesia: “Biasa-Biasa Saja”

Informasi lainnya

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

17 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

20 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

Perspektif Udex Mundzir

Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Food Assyifa

5 Peran Penting Dalam Tim yang Solid

Daily Tips Assyifa

Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah

Perspektif Udex Mundzir

Tips Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi