Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO

Udex MundzirUdex Mundzir8 Desember 2024 Editorial
Gaya politik kekanak-kanakan RIDO Pilkada Jakarta
Gaya politik kekanak-kanakan RIDO Pilkada Jakarta (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pilkada Jakarta 2024 mencatat berbagai drama politik, salah satunya aksi walk out pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) dalam rapat pleno penetapan hasil Pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta. Langkah ini memunculkan kesan bahwa RIDO memilih gaya politik kekanak-kanakan yang lebih banyak menciptakan polemik dibanding solusi nyata.

Dengan raihan suara sebesar 39,4%, pasangan nomor urut 1 ini terpaut jauh dari Pramono Anung-Rano Karno (Pramono-Rano) yang meraih 50,7% suara sah. Meski kekalahan sudah terlihat jelas, RIDO tetap melontarkan tuduhan pelanggaran di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) seperti di Pinang Ranti, Jakarta Timur.

Namun, tuduhan ini tidak disertai bukti konkret. Sebaliknya, mereka memilih meninggalkan forum pleno setelah menyampaikan keberatan, tanpa memberi ruang untuk diskusi atau solusi yang konstruktif.

Walk out dalam politik sering kali digunakan sebagai bentuk protes. Namun, dalam kasus ini, tindakan RIDO justru memperlihatkan ketidakmampuan menerima realitas politik. Bukannya menunjukkan sikap negarawan yang siap berkompetisi secara elegan, mereka memilih keluar dari forum resmi yang menjadi simbol demokrasi.

Sebagai pasangan yang pernah memimpin di tingkat nasional dan daerah, Ridwan Kamil dan Suswono seharusnya lebih bijak dalam merespons hasil Pilkada. Langkah walk out hanya memperkuat persepsi publik bahwa mereka tidak siap kalah, sekaligus menunjukkan gaya politik yang lebih mementingkan emosi daripada strategi.

Baca Juga:
  • Koperasi Desa atau Alat Kuasa?
  • Raja Kecil di Birokrasi, Prabowo Gertak Sambal?
  • Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin
  • Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?

RIDO menyebut adanya pelanggaran kode etik di TPS tertentu, rendahnya partisipasi pemilih, hingga tuduhan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Namun, hingga kini, tidak ada bukti konkret yang mereka sampaikan kepada publik atau pihak berwenang.

KPU Jakarta, yang telah menggelar seluruh proses secara transparan, menyatakan bahwa setiap keberatan telah ditindaklanjuti di tingkat kabupaten/kota. Ketua Divisi Teknis KPU Jakarta, Dody Wijaya, menegaskan bahwa tidak ada temuan yang bisa mengubah hasil akhir Pilkada. Hal ini semakin mempertegas bahwa tuduhan RIDO lebih bersifat politis daripada substansial.

Langkah RIDO tidak hanya mencoreng proses demokrasi, tetapi juga berpotensi menciptakan polarisasi di masyarakat. Dalam situasi politik yang sudah sensitif, tindakan emosional seperti ini dapat memicu ketegangan antarpendukung.

Selain itu, gaya politik yang tidak dewasa juga menciptakan preseden buruk bagi generasi muda yang tengah belajar memahami nilai-nilai demokrasi. Jika elite politik terus memperlihatkan sikap tidak sportif, bagaimana masyarakat bisa percaya pada sistem demokrasi yang seharusnya mengutamakan keadilan dan kedewasaan politik?

Di sisi lain, pasangan Pramono-Rano, yang resmi ditetapkan sebagai pemenang dengan suara terbanyak, menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa kemenangan mereka tidak hanya simbolis. Dengan 21 janji kampanye yang mencakup berbagai bidang, mereka harus bekerja keras untuk merealisasikan harapan warga Jakarta.

Artikel Terkait:
  • Bahlil Memang Tidak Punya Urat Malu
  • Vonis Sepotong, Keadilan Cacat
  • War Ticket: Ilusi Akses Setara
  • Ilmu yang Terasing di Negeri Sendiri

Namun, beban ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pasangan terpilih. Pihak yang kalah, termasuk RIDO, juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas politik. Mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah hak mereka, tetapi tindakan itu harus didasarkan pada bukti nyata, bukan sekadar ambisi politik.

Gaya politik kekanak-kanakan yang ditunjukkan RIDO dalam Pilkada Jakarta 2024 hanya memperkuat kesan bahwa mereka lebih mengutamakan ego daripada kepentingan masyarakat. Walk out dari forum resmi dan tuduhan tanpa bukti adalah langkah mundur bagi demokrasi.

Sebaliknya, Pramono-Rano memiliki peluang besar untuk membawa Jakarta ke arah yang lebih baik. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, mereka membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk oposisi. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan seharusnya menjadi kekuatan, bukan alasan untuk menciptakan perpecahan.

Jangan Lewatkan:
  • Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?
  • Lumbung Korupsi dalam Demokrasi yang Terganjal
  • Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam
  • Ambisi Politik Bahlil: Kursi Lebih Penting dari Kinerja

Sudah saatnya elite politik meninggalkan gaya kekanak-kanakan dan menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi teladan bagi masyarakat. Politik yang dewasa bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana menjunjung tinggi prinsip keadilan dan integritas.

Gaya Politik RIDO Pilkada Jakarta 2024 Pramono-Rano
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePramono-Rano Raih Suara Terbanyak, RK-Suswono Walk Out
Next Article Kamboja Tahan Imbang Malaysia di Laga Perdana Piala AFF 2024

Informasi lainnya

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Rekomendasi Menu untuk Mengelola Daging Qurban

Islami Alfi Salamah

Phil Knight dan Nike

Profil Lina Marlina

Outfit Kantor Simpel ala Capsule Wardrobe

Daily Tips Ericka

Relawan Muda di Arus Mudik

Editorial Lisda Lisdiawati

Pajak Bukan Satu-Satunya Jalan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi