Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak

Pramuka Cisayong diminta aktif bersinergi dengan pemerintah untuk peran yang lebih besar di masyarakat.
SilvaSilva24 Januari 2025 Perspektif
Pramuka Cisayong
Kegiatan Pramuka Cisayong (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pramuka itu wadah pendidikan karakter yang telah lama menjadi bagian dari pembentukan generasi muda Indonesia. Namun, seperti api unggun yang mulai redup, peran Pramuka di beberapa wilayah mulai dilupakan.

Di Cisayong, Camat Ayi Mulyana Herniwan dengan tegas menyerukan perubahan. Dalam pelantikan pengurus Kwarran Gerakan Pramuka masa bakti 2025-2028, ia meminta agar Pramuka tidak diam, melainkan bergerak dan berkolaborasi dengan pemerintah setempat.

Seruan ini bukan tanpa alasan. Dalam pidatonya, Ayi menekankan pentingnya Pramuka untuk aktif beradaptasi dan menciptakan inovasi. Pramuka memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, namun potensi ini hanya akan menjadi harapan kosong jika organisasi ini tidak berjalan aktif.

Pentingnya kolaborasi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak organisasi lokal saat ini: keterbatasan sumber daya dan minimnya sinergi. Dalam konteks Pramuka, kemampuan untuk beradaptasi dengan kebutuhan zaman—termasuk menggandeng pemerintah dan komunitas lain—akan menentukan relevansinya.

Dinamika proses Musyawarah Ranting (Musran) yang berlangsung awal Januari lalu juga menjadi sorotan. Pemilihan kembali Kak Ati Kusmayati sebagai Ketua Kwarran menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kepemimpinannya. Namun, proses tersebut diwarnai kritik atas dugaan ketidaktransparanan. Meski telah dilakukan revisi aturan pendaftaran, polemik yang muncul menjadi pelajaran penting bahwa regenerasi kepemimpinan di Pramuka masih memerlukan pembenahan.

Baca Juga:
  • Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan
  • Vasektomi Bukan Jawaban Kemiskinan
  • Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?
  • Rp8.100 per Dolar: Berkah atau Bencana?

Salah satu tantangan yang harus segera diatasi adalah mengembalikan kepercayaan internal dan eksternal terhadap proses pengambilan keputusan dalam organisasi ini. Transparansi harus menjadi prinsip utama. Ketegasan dalam mematuhi AD/ART Gerakan Pramuka juga perlu dijadikan pedoman, seperti yang disampaikan oleh Kak Udex Mundzir, pemimpin sidang presidium dalam Musran.

Namun, kritik ini tidak semata-mata berarti buruk. Ia membuka ruang refleksi dan perbaikan bagi pengurus yang baru dilantik. Pelajaran penting dari dinamika Musran Cisayong adalah bahwa regenerasi tidak boleh hanya menjadi formalitas. Perlu ada upaya untuk mendorong pemimpin-pemimpin baru yang benar-benar berkomitmen.

Selain itu, sinergi dengan pemerintah yang ditekankan Camat Ayi bukanlah hal baru. Kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat membawa dampak yang signifikan. Dalam konteks pendidikan karakter, Pramuka memiliki peran strategis untuk membantu pemerintah mewujudkan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan inovatif. Oleh karena itu, program-program Kwarran harus dirancang dengan pendekatan yang relevan dan aplikatif.

Sebagai contoh, pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan lokal seperti agribisnis atau teknologi tepat guna bisa menjadi fokus program kerja yang baru. Ini tidak hanya membuat Pramuka relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga membantu para anggotanya mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di masa depan.

Artikel Terkait:
  • Fokus Berlebih yang Tak Disadari
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan
  • Pentingnya Self-Care dan Cara Menjaganya
  • Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

Hal penting lainnya adalah transparansi dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Melibatkan anggota dan masyarakat secara lebih luas dalam proses ini akan meningkatkan rasa memiliki dan mendukung keberlanjutan program. Komunikasi yang baik, baik dengan anggota maupun masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilan Kwarran Cisayong di masa mendatang.

Kritik terhadap regenerasi kepemimpinan dan tantangan internal bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, ini menjadi peluang emas bagi Pramuka Cisayong untuk membuktikan kapasitasnya. Dengan pengurus baru yang penuh semangat dan komitmen untuk memperbaiki sistem, masa depan Kwarran Cisayong bisa lebih cerah.

Gerakan Pramuka telah menjadi bagian dari sejarah panjang Indonesia. Agar tetap relevan, ia harus mampu menjadi dinamis tanpa kehilangan akar tradisinya. Dengan kolaborasi, inovasi, dan regenerasi yang sehat, Pramuka Cisayong dapat menjadi teladan bagaimana organisasi tradisional mampu beradaptasi dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Jangan Lewatkan:
  • Jurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih
  • Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z
  • Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?
  • Ironi di Balik Program Bergizi

Tugas para pengurus baru kini adalah memastikan bahwa pelajaran dari masa lalu diterapkan dalam langkah-langkah konkret. Seperti yang diungkapkan oleh Kak Ati, meskipun ada kekurangan, program-program yang telah dirancang harus direalisasikan dengan baik. Semoga semangat perubahan ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan.

Kolaborasi pemerintah Pelantikan Kwarran 2025 Pramuka Cisayong Regenerasi kepemimpinan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi
Next Article Singapura Peringatkan Risiko Perang Dunia Ketiga

Informasi lainnya

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

19 Juni 2026

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

19 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Bubur Kacang Hijau: Kelezatan Tradisional Selama Puncak Haji

Islami Alfi Salamah

Agar Generasi Z tidak Mencemaskan

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Eksotisme Gunung Papandayan, Surga Alam di Garut

Travel Alfi Salamah

Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

Daily Tips Alfi Salamah

Kebakaran di Kementerian ATR/BPN: Asap Padam, Kecurigaan Membara

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi