Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 28 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak

Pramuka Cisayong diminta aktif bersinergi dengan pemerintah untuk peran yang lebih besar di masyarakat.
SilvaSilva24 Januari 2025 Perspektif
Pramuka Cisayong
Kegiatan Pramuka Cisayong (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pramuka itu wadah pendidikan karakter yang telah lama menjadi bagian dari pembentukan generasi muda Indonesia. Namun, seperti api unggun yang mulai redup, peran Pramuka di beberapa wilayah mulai dilupakan.

Di Cisayong, Camat Ayi Mulyana Herniwan dengan tegas menyerukan perubahan. Dalam pelantikan pengurus Kwarran Gerakan Pramuka masa bakti 2025-2028, ia meminta agar Pramuka tidak diam, melainkan bergerak dan berkolaborasi dengan pemerintah setempat.

Seruan ini bukan tanpa alasan. Dalam pidatonya, Ayi menekankan pentingnya Pramuka untuk aktif beradaptasi dan menciptakan inovasi. Pramuka memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, namun potensi ini hanya akan menjadi harapan kosong jika organisasi ini tidak berjalan aktif.

Pentingnya kolaborasi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak organisasi lokal saat ini: keterbatasan sumber daya dan minimnya sinergi. Dalam konteks Pramuka, kemampuan untuk beradaptasi dengan kebutuhan zaman—termasuk menggandeng pemerintah dan komunitas lain—akan menentukan relevansinya.

Dinamika proses Musyawarah Ranting (Musran) yang berlangsung awal Januari lalu juga menjadi sorotan. Pemilihan kembali Kak Ati Kusmayati sebagai Ketua Kwarran menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kepemimpinannya. Namun, proses tersebut diwarnai kritik atas dugaan ketidaktransparanan. Meski telah dilakukan revisi aturan pendaftaran, polemik yang muncul menjadi pelajaran penting bahwa regenerasi kepemimpinan di Pramuka masih memerlukan pembenahan.

Baca Juga:
  • Vasektomi Bukan Jawaban Kemiskinan
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan
  • Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?
  • Peta Jalan Pendidikan: Benang Kusut yang Perlu Diurai

Salah satu tantangan yang harus segera diatasi adalah mengembalikan kepercayaan internal dan eksternal terhadap proses pengambilan keputusan dalam organisasi ini. Transparansi harus menjadi prinsip utama. Ketegasan dalam mematuhi AD/ART Gerakan Pramuka juga perlu dijadikan pedoman, seperti yang disampaikan oleh Kak Udex Mundzir, pemimpin sidang presidium dalam Musran.

Namun, kritik ini tidak semata-mata berarti buruk. Ia membuka ruang refleksi dan perbaikan bagi pengurus yang baru dilantik. Pelajaran penting dari dinamika Musran Cisayong adalah bahwa regenerasi tidak boleh hanya menjadi formalitas. Perlu ada upaya untuk mendorong pemimpin-pemimpin baru yang benar-benar berkomitmen.

Selain itu, sinergi dengan pemerintah yang ditekankan Camat Ayi bukanlah hal baru. Kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat membawa dampak yang signifikan. Dalam konteks pendidikan karakter, Pramuka memiliki peran strategis untuk membantu pemerintah mewujudkan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan inovatif. Oleh karena itu, program-program Kwarran harus dirancang dengan pendekatan yang relevan dan aplikatif.

Sebagai contoh, pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan lokal seperti agribisnis atau teknologi tepat guna bisa menjadi fokus program kerja yang baru. Ini tidak hanya membuat Pramuka relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga membantu para anggotanya mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di masa depan.

Artikel Terkait:
  • Rp10 Ribu, Antara Anggaran dan Harapan
  • Benturan Kekuasaan dan Kemanusiaan
  • Efisiensi atau Salah Kelola?
  • Membangun Keterampilan Sosial untuk Mengurangi Insecure

Hal penting lainnya adalah transparansi dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Melibatkan anggota dan masyarakat secara lebih luas dalam proses ini akan meningkatkan rasa memiliki dan mendukung keberlanjutan program. Komunikasi yang baik, baik dengan anggota maupun masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilan Kwarran Cisayong di masa mendatang.

Kritik terhadap regenerasi kepemimpinan dan tantangan internal bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, ini menjadi peluang emas bagi Pramuka Cisayong untuk membuktikan kapasitasnya. Dengan pengurus baru yang penuh semangat dan komitmen untuk memperbaiki sistem, masa depan Kwarran Cisayong bisa lebih cerah.

Gerakan Pramuka telah menjadi bagian dari sejarah panjang Indonesia. Agar tetap relevan, ia harus mampu menjadi dinamis tanpa kehilangan akar tradisinya. Dengan kolaborasi, inovasi, dan regenerasi yang sehat, Pramuka Cisayong dapat menjadi teladan bagaimana organisasi tradisional mampu beradaptasi dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Jangan Lewatkan:
  • Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber
  • Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian
  • Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik
  • Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat

Tugas para pengurus baru kini adalah memastikan bahwa pelajaran dari masa lalu diterapkan dalam langkah-langkah konkret. Seperti yang diungkapkan oleh Kak Ati, meskipun ada kekurangan, program-program yang telah dirancang harus direalisasikan dengan baik. Semoga semangat perubahan ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan.

Kolaborasi pemerintah Pelantikan Kwarran 2025 Pramuka Cisayong Regenerasi kepemimpinan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi
Next Article Singapura Peringatkan Risiko Perang Dunia Ketiga

Informasi lainnya

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

24 Agustus 2026

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

14 Agustus 2026

Efisiensi atau Salah Kelola?

4 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Kemenag Pantau Hilal di 125 Lokasi, Puasa Bisa Dimulai 1 Maret

Islami Assyifa

Fokus Berlebih yang Tak Disadari

Perspektif Alfi Salamah

Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Editorial Udex Mundzir

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

Islami Lisda Lisdiawati

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

Profil Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi