Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 18 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kalau Tidak Viral, Mana Mau Kalian Membantu?

Kepekaan sosial kita kini diuji oleh tren dan algoritma media.
Udex MundzirUdex Mundzir19 Desember 2024 Perspektif
Viralitas dan kepedulian sosial
Viralitas dan kepedulian sosial (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Seberapa tulus kita peduli? Pertanyaan ini muncul di tengah gelombang berita viral yang terus bermunculan di media sosial. Dalam dua tahun terakhir, kita sering melihat aksi peduli masyarakat baru terjadi setelah sebuah kisah menyentuh hati menjadi sorotan publik. Tapi, mengapa harus menunggu viral?

Kasus Miftah, seorang tokoh agama, pernah menjadi sorotan karena dianggap menghina Sunhaji, seorang penjual teh yang tengah berjualan di acara pengajian. Insiden ini membelah opini masyarakat. Banyak yang menyerang Miftah, tetapi tak sedikit pula yang mendukung Sunhaji dengan berbagai donasi dan bantuan setelah kisahnya tersebar luas. Viralitas kasus ini justru membuka mata tentang kepedulian kolektif kita—apakah dorongan untuk membantu benar-benar murni atau hanya reaksi terhadap tekanan sosial?

Ada pula kisah seorang guru di sebuah sekolah yang harus memungut sampah di luar jam mengajar demi menambah penghasilan. Ketika video sang guru diunggah ke media sosial, respons yang datang luar biasa. Donasi mengalir deras, dan berbagai tawaran bantuan pun diberikan. Namun, muncul pertanyaan penting: jika cerita ini tidak sampai ke layar ponsel kita, apakah akan ada yang peduli?

Fenomena serupa terjadi pada banyak kasus lain. Seorang anak kecil yang menangis karena tidak mampu membeli seragam sekolah menjadi viral, dan dalam hitungan hari, berbagai pihak berlomba-lomba memberikan bantuan. Begitu pula dengan lansia yang bekerja sebagai pemulung, yang setelah fotonya tersebar, tiba-tiba mendapatkan perhatian luar biasa.

Baca Juga:
  • Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat
  • Tren Fashion Terbaru 2026
  • Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?
  • Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

Semua ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari kita tidak tergerak oleh kebutuhan, tetapi oleh eksposur. Kita lebih peduli pada apa yang terlihat dibandingkan dengan apa yang tersembunyi. Akibatnya, orang-orang yang membutuhkan tapi tidak terekspos ke media sering kali tetap terabaikan.

Kebergantungan pada viralitas juga menimbulkan risiko. Ada pihak-pihak yang sengaja mengeksploitasi kemiskinan untuk mendapatkan perhatian. Berita palsu tentang seseorang yang membutuhkan sering kali muncul hanya demi mengundang simpati palsu. Hal ini menciptakan dilema: bagaimana memastikan bantuan kita sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan?

Sebagai masyarakat yang saling bergantung, kita perlu melakukan refleksi mendalam. Kepedulian tidak boleh didasarkan pada popularitas, tetapi pada kebutuhan yang nyata. Ada jutaan Sunhaji lain di luar sana, yang tidak memiliki kesempatan untuk muncul di media sosial, tetapi sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Artikel Terkait:
  • Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran
  • Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?
  • Haji Idi dan Situasi Simalakama di Pilkada Sampang
  • Langkah Skuad Muda yang Tertatih

Satu langkah kecil yang bisa kita lakukan adalah memperluas kesadaran sosial di luar ruang media. Menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita, menyadari bahwa ada orang-orang yang diam-diam berjuang untuk bertahan hidup. Tidak perlu menunggu kisah mereka viral untuk memberikan bantuan.

Sebagai seorang Pramuka, saya percaya pada nilai dasar gotong royong dan aksi nyata tanpa pamrih. Pengalaman menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan telah mengajarkan saya bahwa setiap tindakan kecil dapat menciptakan dampak besar, bahkan tanpa kamera yang merekam.

Mari kita jadikan kepedulian sebagai bagian dari keseharian, bukan sekadar reaksi sesaat terhadap apa yang sedang viral. Jangan biarkan algoritma media sosial mendikte belas kasih kita. Karena, jika kita hanya peduli pada apa yang viral, siapa yang akan membantu mereka yang tak terlihat?

Jangan Lewatkan:
  • Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan
  • Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana
  • Penyebab dan Dampak Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-Hari
  • Jurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih
Fenomena Miftah Kasus Inspiratif Kepedulian Sosial Pemberdayaan Masyarakat Viral Media Sosial
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKamu Menjadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Melapornya
Next Article Unisba Bahas Inovasi Obat Modern Berbasis Produk Alami

Informasi lainnya

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

10 Oktober 2026

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

8 Oktober 2026

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Garut–BCA via Politri Tasikmalaya 

Profil Adit Musthofa

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Hikmah Peristiwa

Islami Syamril Al-Bugisyi

Risiko Seks di Luar Nikah bagi Pria Muslim

Islami Udex Mundzir

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi