Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 10 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tren Fashion Terbaru 2026

Ketika gaya berpakaian tak lagi sekadar estetika, tapi juga identitas, teknologi, dan kesadaran iklim.
Alfi SalamahAlfi Salamah16 Januari 2026 Opini 273 Views
Tren Fashion 2026
Ilustrasi koleksi runway terbaru dan mood tren fashion terkini di dunia mode internasional
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Mode selalu menjadi cermin zaman. Tahun 2026 tidak terkecuali. Di tengah dunia yang berubah cepat mulai dari krisis iklim, revolusi AI, hingga kembalinya kultur Y2K industri fashion pun bergerak cepat merespons. Desainer besar hingga UMKM lokal mulai menggeser arah: dari sekadar estetika menuju makna yang lebih dalam dan berkelanjutan.

Tren fashion kini bukan lagi soal siapa mengenakan apa, tetapi mengapa kita mengenakan itu. Dari New York Fashion Week hingga Jakarta Fashion Hub, kita mulai melihat arah baru dalam selera berpakaian generasi muda yang tidak hanya mencari gaya, tetapi juga nilai.

Berikut ini adalah lima tren fashion yang diprediksi akan mendominasi tahun 2026, berdasarkan data industri, laporan tren global, serta pengamatan pasar lokal.

Quiet Luxury: Kesederhanaan yang Mahal

    Fenomena “quiet luxury” bukanlah tren sementara. Setelah ramai dibicarakan sejak 2024, gaya ini makin kuat di 2026. Tidak ada logo mencolok, tidak ada warna menyala justru pakaian basic berkualitas tinggi, potongan bersih, dan warna netral menjadi simbol status baru.

    Brand seperti The Row, Loro Piana, atau lini terbaru dari Totême terus mendefinisikan kemewahan lewat kesunyian. Di Indonesia, fenomena ini tercermin dari merek-merek lokal seperti Sejauh Mata Memandang yang fokus pada kualitas bahan dan nilai produksi etis.

    Ini adalah respons terhadap gaya hidup pasca-pandemi: lebih sadar, lebih selektif, dan lebih berkelas tanpa harus pamer.

    Techwear: Ketika Fesyen Bertemu Fungsi

      Integrasi antara fashion dan teknologi mulai menjadi arus utama. Tahun ini, techwear tampil bukan hanya sebagai estetika, tapi juga fungsi. Jaket dengan pengatur suhu otomatis, celana anti-air dengan sensor keamanan, dan tas dengan GPS tracker jadi item yang semakin umum.

      Baca Juga:
      • Penyebab dan Dampak Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-Hari
      • Membeli Oleh-Oleh yang Bermanfaat dan Bernilai: Tips Agar Tidak Menjadi Sampah
      • Peta Jalan Pendidikan: Benang Kusut yang Perlu Diurai
      • Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik

      Pendorong utama tren ini adalah meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup aktif dan nomaden digital. Startup fashion-tech lokal seperti Morphwear dan Versa.id sudah mulai mengembangkan produk wearable tech untuk pasar Indonesia.

      Gaya techwear juga dekat dengan estetika futuristik, cocok dengan selera Gen Z yang mulai menggemari tampilan “cyberpunk meets streetwear”.

      Sustainable Fashion: Dari Komitmen ke Keharusan

        Kalau di masa lalu sustainable fashion hanya sekadar “opsi alternatif”, di 2026 ia menjadi norma baru. Konsumen menuntut transparansi: siapa yang membuat pakaian mereka, dari bahan apa, dan dalam kondisi kerja seperti apa.

        Bahkan, laporan McKinsey menyebutkan bahwa 62% konsumen usia 20–35 di Asia Tenggara lebih memilih brand yang punya komitmen lingkungan. Di Indonesia, label seperti SukkhaCitta dan Kana Goods menjadi pelopor sustainable fashion yang juga memiliki cerita sosial di balik setiap produk.

        Tren ini menandakan perubahan dari konsumtif menjadi reflektif. Pakaian tidak hanya dikenakan, tapi juga dipertanyakan.

        Genderless Design: Mode Tanpa Batas

          Dekade ini menyaksikan transisi besar dalam cara kita memandang busana: bukan lagi soal pria atau wanita, melainkan ekspresi personal. Genderless fashion semakin diterima, bahkan oleh brand besar seperti Gucci dan Balenciaga.

          Artikel Terkait:
          • Tips Temukan Passion dan Bakat ala Remaja Masa Kini
          • Banyak Tapi Kurang
          • Biru Fund dan Masa Depan Tambak
          • Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?

          Di Indonesia, desainer muda seperti Toton Januar dan Sean Sheila telah lama bereksperimen dengan potongan yang melampaui gender. Kini pasar lokal mulai menyambut koleksi uniseks dengan lebih terbuka.

          Gaya oversize, siluet longgar, dan palet netral mendominasi koleksi terbaru. Lebih dari sekadar tren, ini adalah bentuk ekspresi kebebasan baru dalam berbusana.

          Kembalinya Gaya Y2K: Nostalgia dan Ironi

            Gaya awal 2000-an kembali, tetapi dengan twist. Celana low-rise, baby tee, chunky sneakers, dan aksesori bling-bling kembali mengisi jalanan dan feeds media sosial.

            Namun, Y2K kali ini tidak hadir sebagai replika, melainkan bentuk nostalgia yang ironis anak muda mengenakannya sambil menyadari absurditas estetika masa lalu.

            Influencer fashion seperti Tasya Farasya atau Rachel Theresia mulai menghadirkan konten gaya Y2K dengan narasi penuh humor dan refleksi. Ini menciptakan ruang baru: berpakaian dengan sadar, namun tetap bersenang-senang.

            Jangan Lewatkan:
            • Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia
            • Polemik Privasi di Era Digital
            • KDM, Calon Diktator yang Terlihat Merakyat
            • Vasektomi Bukan Jawaban Kemiskinan

            Fashion Cerminan Zaman

            Tren fashion 2026 bukan sekadar perubahan selera visual, tetapi juga perubahan nilai. Dari quiet luxury yang menolak pamer, hingga genderless design yang menantang norma, industri fashion bergerak mengikuti kesadaran sosial yang berkembang.

            Fashion kini bukan hanya cermin pribadi, tapi juga cermin zaman. Dan di tengah dunia yang makin sadar, cepat, dan kompleks, mereka yang mampu beradaptasi dengan makna di balik mode akan menjadi pelopor dalam industri ini.

            Fashion 2026 Quiet Luxury Sustainable Fashion Techwear Tren Gaya
            Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
            Previous ArticleTikTok & Konten Viral
            Next Article Kwarcab Bone Gelar KPDK Perkuat Tata Kelola Dewan Kerja

            Informasi lainnya

            Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

            23 Juni 2026

            Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

            22 Juni 2026

            Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

            21 Juni 2026

            Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

            20 Juni 2026

            Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

            19 Juni 2026

            Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

            19 Juni 2026
            Paling Sering Dibaca

            Tips Temukan Passion dan Bakat ala Remaja Masa Kini

            Opini Alfi Salamah

            Trump Berlagak Pahlawan Tapi Kesiangan

            Editorial Udex Mundzir

            Peluang Usaha di Balik Batas Medsos

            Editorial Lisda Lisdiawati

            Kehidupan di Jepang, Perpaduan Tradisi dan Modernitas

            Travel Alfi Salamah

            Bersih-Bersih Kabinet Prabowo Dimulai

            Editorial Udex Mundzir
            Berita Lainnya
            Lingkungan
            Alfi Salamah15 April 2026

            Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

            Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

            120 Saksi dan 4 Ahli Jadi Bukti Jerat Nadiem Makarim

            Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

            Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

            • Facebook 920K
            • Twitter
            • Instagram
            • YouTube
            Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Alat Tulis Sekolah Murah
            “Landing
            © 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
            PT Opsi Nota Ideal
            • Redaksi
            • Pedoman
            • Kode Etik
            • Kontak

            Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

            boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi