Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tren Fashion Terbaru 2026

Ketika gaya berpakaian tak lagi sekadar estetika, tapi juga identitas, teknologi, dan kesadaran iklim.
Alfi SalamahAlfi Salamah16 Januari 2026 Perspektif 319 Views
Tren Fashion 2026
Ilustrasi koleksi runway terbaru dan mood tren fashion terkini di dunia mode internasional
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Mode selalu menjadi cermin zaman. Tahun 2026 tidak terkecuali. Di tengah dunia yang berubah cepat mulai dari krisis iklim, revolusi AI, hingga kembalinya kultur Y2K industri fashion pun bergerak cepat merespons. Desainer besar hingga UMKM lokal mulai menggeser arah: dari sekadar estetika menuju makna yang lebih dalam dan berkelanjutan.

Tren fashion kini bukan lagi soal siapa mengenakan apa, tetapi mengapa kita mengenakan itu. Dari New York Fashion Week hingga Jakarta Fashion Hub, kita mulai melihat arah baru dalam selera berpakaian generasi muda yang tidak hanya mencari gaya, tetapi juga nilai.

Berikut ini adalah lima tren fashion yang diprediksi akan mendominasi tahun 2026, berdasarkan data industri, laporan tren global, serta pengamatan pasar lokal.

Quiet Luxury: Kesederhanaan yang Mahal

    Fenomena “quiet luxury” bukanlah tren sementara. Setelah ramai dibicarakan sejak 2024, gaya ini makin kuat di 2026. Tidak ada logo mencolok, tidak ada warna menyala justru pakaian basic berkualitas tinggi, potongan bersih, dan warna netral menjadi simbol status baru.

    Brand seperti The Row, Loro Piana, atau lini terbaru dari Totême terus mendefinisikan kemewahan lewat kesunyian. Di Indonesia, fenomena ini tercermin dari merek-merek lokal seperti Sejauh Mata Memandang yang fokus pada kualitas bahan dan nilai produksi etis.

    Ini adalah respons terhadap gaya hidup pasca-pandemi: lebih sadar, lebih selektif, dan lebih berkelas tanpa harus pamer.

    Techwear: Ketika Fesyen Bertemu Fungsi

      Integrasi antara fashion dan teknologi mulai menjadi arus utama. Tahun ini, techwear tampil bukan hanya sebagai estetika, tapi juga fungsi. Jaket dengan pengatur suhu otomatis, celana anti-air dengan sensor keamanan, dan tas dengan GPS tracker jadi item yang semakin umum.

      Baca Juga:
      • Rp10 Ribu, Antara Anggaran dan Harapan
      • Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia
      • Mengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?
      • Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan

      Pendorong utama tren ini adalah meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup aktif dan nomaden digital. Startup fashion-tech lokal seperti Morphwear dan Versa.id sudah mulai mengembangkan produk wearable tech untuk pasar Indonesia.

      Gaya techwear juga dekat dengan estetika futuristik, cocok dengan selera Gen Z yang mulai menggemari tampilan “cyberpunk meets streetwear”.

      Sustainable Fashion: Dari Komitmen ke Keharusan

        Kalau di masa lalu sustainable fashion hanya sekadar “opsi alternatif”, di 2026 ia menjadi norma baru. Konsumen menuntut transparansi: siapa yang membuat pakaian mereka, dari bahan apa, dan dalam kondisi kerja seperti apa.

        Bahkan, laporan McKinsey menyebutkan bahwa 62% konsumen usia 20–35 di Asia Tenggara lebih memilih brand yang punya komitmen lingkungan. Di Indonesia, label seperti SukkhaCitta dan Kana Goods menjadi pelopor sustainable fashion yang juga memiliki cerita sosial di balik setiap produk.

        Tren ini menandakan perubahan dari konsumtif menjadi reflektif. Pakaian tidak hanya dikenakan, tapi juga dipertanyakan.

        Genderless Design: Mode Tanpa Batas

          Dekade ini menyaksikan transisi besar dalam cara kita memandang busana: bukan lagi soal pria atau wanita, melainkan ekspresi personal. Genderless fashion semakin diterima, bahkan oleh brand besar seperti Gucci dan Balenciaga.

          Artikel Terkait:
          • Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik
          • Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya
          • Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan
          • Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

          Di Indonesia, desainer muda seperti Toton Januar dan Sean Sheila telah lama bereksperimen dengan potongan yang melampaui gender. Kini pasar lokal mulai menyambut koleksi uniseks dengan lebih terbuka.

          Gaya oversize, siluet longgar, dan palet netral mendominasi koleksi terbaru. Lebih dari sekadar tren, ini adalah bentuk ekspresi kebebasan baru dalam berbusana.

          Kembalinya Gaya Y2K: Nostalgia dan Ironi

            Gaya awal 2000-an kembali, tetapi dengan twist. Celana low-rise, baby tee, chunky sneakers, dan aksesori bling-bling kembali mengisi jalanan dan feeds media sosial.

            Namun, Y2K kali ini tidak hadir sebagai replika, melainkan bentuk nostalgia yang ironis anak muda mengenakannya sambil menyadari absurditas estetika masa lalu.

            Influencer fashion seperti Tasya Farasya atau Rachel Theresia mulai menghadirkan konten gaya Y2K dengan narasi penuh humor dan refleksi. Ini menciptakan ruang baru: berpakaian dengan sadar, namun tetap bersenang-senang.

            Jangan Lewatkan:
            • Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur
            • Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?
            • Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian
            • UI Mesin Gelar Doktor Pejabat

            Fashion Cerminan Zaman

            Tren fashion 2026 bukan sekadar perubahan selera visual, tetapi juga perubahan nilai. Dari quiet luxury yang menolak pamer, hingga genderless design yang menantang norma, industri fashion bergerak mengikuti kesadaran sosial yang berkembang.

            Fashion kini bukan hanya cermin pribadi, tapi juga cermin zaman. Dan di tengah dunia yang makin sadar, cepat, dan kompleks, mereka yang mampu beradaptasi dengan makna di balik mode akan menjadi pelopor dalam industri ini.

            Fashion 2026 Quiet Luxury Sustainable Fashion Techwear Tren Gaya
            Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
            Previous ArticleTikTok & Konten Viral
            Next Article Kwarcab Bone Gelar KPDK Perkuat Tata Kelola Dewan Kerja

            Informasi lainnya

            Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

            3 Oktober 2026

            Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

            22 September 2026

            Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

            10 September 2026

            Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

            25 Agustus 2026

            Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

            24 Agustus 2026

            Ketika Pramuka Belajar Korupsi

            14 Agustus 2026
            Paling Sering Dibaca

            Anne Avantie, Dari Dua Mesin Jahit ke Panggung Dunia

            Biografi Alfi Salamah

            Garut–BCA via Politri Tasikmalaya 

            Profil Adit Musthofa

            Fakta Sebenernya, Inflasi Pejabat

            Editorial Udex Mundzir

            Mengapa Aisyah Dinikahi di Usia Muda?

            Islami Ericka

            Tips Mengatur Waktu agar Gak Overwhelmed Tiap Hari

            Daily Tips Alfi Salamah
            Berita Lainnya
            Politik
            Udex Mundzir1 Oktober 2026

            Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

            Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

            Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

            Hukum Barang Temuan dalam Islam

            PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

            • Facebook 920K
            • Twitter
            • Instagram
            • YouTube
            Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
            “Landing
            © 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
            PT Opsi Nota Ideal
            • Redaksi
            • Pedoman Media Siber
            • Kode Etik Jurnalistik
            • Privacy Policy
            • Disclaimer
            • Kontak

            Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

            boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi