Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

UI Mesin Gelar Doktor Pejabat

Ketika universitas kehilangan integritas, gelar akademik berubah menjadi sekadar alat legitimasi kekuasaan.
AssyifaAssyifa8 Maret 2025 Perspektif
Universitas Indonesia dan gelar doktor pejabat
UI dan Legitimasi Akademik: Ketika Gelar Doktor Jadi Alat Kekuasaan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Universitas Indonesia (UI) kembali tercoreng setelah kasus disertasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terungkap. Keputusan UI yang meminta perbaikan disertasi ini seolah menunjukkan ada standar akademik yang dijaga.

Namun, justru di situlah masalahnya. Bagaimana mungkin sebuah disertasi yang dinyatakan tidak layak bisa sampai ke tahap sidang terbuka? Jika publik tidak menyorot kasus ini, apakah Bahlil akan tetap mendapatkan gelar doktornya tanpa hambatan?

Ini bukan sekadar masalah satu orang. Kasus Bahlil membuka fakta yang lebih mengkhawatirkan: UI semakin terlihat sebagai mesin pencetak gelar doktor bagi pejabat.

Pejabat-pejabat yang sibuk mengurus negara tiba-tiba bisa menyelesaikan program doktoral di UI. Publik pantas bertanya, kapan mereka benar-benar melakukan penelitian? Atau, jangan-jangan, selama ini ada jalan pintas yang memang disediakan khusus bagi mereka?

Baca Juga:
  • Meski Telah Berpura-pura jadi Jakmania, Kang Emil Tetap Kalah
  • Djibouti dan Politik Geografi
  • Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah
  • Efisiensi atau Salah Kelola?

Bahlil ini hanya satu contoh yang ketahuan. Tapi berapa banyak pejabat lain yang sudah lebih dulu mendapatkan gelar dengan proses serupa?

Fenomena ini merusak integritas akademik UI sebagai institusi yang menyandang nama Indonesia. UI seharusnya menjadi benteng keilmuan, bukan tempat di mana gelar akademik bisa diperoleh dengan mudah hanya karena seseorang punya kekuasaan.

Lebih dari itu, kasus ini mempermalukan dunia pendidikan Indonesia di mata dunia. UI selama ini disebut sebagai kampus terbaik negeri ini. Jika di kampus terbaik saja pejabat bisa dengan mudah melangkah menuju gelar doktor, bagaimana dengan universitas lain?

Artikel Terkait:
  • Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum
  • Banyak Tapi Kurang
  • Suka Membaca? Ini Tips Efektif untuk Menambah Pengetahuan
  • Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Ini saatnya UI membuktikan bahwa mereka masih memiliki marwah akademik. Jika memang ingin tetap menjadi universitas berkelas dunia, UI harus menutup pintu bagi mereka yang hanya mencari gelar demi gengsi politik.

Jika tidak, UI hanya akan menjadi pabrik gelar bagi mereka yang punya kuasa. Dan lambat laun, dunia akademik Indonesia akan kehilangan artinya sendiri.

Jangan Lewatkan:
  • Bela Negara atau Bela Penguasa?
  • Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?
  • Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka
  • Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan
Disertai Bahlil Gelar Akademik integritas akademik Pendidikan Tinggi UI dan Penjabat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBahlil Memang Tidak Punya Urat Malu
Next Article Jangan-Jangan Semua Kampus Seperti UI?

Informasi lainnya

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

10 Oktober 2026

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

8 Oktober 2026

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

6 September 2026
Paling Sering Dibaca

Sawer Meriah di Kampung Citepus

Happy Lina Marlina

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka

Dida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi

Profil Silva

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

Islami Lisda Lisdiawati

Mengenal Es Gabus: Bahan, Tekstur, dan Keamanan

Food Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi