Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 20 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

UI Mesin Gelar Doktor Pejabat

Ketika universitas kehilangan integritas, gelar akademik berubah menjadi sekadar alat legitimasi kekuasaan.
AssyifaAssyifa8 Maret 2025 Perspektif
Universitas Indonesia dan gelar doktor pejabat
UI dan Legitimasi Akademik: Ketika Gelar Doktor Jadi Alat Kekuasaan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Universitas Indonesia (UI) kembali tercoreng setelah kasus disertasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terungkap. Keputusan UI yang meminta perbaikan disertasi ini seolah menunjukkan ada standar akademik yang dijaga.

Namun, justru di situlah masalahnya. Bagaimana mungkin sebuah disertasi yang dinyatakan tidak layak bisa sampai ke tahap sidang terbuka? Jika publik tidak menyorot kasus ini, apakah Bahlil akan tetap mendapatkan gelar doktornya tanpa hambatan?

Ini bukan sekadar masalah satu orang. Kasus Bahlil membuka fakta yang lebih mengkhawatirkan: UI semakin terlihat sebagai mesin pencetak gelar doktor bagi pejabat.

Pejabat-pejabat yang sibuk mengurus negara tiba-tiba bisa menyelesaikan program doktoral di UI. Publik pantas bertanya, kapan mereka benar-benar melakukan penelitian? Atau, jangan-jangan, selama ini ada jalan pintas yang memang disediakan khusus bagi mereka?

Baca Juga:
  • Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan
  • Suka Membaca? Ini Tips Efektif untuk Menambah Pengetahuan
  • Inilah Seputar Mental Illness yang Perlu Anda Ketahui!
  • Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak

Bahlil ini hanya satu contoh yang ketahuan. Tapi berapa banyak pejabat lain yang sudah lebih dulu mendapatkan gelar dengan proses serupa?

Fenomena ini merusak integritas akademik UI sebagai institusi yang menyandang nama Indonesia. UI seharusnya menjadi benteng keilmuan, bukan tempat di mana gelar akademik bisa diperoleh dengan mudah hanya karena seseorang punya kekuasaan.

Lebih dari itu, kasus ini mempermalukan dunia pendidikan Indonesia di mata dunia. UI selama ini disebut sebagai kampus terbaik negeri ini. Jika di kampus terbaik saja pejabat bisa dengan mudah melangkah menuju gelar doktor, bagaimana dengan universitas lain?

Artikel Terkait:
  • Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?
  • Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah
  • Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?
  • Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat

Ini saatnya UI membuktikan bahwa mereka masih memiliki marwah akademik. Jika memang ingin tetap menjadi universitas berkelas dunia, UI harus menutup pintu bagi mereka yang hanya mencari gelar demi gengsi politik.

Jika tidak, UI hanya akan menjadi pabrik gelar bagi mereka yang punya kuasa. Dan lambat laun, dunia akademik Indonesia akan kehilangan artinya sendiri.

Jangan Lewatkan:
  • Indonesia Memble Hadapi Tarif Trump
  • Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya
  • Bumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat
  • Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran
Disertai Bahlil Gelar Akademik integritas akademik Pendidikan Tinggi UI dan Penjabat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBahlil Memang Tidak Punya Urat Malu
Next Article Jangan-Jangan Semua Kampus Seperti UI?

Informasi lainnya

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

6 September 2026

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

24 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Perspektif Udex Mundzir

Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?

Editorial Udex Mundzir

Tiga Kelompok Wanita bagi Laki-laki dalam Islam: Mahram, Azwaj, dan Ajnabi

Islami Udex Mundzir

Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya

Perspektif Alfi Salamah

Iklan Pinjaman Syariah Mencurigakan, Berujung Minta Uang Zakat

Kroscek Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Wawan Raih Penghargaan atas Lagu Arjaun di Cisayong

Nama Jokowi Masih Tersemat di Situs OCCRP Meski Sempat Hilang

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi