Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 28 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik

Formula E Jakarta bukan hanya tontonan—ini adalah momentum strategis kota menghadapi tantangan global.
Udex MundzirUdex Mundzir21 Juni 2025 Perspektif
Formula e
Formula E 2023 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta kembali bersiap menyambut gelaran balap mobil listrik internasional dalam beberapa pekan ke depan. Suasana antusias terlihat dari persiapan lintasan di Ancol, penataan kawasan, dan rangkaian acara pendukung yang menjangkau pelaku ekonomi lokal.

Event ini bukan sekadar adu cepat. Ini adalah kelanjutan dari warisan visi Anies Baswedan saat menjabat Gubernur DKI. Ketika itu, beliau melihat arah persaingan kota global beralih dari infrastruktur klasik ke kepemimpinan ide dan inovasi.

Formula E menjadi jawaban nyata. Dengan menghadirkan balap mobil listrik, Jakarta menyatakan komitmen pada keberlanjutan dan green mobility. Ini bukan sekadar proyek hiburan, melainkan strategi kota untuk memosisikan diri di mata internasional.

Prosesnya pun menegaskan keseriusan. Proposal resmi dikirim langsung ke Formula E Operations di London. Anies memimpin negosiasi, bukan menyerahkannya hanya pada birokrasi. Itu adalah diplomasi aktif yang menunjukkan tekad pemimpin daerah membawa Jakarta ke panggung global.

Ketika akhirnya Jakarta mendapatkan tuan rumah musim 2019–2020, dan pelaksanaannya baru terlaksana pada 2022–2023 setelah pandemi, semua itu bukan kebetulan. Itu adalah hasil dari kemauan politik kuat dan narasi global yang dijual: Jadikan Jakarta kota ide, bukan hanya megapolitan dengan kemacetan dan polusi.

Tentu, proyek ambisius seperti ini tak lantas tanpa kontroversi. Dana commitment fee mencapai ratusan miliar rupiah. Tuduhan pemborosan APBD pun muncul, bahkan DPRD sampai sempat mengajukan interpelasi.

Namun yang terlewat dari perhatian publik: Anies membuka pintu audit oleh KPK, BPK, dan BPKP. Pelaksanaan diserahkan ke Jakpro agar tata kelola lebih transparan. Bagi beliau, ini bukan soal popularitas semata, tetapi legacy masa depan.

Sekarang, saat gelaran mendekat lagi, kita melihat dampak langsung pada berbagai pihak. UMKM lokal bisa mendapatkan ruang di sekitar kawasan event. Komunitas energi bersih mendapat perhatian. Industri pariwisata juga terpacu untuk ikut dalam rangkaian acara.

Nilai ekonomi pun ikut meningkat. Pada pelaksanaan sebelumnya, nilai ekonomi diklaim mencapai Rp 2 triliun. Angka itu bukan hanya soal pemasukan semata, tetapi tentang resonansi bahwa Indonesia mampu masuk agenda hijau dunia.

International recognition juga terlihat dari liputan global. Jakarta sejajar tampil dengan kota besar seperti New York, Berlin, dan Seoul. Televisi dan platform digital dari lebih 150 negara menayangkan event Jakarta.

Baca Juga:
  • Langkah Skuad Muda yang Tertatih
  • Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik
  • Vasektomi Bukan Jawaban Kemiskinan
  • Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari

Namun, tantangan nyata tetap menunggu. Momentum seperti ini hanya akan bermakna jika keberlanjutan ditegakkan.

Pertama, soal transportasi publik. Bagaimana memastikan sistem transportasi massal Jakarta mendukung green mobility? Saat event usai, jangan sampai rencana charging station kendaraan listrik hanya berhenti di sirkuit.

Kedua, regulasi kendaraan listrik. Insentif—a real one. Pembebasan pajak atau kemudahan perizinan. Atau subsidi bagi pelaku transportasi publik seperti bus listrik.

Ketiga, edukasi masyarakat. Penggunaan kendaraan listrik masih belum masif karena minimnya pengetahuan dan infrastruktur. Public campaign di event bisa menjadi pintu masuk untuk edukasi ramah lingkungan.

Keempat, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah pusat dan daerah, swasta, akademisi, dan masyarakat harus duduk bersama menyusun roadmap pasca-event. Fokusnya adalah kesinambungan dan integrasi kebijakan.

Tanpa itu, Formula E akan berhenti sebagai hiburan sesaat. Sasisnya tetap cepat, tetapi mesin perubahan tidak akan berjalan.

Dalam balapan, pengemudi mengejar garis finish. Tapi di luar sirkuit, Jakarta harus mengejar masa depan. Balapan terbesar bukan sekadar adu kecepatan, tapi membuktikan kemampuan bertransformasi.

Momentum mendatang adalah ujian warisan.

Warisan Anies Baswedan besar: Jakarta kini punya narasi global. Tapi apakah kita mampu menjaga momentum? Ataukah warisan hanya akan menjadi pemantik semangat yang meredup setelah sorotan usai?

Artikel Terkait:
  • Mantan Presiden Bikin Gaduh
  • Alam dan Ego Pembangunan
  • Peran dan Pengaruh Kucing dalam Film, Buku, dan Musik
  • Ketika Relawan Butuh Akal Sehat, Bukan Sekadar Semangat

Jika kita ingin menjadikan Jakarta kota modern dan berkelanjutan, kita harus gerak bersama. Event Formula E adalah panggung, bukan tujuan akhir. Sekarang yang penting adalah aksi nyata.

Misalnya, pasca-Formula E, Pemerintah provinsi bisa membuka skema kemitraan dengan swasta untuk membangun stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) di titik strategis.

Pemerintah pusat bisa menetapkan regulasi insentif dan target penggunaan kendaraan listrik di instansi pemerintahan, agar pasarnya lebih stabil.

Dinas Perhubungan bisa bekerja sama dengan universitas dan startup untuk mengembangkan sistem transportasi cerdas yang berbasis energi bersih.

Dan masyarakat sendiri harus didorong untuk ikut dalam agenda hijau ini. Konsumen diharapkan lebih kritis memilih kendaraan ramah lingkungan.

Jika langkah-langkah ini dilakukan secara konsisten, maka warisan Anies akan terus terpelihara. Bukan berhenti di gelaran semata, tetapi menjadi fondasi bagi perubahan konkret.

Kini saat kendaraan listrik melesat di sirkuit Ancol, kita menapak ke tahap berikutnya: apakah Jakarta hanya akan bersinar sesaat, atau terus bersinar karena transformasi nyata?

Jangan Lewatkan:
  • Fokus Berlebih yang Tak Disadari
  • Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z
  • Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar
  • Biru Fund dan Masa Depan Tambak

Formula E bukan panggung sekali pakai. Ini adalah peluang emas. Peluang yang harus kita gunakan untuk mempercepat transisi ke kota masa depan.

Dengan itu, warisan Anies Baswedan dalam penyelenggaraan Formula E tidak hanya terbaca dalam kenangan, tetapi dirasakan wujudnya, oleh Jakarta, oleh Indonesia, dan bagi ritme hidup global.

Marilah kita mengubah event ini menjadi babak baru: balapan visi, bukan balapan mobil. Mesin perubahan sejati hidup ketika ide dan aksi bersinergi.

Formula E Green Mobility Transformasi Jakarta Warisan Kota
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTitik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah
Next Article Selat Hormuz dan Ancaman Ekonomi Dunia

Informasi lainnya

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

19 Juni 2026

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

19 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Generasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs

Daily Tips Ericka

Politik Warisan yang Membelit

Editorial Udex Mundzir

Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?

Perspektif Udex Mundzir

Logika Nol yang Menyesatkan

Editorial Udex Mundzir

Bingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi