Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 20 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat

Ketika pohon hilang dari permukaan bumi, kita bukan hanya kehilangan pepohonan kita kehilangan kehidupan itu sendiri dalam berbagai bentuknya.
Alfi SalamahAlfi Salamah28 Desember 2025 Opini
Pelestaria alam
Pepohonan adalah penyeimbang alam (IST)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email


Bayangkan sejenak sebuah bumi tanpa pohon. Gambarannya mungkin terlihat sunyi: langit terlihat lebih cerah tanpa kanopi hijau, tanah terlihat lebih tandus tanpa akar yang menahan, dan udara terasa berbeda tanpa hembusan dari hutan yang luas. Namun, imajinasi ini bukan sekadar visual kosong. Ini adalah bayangan nyata tentang apa yang akan terjadi jika kita terus merusak hutan, membabat pepohonan tanpa menggantinya, dan tidak memberikan ruang bagi alam untuk pulih.

Pohon bukan sekadar elemen estetika di taman atau latar belakang foto. Mereka adalah bagian fundamental dari sistem kehidupan yang saling bergantung. Peran mereka begitu besar dan luas sehingga, ketika hilang, seluruh proses alami yang terlihat stabil selama ribuan tahun bisa runtuh.

Paru-Paru Dunia yang Menyempit

Walaupun sering dianggap biasa saja, fungsi utama pepohonan seperti produksi oksigen, pengaturan iklim, hingga perannya dalam siklus air ternyata amat penting. Tanpa proses fotosintesis pohon, karbon dioksida akan terus menumpuk di atmosfer dan mempercepat efek rumah kaca.

Akibatnya, suhu bumi meningkat, musim menjadi tak menentu, dan bencana iklim seperti banjir, gelombang panas, serta kekeringan akan terjadi lebih sering dan lebih ekstrem. Pepohonan bukan hanya menyerap karbon, tetapi juga meredam panas melalui bayangan dan penguapan.

Habitat Musnah, Ekosistem Runtuh

Hilangnya pepohonan berarti hancurnya rumah bagi jutaan spesies flora dan fauna. Hutan tropis Indonesia, misalnya, merupakan rumah bagi lebih dari 10% spesies yang ada di dunia. Tanpa pohon, ekosistem ini kehilangan keseimbangan.

Kerusakan ini membuat rantai makanan terputus, dan spesies-spesies punah dalam skala yang mengkhawatirkan. Di sisi lain, hilangnya biodiversitas memperbesar risiko zoonosis atau penyakit yang melompat dari hewan ke manusia.

Banjir dan Longsor Tak Terhindarkan

Tanpa akar pohon, tanah kehilangan daya cengkeram. Air hujan tidak lagi diserap, tetapi mengalir deras membawa tanah bersamanya. Akibatnya, erosi, longsor, dan banjir jadi lebih sering dan sulit dikendalikan.

Contoh konkritnya terlihat di daerah pegunungan yang gundul di Jawa Barat dan Kalimantan. Setiap musim hujan, desa-desa di kaki bukit terendam atau tersapu longsor karena minimnya vegetasi penyangga.

Baca Juga:
  • KDM, Calon Diktator yang Terlihat Merakyat
  • Suka Membaca? Ini Tips Efektif untuk Menambah Pengetahuan
  • Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital
  • Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

Krisis Air Bersih dan Kekeringan

Pohon menjaga cadangan air tanah dengan menyerap air ke dalam akar dan melepaskannya perlahan melalui proses transpirasi. Ketika pohon ditebang, kemampuan tanah menyimpan air berkurang drastis.

Di banyak daerah yang dulunya berhutan, kini warga menghadapi krisis air bersih. Sumur mengering lebih cepat, mata air hilang, dan konflik antarwarga terkait akses air semakin meningkat.

Kualitas Udara Memburuk

Pohon berfungsi sebagai penyaring alami udara. Mereka menyerap gas berbahaya seperti sulfur dioksida dan karbon monoksida. Jika pepohonan hilang, tidak ada lagi sistem alami yang membersihkan udara dari racun-racun ini.

Dampaknya, penyakit pernapasan akan meningkat pesat. Kota besar seperti Jakarta, dengan sedikit ruang hijau, menjadi contoh nyata bagaimana minimnya pohon memperburuk polusi udara dan kualitas hidup warganya.

Kehidupan Sosial Ekonomi Terancam

Di luar fungsi ekologis, pepohonan menopang kehidupan ekonomi jutaan orang. Hutan menjadi sumber kayu, makanan, obat, dan penghidupan bagi masyarakat adat serta petani hutan.

Jika pepohonan hilang, sumber pendapatan ini lenyap. Ketimpangan meningkat, kemiskinan bertambah, dan urbanisasi tak terkendali karena masyarakat desa kehilangan sumber daya untuk bertahan hidup.

Ekonomi Nasional Ikut Runtuh

Sektor pertanian, kehutanan, pariwisata, dan energi terbarukan bergantung pada keberadaan hutan. Jika pepohonan habis, kerugian ekonomi akan sangat besar tidak hanya secara lokal tapi juga nasional.

Artikel Terkait:
  • Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?
  • Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi
  • Kenali Calon Istrimu dengan 3 Cara Ini: Panduan Islami untuk Memilih Pasangan
  • Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat

Menurut data Bappenas, kerusakan hutan Indonesia berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi lebih dari Rp500 triliun dalam dua dekade mendatang, jika tidak ada upaya pemulihan ekosistem secara serius.

Warisan Budaya Menghilang

Bagi masyarakat adat, hutan bukan hanya ruang hidup tetapi juga identitas dan spiritualitas. Hilangnya pepohonan berarti hilangnya tempat keramat, sistem pengetahuan tradisional, dan nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun.

Tanpa hutan, hubungan manusia dengan alam menjadi semakin dangkal. Budaya lokal yang berakar pada alam pun terancam punah seiring hilangnya pepohonan.

Kegagalan Hukum dan Kebijakan

Banyak undang-undang tentang perlindungan hutan belum berjalan efektif. Penegakan hukum lemah, dan kepentingan industri kerap mendominasi kebijakan lingkungan. Tanpa regulasi yang berpihak pada kelestarian, pepohonan terus ditebang tanpa kontrol.

Pemerintah harus segera menguatkan instrumen hukum, memperluas kawasan konservasi, serta memberi insentif bagi masyarakat dan korporasi yang melakukan restorasi hutan.

Saatnya Bertindak: Tanam dan Jaga Pohon

Solusi bukan hanya menanam pohon, tetapi memastikan pohon-pohon itu tumbuh sehat dan dilindungi. Reboisasi harus berbasis komunitas, berkelanjutan, dan sesuai konteks lokal.

Jangan Lewatkan:
  • Bela Negara atau Bela Penguasa?
  • Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian
  • Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum
  • Jangan-Jangan Semua Kampus Seperti UI?

Edukasi, teknologi pemantauan satelit, serta kolaborasi lintas sektor harus digencarkan. Dunia tak lagi bisa menunda menjaga pohon adalah menjaga masa depan.

Hilangnya pohon bukan hanya soal lingkungan. Ini adalah persoalan hidup dan mati bagi peradaban. Ketika kita menebang pohon tanpa batas, kita sebenarnya sedang menebang fondasi kehidupan kita sendiri.

Keanekaragaman Hayati Krisis Ekologis Pelestarian Lingkungan Perubahan Iklim
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePukat UGM Kritik KPK Hentikan Kasus Tambang Rp2,7 T
Next Article Nusaibah binti Ka’ab, Ikon Keberanian

Informasi lainnya

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

19 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Saat Bahasa Membentuk Hirarki: Ucapan ‘Mohon Izin’ dan ‘Siap’

Daily Tips Alfi Salamah

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Editorial Udex Mundzir

Narasi Globalis dan Politik Ketakutan

Editorial Udex Mundzir

Strategi Penggunaan WhatsApp Channel untuk Membangun Personal Branding

Techno Udex Mundzir

Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi