Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 3 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Phil Knight dan Nike

Lina MarlinaLina Marlina19 November 2024 Profil
Pelajaran bisnis dari pendiri Nike Phil Knight
Phil Knight Pendiri Nike (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Phil Knight pendiri Nike. Ia bukanlah seorang atlet. Ia bukan pelari maraton, bahkan bisa jadi untuk lari 100 meter saja dia sudah kehabisan nafas. Lalu, bagaimana seorang pebisnis non-atlet ini mampu mendirikan brand sepatu yang menjadi pilihan para atlet dunia?

Knight memulai perjalanan Nike tanpa keahlian khusus di bidang olahraga lari. Namun, ia bukan tipe pengusaha yang hanya mengandalkan laporan di meja kantor.

Ia turun langsung ke lapangan, mengamati atlet-atlet berlatih, berbicara dengan mereka, bahkan ikut merasakan proses berlari. Dari interaksi ini, ia memahami masalah yang dialami pelari dengan sepatu saat itu—terasa berat dan kaku, hingga membuat gerakan terbatas. Sepatu lari kala itu seperti “memakai batu bata”, ujar Knight suatu kali.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Knight melihat peluang besar. Ia berpikir untuk menciptakan sepatu yang ringan, fleksibel, dan nyaman, dirancang khusus untuk menunjang performa pelari.

Baca Juga:
  • AHY Raih Wisudawan Terbaik Unair dengan IPK 3.94
  • Tidur Nanti Saja
  • Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi
  • Ayi Mulyana: Membangun Pramuka yang Berkontribusi Nyata

Ide sederhana itu menjadi landasan berdirinya Nike dan memposisikan brand tersebut sebagai produk yang benar-benar memahami kebutuhan para pelari. Kesuksesan Nike pun dimulai dari sini.

Phil Knight menyadari, untuk membuat produk yang disukai pelanggan, ia harus benar-benar mengenali dan mengatasi masalah yang mereka hadapi. Kisah Nike ini juga menjadi pelajaran bagi para pebisnis.

Ada tiga pelajaran penting yang bisa diambil dari kisah Knight dan Nike.

Pertama, kenali pelanggan seperti teman sendiri. Mengetahui kebutuhan, harapan, dan bahkan keluhan pelanggan adalah langkah awal. Tanpa wawasan ini, sulit bagi perusahaan mana pun untuk menciptakan produk yang sesuai.

Artikel Terkait:
  • Tessa Wijaya, Wanita di Balik Kesuksesan Xendit
  • Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota
  • Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah
  • Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Kedua, jangan hanya menjual produk, tetapi jual solusi. Temukan masalah pelanggan dan jadikan produk sebagai jawaban atas masalah tersebut. Dengan menawarkan solusi, bisnis memiliki nilai lebih di mata konsumen.

Ketiga, bangun brand dengan positioning yang jelas. Nike tidak hanya menjual sepatu; mereka menjual semangat olahraga. Mereka menonjolkan nilai unik ini dengan konsisten. Setiap brand perlu memiliki karakter yang bisa dibedakan dari pesaing.

Phil Knight telah membuktikan bahwa kesuksesan tidak harus datang dari keahlian langsung di bidang yang dijalankan. Dengan pemahaman mendalam terhadap pelanggan dan keberanian menciptakan solusi, bisnis dapat berkembang pesat. Begitu pula, bagi pebisnis pemula, tiga pelajaran ini bisa menjadi kunci untuk membawa bisnis ke level berikutnya.

Jangan Lewatkan:
  • Malahayati, Laksamana Laut Perempuan
  • Mas Isman, Komandan Rakyat Muda
  • Dari Dapur ke Ruang Strategis
  • Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua
Entrepreneur Nike sepatu lari Pelajaran bisnis Phil Knight
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemkab Kutim Maksimalkan Layanan Pengaduan Masyarakat Melalui Kanal SP4N Lapor
Next Article Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Informasi lainnya

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

27 April 2026

Tidur Nanti Saja

21 April 2026

Dalam Diam, Tumbuh Arah

21 April 2026

Jejak Muda, Prestasi Nyata

21 April 2026

Dari Dapur ke Ruang Strategis

21 April 2026

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Rahasia Melempar Jumrah Syarat-Syarat yang Harus Diketahui

Islami Alfi Salamah

Tips Menghemat Tenaga Bagi Jamaah Menuju Puncak Haji

Islami Alfi Salamah

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

Islami Alfi Salamah

Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

Editorial Lisda Lisdiawati

Harun Ar Rasyid: Al Qur’an dan Kuam Muslimin Ibarat Ikan dengan Air

Profil Dexpert Corp
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati27 Oktober 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi