Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 13 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

Di atas gelombang samudra dan politik lelaki, ia berdiri tegak membawa panji perlawanan yang tak lekang oleh zaman.
Alfi SalamahAlfi Salamah30 Januari 2026 Profil
Malahayati
Pahlawan Indonesia yang jarang diketahui, Malahayati (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Namanya mulai dikenal kembali ketika Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya pada tahun 2017. Namun sejatinya, Malahayati telah menulis sejarah jauh sebelum itu, dengan keberanian dan strategi yang bahkan sulit disaingi oleh panglima lelaki sezamannya.

Ia bukan sekadar simbol perempuan tangguh. Ia adalah laksamana perempuan pertama di dunia modern seorang pemimpin angkatan laut yang memimpin pasukan perang, menantang penjajah asing, dan menorehkan keberanian dalam lembar sejarah Kesultanan Aceh abad ke‑16.

Dari Daratan Aceh ke Lautan Perlawanan

Keumalahayati lahir dari keluarga bangsawan Aceh yang dekat dengan lingkungan istana dan militer. Sejak kecil, ia terpapar pada budaya maritim dan sistem pertahanan kerajaan. Ia tumbuh sebagai perempuan yang tidak hanya terpelajar, tapi juga terlatih secara militer.

Pendidikan militernya tak sekadar formalitas. Ia mempelajari strategi perang laut dan menjadi ahli dalam pergerakan pasukan, termasuk penguasaan taktik melawan armada asing. Di bawah pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah al-Mukammil, ia diangkat sebagai Laksamana bukan karena garis keturunan, tapi karena kapabilitas dan pengabdiannya.

Inong Balee: Pasukan Perempuan Pembalas

Kepemimpinan Malahayati menjadi nyata saat ia membentuk dan memimpin pasukan Inong Balee, yang berarti “janda-janda pejuang.” Pasukan ini berisi perempuan-perempuan yang ditinggal mati oleh suami mereka di medan perang, dan memilih melanjutkan perjuangan dengan senjata.

Jumlah pasukan ini mencapai ribuan, dan mereka bukan hanya simbol ketangguhan moral, tetapi kekuatan tempur sejati. Dipimpin langsung oleh Malahayati, mereka menjaga perairan Aceh dari gangguan Portugis dan Belanda dua kekuatan kolonial utama pada masa itu.

Baca Juga:
  • Rahmah El Yunusiah, Perintis Diniyah Putri
  • Tessa Wijaya, Wanita di Balik Kesuksesan Xendit
  • Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi
  • AHY Raih Wisudawan Terbaik Unair dengan IPK 3.94

Duel di Laut: Kematian Cornelis de Houtman

Salah satu peristiwa paling legendaris dalam sejarah Malahayati adalah keterlibatannya dalam konflik dengan armada Belanda pimpinan Cornelis de Houtman. Dalam sebuah pertempuran laut tahun 1599, Malahayati berhasil mengalahkan dan dikabarkan membunuh langsung Houtman tokoh penting dalam sejarah pelayaran kolonial Belanda.

Peristiwa ini membuat Belanda menyadari kekuatan dan kecerdikan strategi militer Aceh, khususnya di bawah komando seorang perempuan. Ini juga menjadi momen simbolik bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap sejarah, tapi bisa menjadi penentu jalannya peradaban.

Diplomasi dan Ketegasan

Malahayati tidak hanya ahli perang, tapi juga cakap dalam diplomasi. Ketika Belanda kembali mengirim utusan, ia menerima negosiasi secara resmi tetapi tetap menunjukkan posisi tegas bahwa kedaulatan Aceh bukan untuk ditawar.

Kemampuan berpolitik ini menjadikan dirinya bukan hanya jenderal tempur, tetapi negarawan. Ia mampu membaca situasi geopolitik dan melindungi martabat bangsanya melalui jalur perang maupun diplomasi.

Jejak yang Terhapus, Tapi Tak Pernah Hilang

Meski sosoknya sangat penting, catatan sejarah tentang Malahayati sempat tenggelam. Narasi besar sejarah Indonesia, terutama pada masa kolonial dan pasca-kemerdekaan, jarang menyebut peran perempuan dalam medan perang.

Namun sejarawan lokal dan nasional akhirnya mulai mengangkat kembali namanya, terutama melalui studi tentang Kesultanan Aceh dan peran militer perempuan. Dengan data dan bukti sejarah yang cukup, pemerintah Indonesia pada 9 November 2017 menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Malahayati.

Artikel Terkait:
  • Al‑Biruni: Penjelajah Ilmu Tanpa Batas
  • Juara dari Kebiasaan Kecil 
  • Evis Santika: Wajah Baru di Kwarran Pramuka Cisayong
  • Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua

Warisan di Atas Samudra

Warisan Malahayati hidup hingga kini. Namanya diabadikan sebagai KRI Malahayati (362), kapal perang milik TNI Angkatan Laut yang aktif menjaga wilayah kedaulatan laut Indonesia.

Namanya juga dijadikan nama universitas, jalan raya, pelabuhan, dan pusat riset perempuan di Aceh dan berbagai wilayah lainnya. Di tingkat internasional, kisahnya mulai dikenal sebagai pelopor militer perempuan dunia bahkan disebut dalam forum UNESCO.

Namun warisan terbesarnya adalah semangat. Semangat bahwa perempuan punya tempat dalam sejarah bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai pemimpin, pengambil keputusan, dan pembela tanah air.

Inspirasi Perempuan Masa Kini

Di tengah masyarakat yang masih menyisakan bias gender dalam kepemimpinan, kisah Malahayati menjadi sangat relevan. Ia bukan hanya melawan penjajah asing, tapi juga melawan stereotip yang membatasi perempuan dalam ruang domestik.

Ia menunjukkan bahwa keberanian dan kecerdasan tidak mengenal jenis kelamin. Kepemimpinan tidak ditentukan oleh suara berat atau seragam tebal, tapi oleh keberpihakan pada rakyat dan kesetiaan pada prinsip.

Jangan Lewatkan:
  • Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua
  • Elon Musk Cetak Sejarah, Kekayaan Tembus Rp 7.000 Triliun
  • Harun Ar Rasyid: Al Qur’an dan Kuam Muslimin Ibarat Ikan dengan Air
  • Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Malahayati telah membuktikan bahwa medan laut, seperti medan sejarah, bisa diarungi oleh siapa pun yang berani.

Malahayati Pahlawan Nasional Perempuan Pejuang Profil Tokoh Sejarah Aceh
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleUsai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI
Next Article Cappadocia: Kota Bawah Tanah yang Membongkar Sejarah

Informasi lainnya

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

27 April 2026

Tidur Nanti Saja

21 April 2026

Dalam Diam, Tumbuh Arah

21 April 2026

Jejak Muda, Prestasi Nyata

21 April 2026

Dari Dapur ke Ruang Strategis

21 April 2026

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Editorial Udex Mundzir

Menjadi Lebih Baik

Islami Syamril Al-Bugisyi

Ulang Tahun Google ke-25 Tahun: Perjalanan Singkat dan Inovasi Saat Ini

Refleksi Ericka

Rahasia Packing Cerdas untuk Liburan 1 Minggu

Travel Alfi Salamah

Haji Ilegal, Iman yang Dimanfaatkan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi