Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 28 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Savoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung

Setiap bangunan tua menyimpan cerita, setiap jejak langkah membawa sejarah.
AssyifaAssyifa19 Februari 2025 Travel
Sejarah Savoy Homann Hotel Bandung
Sejarah Savoy Homann Hotel Bandung (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jejak kejayaan masa lalu masih begitu kuat terasa di Savoy Homann Hotel, bangunan bersejarah yang berdiri megah di jantung Kota Bandung. Sebagai hotel tertua di kota ini, Savoy Homann menjadi saksi bisu perkembangan Bandung dari masa kolonial hingga menjadi kota modern seperti sekarang.

Savoy Homann Hotel didirikan pada tahun 1871 oleh Aart Homann, seorang pria berkebangsaan Jerman. Awalnya, hotel ini hanya berupa penginapan kecil dengan konsep rumah makan yang melayani para pedagang dan pelancong yang melintasi Jalan Raya Pos, kini dikenal sebagai Jalan Asia Afrika.

Dengan lokasi yang strategis dan pelayanan yang ramah, hotel ini segera menjadi persinggahan favorit bagi mereka yang datang ke Bandung. Seiring waktu, penginapan ini berkembang pesat di bawah pengelolaan keluarga Homann, terutama C.F. Homann, yang melanjutkan usaha keluarga tersebut.

Transformasi besar terjadi pada tahun 1939. Hotel ini direnovasi total oleh arsitek ternama Albert Frederik Aalbers. Aalbers dikenal dengan gaya arsitektur Art Deco yang elegan, dan ia menerapkan gaya tersebut pada Savoy Homann.

Bangunan hotel diperbarui dengan desain lengkung khas, jendela-jendela besar, dan garis-garis tegas yang membuatnya tampak modern dan mewah untuk ukuran masa itu. Desain ini membuat Savoy Homann menjadi simbol arsitektur megah di Bandung, serta salah satu bangunan paling ikonik yang masih berdiri hingga kini.

Baca Juga:
  • Ephesus: Kota Legendaris yang Tak Pernah Mati
  • Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN
  • Cappadocia: Kota Bawah Tanah yang Membongkar Sejarah
  • Rekomendasi 10 Restaurant Terbaik di Jepang yang Harus Kamu Kunjungi!

Peran Savoy Homann dalam sejarah Indonesia mencapai puncaknya pada tahun 1955, ketika Bandung menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika. Hotel ini menjadi tempat menginap para pemimpin dunia, seperti Presiden Soekarno, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, dan Perdana Menteri Tiongkok Chou En-Lai.

Pertemuan bersejarah ini menjadikan Savoy Homann bagian dari perjalanan diplomasi internasional yang memperjuangkan persatuan negara-negara Asia dan Afrika. Tak heran jika hotel ini kini dianggap sebagai salah satu peninggalan penting dalam sejarah hubungan antarbangsa.

Meski sudah lebih dari satu abad berlalu, Savoy Homann tetap menjaga pesonanya. Interior hotel masih mempertahankan sentuhan klasik, dengan perabotan yang mencerminkan keanggunan era kolonial. Lorong-lorongnya seakan membawa pengunjung melintasi waktu, kembali ke masa ketika Bandung dijuluki Parijs van Java.

Tidak hanya wisatawan lokal, banyak turis mancanegara yang sengaja datang untuk merasakan atmosfer masa lalu di hotel ini. Bagi pecinta sejarah, menginap di Savoy Homann adalah pengalaman yang tak tergantikan.

“Saya merasa seperti kembali ke tahun 1950-an ketika berjalan di lorong hotel ini. Arsitekturnya sangat terawat, dan setiap sudutnya bercerita tentang sejarah,” ungkap Rina, seorang wisatawan asal Jakarta, yang baru pertama kali menginap di Savoy Homann.

Artikel Terkait:
  • Menjelajahi Kuil Rubah Fushimi Inari
  • Kehidupan di Jepang, Perpaduan Tradisi dan Modernitas
  • Keunikan Budaya dan Kemajuan Teknologi, Inilah Keistimewaan Jepang
  • Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Pihak pengelola hotel juga terus melakukan pembaruan fasilitas agar tetap relevan dengan kebutuhan masa kini. Kamar-kamar yang elegan, restoran dengan menu khas Indonesia dan Eropa, hingga ruang pertemuan yang modern, semua dipadukan tanpa menghilangkan nuansa historisnya.

Bagi yang tidak menginap, Savoy Homann tetap terbuka untuk dikunjungi. Banyak pengunjung yang datang sekadar menikmati kopi di lobi sambil merasakan suasana klasik yang penuh cerita.

“Rasanya seperti ngopi di tengah sejarah. Melihat foto-foto lama di dinding hotel ini, saya jadi membayangkan suasana Konferensi Asia-Afrika dulu,” kata Dani, seorang pengunjung asal Bandung.

Savoy Homann Hotel tidak sekadar penginapan. Ia adalah cagar budaya yang merawat kenangan, menjembatani masa lalu dengan masa kini. Berkunjung ke hotel ini bagaikan membaca buku sejarah yang hidup, di mana setiap sudutnya merekam jejak langkah para tokoh dunia.

Jangan Lewatkan:
  • Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo
  • Keindahan Alam Jepang yang Mempesona di Setiap Musim
  • Samarinda ke Bontang: Di Atas Aspal Berliku, Menuju Kota di Ujung Timur
  • Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama

Bagi Anda yang ingin menelusuri sejarah Bandung lebih dekat, Savoy Homann adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Di sinilah masa lalu dan masa kini menyatu dalam harmoni yang indah.

Arsitektur Art Deco Hotel Bersejarah Konferensi Asia Afrika Savoy Homann Sejarah Bandung
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDi Balik Kegelapan yang Diteriakkan
Next Article Demo Indonesia Gelap, Gerindra Sebut Masyarakat Wajar Kaget

Informasi lainnya

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

13 April 2026

Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama

12 April 2026

Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji

12 April 2026

Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo

11 April 2026

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Provokasi di Balik Aksi Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang

Travel Udex Mundzir

Koperasi Desa Tanpa Arah Nyata

Editorial Lisda Lisdiawati

Evis Santika: Wajah Baru di Kwarran Pramuka Cisayong

Profil Silva

Prabowo Lebih Pro pada Koruptor

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi