Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Aura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Savoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung

Setiap bangunan tua menyimpan cerita, setiap jejak langkah membawa sejarah.
AssyifaAssyifa19 Februari 2025 Travel
Sejarah Savoy Homann Hotel Bandung
Sejarah Savoy Homann Hotel Bandung (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jejak kejayaan masa lalu masih begitu kuat terasa di Savoy Homann Hotel, bangunan bersejarah yang berdiri megah di jantung Kota Bandung. Sebagai hotel tertua di kota ini, Savoy Homann menjadi saksi bisu perkembangan Bandung dari masa kolonial hingga menjadi kota modern seperti sekarang.

Savoy Homann Hotel didirikan pada tahun 1871 oleh Aart Homann, seorang pria berkebangsaan Jerman. Awalnya, hotel ini hanya berupa penginapan kecil dengan konsep rumah makan yang melayani para pedagang dan pelancong yang melintasi Jalan Raya Pos, kini dikenal sebagai Jalan Asia Afrika.

Dengan lokasi yang strategis dan pelayanan yang ramah, hotel ini segera menjadi persinggahan favorit bagi mereka yang datang ke Bandung. Seiring waktu, penginapan ini berkembang pesat di bawah pengelolaan keluarga Homann, terutama C.F. Homann, yang melanjutkan usaha keluarga tersebut.

Transformasi besar terjadi pada tahun 1939. Hotel ini direnovasi total oleh arsitek ternama Albert Frederik Aalbers. Aalbers dikenal dengan gaya arsitektur Art Deco yang elegan, dan ia menerapkan gaya tersebut pada Savoy Homann.

Bangunan hotel diperbarui dengan desain lengkung khas, jendela-jendela besar, dan garis-garis tegas yang membuatnya tampak modern dan mewah untuk ukuran masa itu. Desain ini membuat Savoy Homann menjadi simbol arsitektur megah di Bandung, serta salah satu bangunan paling ikonik yang masih berdiri hingga kini.

Baca Juga:
  • Menembus Gelap
  • Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN
  • Keindahan Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi di Punggung Semeru
  • Menyesap Filosofi di Balik Secangkir Teh Jepang

Peran Savoy Homann dalam sejarah Indonesia mencapai puncaknya pada tahun 1955, ketika Bandung menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika. Hotel ini menjadi tempat menginap para pemimpin dunia, seperti Presiden Soekarno, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, dan Perdana Menteri Tiongkok Chou En-Lai.

Pertemuan bersejarah ini menjadikan Savoy Homann bagian dari perjalanan diplomasi internasional yang memperjuangkan persatuan negara-negara Asia dan Afrika. Tak heran jika hotel ini kini dianggap sebagai salah satu peninggalan penting dalam sejarah hubungan antarbangsa.

Meski sudah lebih dari satu abad berlalu, Savoy Homann tetap menjaga pesonanya. Interior hotel masih mempertahankan sentuhan klasik, dengan perabotan yang mencerminkan keanggunan era kolonial. Lorong-lorongnya seakan membawa pengunjung melintasi waktu, kembali ke masa ketika Bandung dijuluki Parijs van Java.

Tidak hanya wisatawan lokal, banyak turis mancanegara yang sengaja datang untuk merasakan atmosfer masa lalu di hotel ini. Bagi pecinta sejarah, menginap di Savoy Homann adalah pengalaman yang tak tergantikan.

“Saya merasa seperti kembali ke tahun 1950-an ketika berjalan di lorong hotel ini. Arsitekturnya sangat terawat, dan setiap sudutnya bercerita tentang sejarah,” ungkap Rina, seorang wisatawan asal Jakarta, yang baru pertama kali menginap di Savoy Homann.

Artikel Terkait:
  • Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang
  • Keunikan Budaya dan Kemajuan Teknologi, Inilah Keistimewaan Jepang
  • Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo
  • Nikmati Liburan Tanpa Sakit dengan Gaya CERIA

Pihak pengelola hotel juga terus melakukan pembaruan fasilitas agar tetap relevan dengan kebutuhan masa kini. Kamar-kamar yang elegan, restoran dengan menu khas Indonesia dan Eropa, hingga ruang pertemuan yang modern, semua dipadukan tanpa menghilangkan nuansa historisnya.

Bagi yang tidak menginap, Savoy Homann tetap terbuka untuk dikunjungi. Banyak pengunjung yang datang sekadar menikmati kopi di lobi sambil merasakan suasana klasik yang penuh cerita.

“Rasanya seperti ngopi di tengah sejarah. Melihat foto-foto lama di dinding hotel ini, saya jadi membayangkan suasana Konferensi Asia-Afrika dulu,” kata Dani, seorang pengunjung asal Bandung.

Savoy Homann Hotel tidak sekadar penginapan. Ia adalah cagar budaya yang merawat kenangan, menjembatani masa lalu dengan masa kini. Berkunjung ke hotel ini bagaikan membaca buku sejarah yang hidup, di mana setiap sudutnya merekam jejak langkah para tokoh dunia.

Jangan Lewatkan:
  • Gunung Galunggung Tetap Tenang dan Menawan
  • Menaklukkan Gunung Cikuray, Atap Tertinggi di Garut
  • Keindahan Negeri Dua Benua, Inilah 10 Tempat yang Harus Dikujungi di Turki
  • Mengenal Bukit Kelam, Batu Tertinggi di Dunia dari Indonesia

Bagi Anda yang ingin menelusuri sejarah Bandung lebih dekat, Savoy Homann adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Di sinilah masa lalu dan masa kini menyatu dalam harmoni yang indah.

Arsitektur Art Deco Hotel Bersejarah Konferensi Asia Afrika Savoy Homann Sejarah Bandung
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDi Balik Kegelapan yang Diteriakkan
Next Article Demo Indonesia Gelap, Gerindra Sebut Masyarakat Wajar Kaget

Informasi lainnya

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

13 April 2026

Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama

12 April 2026

Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji

12 April 2026

Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo

11 April 2026

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Ambisi Politik Bahlil: Kursi Lebih Penting dari Kinerja

Editorial Udex Mundzir

Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Bisnis Alfi Salamah

Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?

Perspektif Udex Mundzir

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Editorial Udex Mundzir

Meski Telah Berpura-pura jadi Jakmania, Kang Emil Tetap Kalah

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi